RSUD Karanganyar Mulai Terapkan Rapid Antigen
Ilustrasi rapid antigen. (Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti)

Solopos.com, KARANGANYAR — RSUD Karanganyar mulai efektif menerapkan sistem skrining medis bagi pasien suspect menggunakan metode rapid swab antigen Selasa (24/11/2020). Meskipun begitu, kemampuan RSUD Karanganyar baru sebatas lima pasien per hari.

Mabuk Ciu, 3 Pemuda Danukusuman Solo Nekat Mengeroyok Kurir

Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan Adji, saat dihubungi Solopos.com Selasa (24/11/2020). Dia mengatakan uji coba penggunaan metode rapid swab antigen sudah dilaksanakan pada Senin (23/11/2020). Namun, metode tersebut baru efektif dilaksanakan pada Selasa.

“Sudah sejak hari ini [Selasa] efektif dilakukan [rapid swab antigen]. Sekarang pasien suspect sudah kami skrining menggunakan metode tersebut. Tapi ini bukan untuk umum. Hanya untuk pasien suspect yang dirawat di ruang isolasi [bangsal mawar] saja,” jelas dia.

Meskipun sudah efektif menerapkan metode tersebut, Iwan mengungkapkan kemampuan pengambilan sampel oleh tenaga medis baru sebatas lima orang pasien per hari. Hal ini lantaran beban pekerjaan berat yang didapuk oleh para tenaga medis. Sehingga, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan tenaga medis, pihaknya membatasi jumlah pekerjaan mereka.

Hasil Tes Swab Seluruh Pedagang Pasar Sidoharjo Wonogiri Sudah Keluar, Ini Hasilnya

“Saat ini kan kondisi Covid-19 sedang naik dan tinggi. Dengan beban berat pekerjaan untuk pengambilan sampel PCR, perawatan pasien terkonfirmasi, dan lainnya, kami juga harus memerhatikan keselamatan tenaga medis kami. Makanya kami batasi lima pasien per hari sesuai jam kerja mereka agar beban fisik dan psikisnya tidak terlalu berat,” imbuh dia.

Diharapkan Efektif

Iwan berharap, diterapkannya metode rapid swab antigen dapat meningkatkan efektifitas penggunaan ruang isolasi pasien Covid-19. Pasalnya, akurasi yang diklaim sekitar 80 persen hingga 90 persen mendekati uji swab PCR bisa memberikan kepastian awal kondisi pasien. Sehingga, ruang isolasi bisa dimaksimalkan hanya untuk pasien terkonfirmasi Covid-19.

ISI Solo Ditutup Sampai 27 November, 42 Pegawai Kena Tracing

“Permasalahan kami selama ini kan ruang isolasi lebih banyak digunakan pasien suspect dan hasil uji PCR itu kan lama. Kalau ada alat uji cepat dengan akurasi tinggi, pasien akan diketahui arahnya ke Covid-19 apa tidak. Jadi mereka bisa tenang, tenaga medis yang merawatnya bisa tenang juga. Semoga adanya metode ini bisa membantu mengefektifkan penggunaan ruang isolasi sesuai peruntukannya,” beber dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom