Kategori: Solo

RSUD dr Moewardi Solo Rekrut Sukarelawan Nakes, Ini Syarat Dan Kualifikasinya


Solopos.com/Mariyana Ricky P.D

Solopos.com, SOLO -- RSUD dr Moewardi atau RSDM Solo membuka rekrutmen sukarelawan guna menghadapi situasi darurat peningkatan kasus Covid-19. RS milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah itu menjadi rujukan utama pasien Covid-19 dari Soloraya, Grobogan, dan sekitarnya.

Belakangan, pasien asal wilayah Jawa Tengah bagian utara pun kerap dirujuk ke RSDM. Direktur RSDM Solo, Cahyono Hadi, mengakui rekrutmen itu dalam rangka penanganan keadaan darurat pandemi Covid-19.

“Kami membutuhkan 37 tenaga sukarelawan. Pendaftaran kami buka per 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 melalui website kami https://www.rsmoewardi.com/. Seluruhnya secara daring, yakni dengan mengunggah dokumen persyaratan ke website,” katanya melalui layanan perpesanan Whatsapp kepada Solopos.com, Kamis (31/12/2020).

2 Kasus Pembunuhan Gegerkan Sukoharjo Sepanjang 2020

Cahyono mengatakan RSUD dr Moewardi Solo membutuhkan sukarelawan yang meliputi 35 perawat. Kualifikasi pendidikannya masing-masing lima orang DIII Keperawatan + STR (surat tanda rekomendasi) atau Serkom (sertifikat kompetensi).

Kemudian 15 orang DIV Keperawatan + STR (Serkom) dan 15 orang S1 Keperawatan Profesi NERS + STR (Serkom). RSDM juga membutuhkan dua sukarelawan radiografer masing-masing lulusan DIII Teknik Radiologi + STR dan DIV Teknik Radiologi + STR.

Sertifikat Pelatihan

“Diutamakan seluruh formasi memiliki pengalaman dan sertifikat pelatihan ICU [kritis],” imbuh Cahyono.

Eks Politikus Ini Nangis Temukan Masih Ada Warga Solo Yang Makan Nasi Aking

Panitia pengadaan tenaga sukarelawan Covid-19 RSUD dr Moewardi Solo tidak menerima lamaran di luar jadwal dan formasi yang telah ditentukan. Pelaksanaan seleksi administrasi/verifikasi melalui sistem yang dimulai sejak ditutupnya pendaftaran.

Peserta yang lolos seleksi administrasi/verifikasi berhak melanjutkan seleksi berikutnya yaitu wawancara pada 5 Januari secara virtual. Namun, bagi tenaga radiografer akan diinfokan lebih lanjut.

Peserta yang tidak dapat terhubung sesuai jadwal seleksi wawancara dinyatakan tidak lolos dan pengumuman hasil pengadaan tenaga sukarelawan dilakukan pada 6 Januari.

Rugikan Negara Rp150 Juta, 4 Pelaku Illegal Logging di Wonogiri Diringkus

“Tenaga sukarelawan Covid-19 yang diterima akan mendapatkan insentif harian sesuai dengan hari dan jam kerja serta sesuai dengan ketentuan. Mereka juga harus sanggup mengikuti uji swab baik secara RT-PCR maupun rapid test. Juga sanggup mengganti biaya keduanya apabila mengundurkan diri dalam waktu satu bulan,” jelasnya.

Rekrutmen sukarelawan tersebut dilakukan setelah RSUD dr Moewardi Solo mendirikan dua tenda di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tenda bakal digunakan untuk pelayanan antisipasi situasi darurat dengan meningkatnya kasus Covid-19.

Total Kasus Covid-19 Boyolali Capai 3.214 Orang, Masuk Zona Oranye

Standar Fasilitas

Pada sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menyebut bakal mengoptimalkan fungsi dua rumah sakit milik Pemkot guna menghadapi lonjakan kasus. Kedua rumah sakit ini mempunyai standar fasilitas dan pengolahan limbah yang sudah memadai.

DKK juga bakal berkoordinasi dengan pengelola seluruh rumah sakit di Solo untuk meningkatkan kapasitas. Selain itu, ada empat skenario yang disiapkan Pemkot.

Pertama, warga yang berstatus tanpa gejala atau asimtomatik dan yang bergejala ringan dikarantina di satu lokasi yang terpusat. Kemudian yang bergejala sedang ditempatkan di rumah sakit.

2 Kelompok Warga Kecamatan Sukoharjo Bentrok, 3 Bulan Baru Berdamai

Skenario kedua yakni peningkatan daya tampung di rumah sakit, termasuk daya tampung tempat tidur untuk pasien. Kalaupun sudah tidak menampung barulah membuat rumah sakit darurat sebagai alternatif ketiga.

Keempat, perlu melakukan koordinasi dengan kabupaten sekitar untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit di masing-masing daerah. Sejauh ini banyak pasien merupakan rujukan dari kabupaten lain.

Share