Tutup Iklan
RSUD Karanganyar Fokus Jaga Stabilitas Emosi Pasien Covid-19
Ilustrasi RSUD Karanganyar. (Karanganyarkab.go.id)

Solopos.com, KARANGANYAR--RSUD Karanganyar fokus merawat dan menjaga stabilitas emosi pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

RSUD Karanganyar hingga Jumat (10/7/2020) merawat tiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka adalah warga Kecamatan Jumapolo dua orang dan satu orang warga Kecamatan Matesih.

Data yang dihimpun Solopos.com, mereka berasal dari klaster pemudik. Tiga orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu dirawat di RSUD Karanganyar sejak 26 Juni. Tetapi, hingga Kamis (9/7/2020), mereka belum sembuh.

New Normal Disalah Artikan, Disiplin Protokol Covid-19 Jateng Turun

Direktur RSUD Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, menuturkan sudah melaksanakan swab test Covid-19 dua hingga tiga kali terhadap tiga pasien tersebut.

"Dua kali swab test Covid-19 itu hasilnya positif. Ada yang tiga kali swab test Covid-19 itu hasilnya positif. Tetapi ada juga yang satu kali swab test Covid-19 itu negatif. Lalu kami ulangi lagi sekali swab test Covid-19 itu hasilnya positif. Swab test harus dilakukan dua kali untuk memastikan pasien betul-betul negatif," ujar Cucuk saat dihubungi Solopos.com, Jumat (10/7/2020).

Cucuk menuturkan bahwa tim medis dan tenaga kesehatan memberikan perawatan ekstra terhadap tiga pasien tersebut. Terutama berkaitan dengan imunitas dan emosional pasien. Cucuk menyampaikan fokus pengobatan Covid-19 adalah merawat pasien sesuai prosedur yang telah direkomendasikan.

Satu Sembuh, Pasien Positif Covid-19 Karanganyar Masih 13 Orang

"Kan memang belum ada obat pasti untuk Covid-19. Jadi kami berupaya mengobati sakit penyerta, menjaga kondisi tubuh dan psikis sekaligus meningkatkan imunitas tubuh. Psikologi ini lebih utama," ungkapnya.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah melibatkan tim kerohanian. RSUD Karanganyar menggunakan pendekatan secara psikologi. Pendampingan dilakukan agar mereka tidak tegang.

"Kami pantau detail kondisi mereka. Treatment berkaitan dengan stabilitas emosional."

Dua Dokter di Semarang Meninggal Karena Covid-19, IDI Minta Tenaga Medis Di-Swab Secara Rutin


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho