Kategori: Karanganyar

RSUD Karanganyar Tak Hapus Bangsal Isolasi Covid-19


Solopos.com/Candra Mantovani

Solopos.com, KARANGANYAR — Manajemen RSUD Karanganyar terus memantau pergerakan jumlah pasien Covid-19 di wilayah setempat hingga akhir Maret 2021. Pematauan itu dilakukan sebelum RSUD Karanganyar mengalih fungsikan bangsal isolasi menjadi umum.

Langkah mempertahankan bangsal isolasi RSUD Karanganyar itu diambil lantaran dinamika pasien Covid-19 yang masih naik turun hingga saat ini. Kabid Pelayanan Medik Keperawatan RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan, mengatakan meskipun jumlah pasien Covid-19 di tempatnya rata-rata di bawah 70 orang, namun pihaknya tidak bisa memprediksi adanya potensi lonjakan jumlah pasien kedepannya.

Baca Juga: Pabrik Mobil Listrik Tesla di India, Indonesia Kebagian Apa?

Karena itulah rencana untuk pengembalian bangsal isolasi menjadi umum menunggu hasil pemantauan.

“Memang rencananya April nanti kami mengembalikan fungsi 30 tempat isolasi menjadi tempat rawat pasien umum. Karena rata-rata pasien Covid-19 hanya 50 sampai 60 orang. Sudah jauh turun. Tapi kami tetap fleksibel dengan ini. Kami tetap pantau dulu sampai akhir Maret nanti perkembangannya seperti apa. Kan masih dinamis ini pergerakannya, kalau nanti naik lagi [pasien Covid-19] ya digunakan lagi untuk isolasi. Karena kalau tidak diterapkan seperti itu kan kasihan juga pasiennya karena mencari tempat tidur itu susah juga,” jelas dia kepada wartawan Rabu (10/3/2021).

Tambah Ruang Perawatan

Langkah antisipasi lainnya yang diterapkan, RSUD Karanganyar tetap menambah ruang perawatan pasien Covid-19 di gedung ICU baru pada awal Februari 2021. Total jumlah ruang isolasi bertambah menjadi delapan dari sebelumnya dua. RSUD Karanganyar juga menggunakan jenis ventilator baru berjenis  HNFC (high nasal flow cannula).

“Kami sudah menambah per Februari kemarin untuk ruang ICU. Total secara keseluruhan jadi 17 karena kami menambah 10. Tapi khusus Covid-19 kami menambah enam dari sebelumnya dua, jadi total sekarang ada delapan tempat isolasi Covid-19 di ruang ICU,” papar dia.

Baca Juga: Anak Muda Soloraya Harus Percaya Diri, Begini Kiat YRP Solo...

Kris menjelaskan digunakannya ventilator jenis HNFC juga untuk mengurangi risiko pendarahan penggunaan ventilator sebelumnya yang menggunakan metode intubasi (memasukan alat bantu pernafasan ke dalam mulut). Sehingga penanganan pasien rawan pendarahan lebih minim risiko.

“Kalau menggunakan ventilator HNFC ini kan akan lebih baik nanti karena risiko terjadi iritasi dan pendarahan jadi minim. Karena ada kemungkinan beberapa pasien Covid-19 berisiko rawan terjadi pendarahan. Makanya kami menggunakan metode ini untuk penanganan yang baru,” ungkap dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono