Tutup Iklan

RSUD dr. Moewardi Solo Efisiensi Air dan Listrik

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo tetap memberikan pelayanan untuk masyarakat  kendati belum menerima pembayaran klaim secara penuh dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selama lima-enam bulan.

RSUD dr. Moewardi Solo Efisiensi Air dan Listrik

SOLOPOS.COM - Pelayanan di RSUD dr. Moewardi Solo. (Solopos-Dok.)

Solopos.com, SOLO — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo tetap memberikan pelayanan untuk masyarakat  kendati belum menerima pembayaran klaim secara penuh dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selama lima-enam bulan.

Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Moewardi, Eko Haryati, mengatakan tunggakan klaim itu hingga akhir 2018 mencapai Rp200an miliar. Guna menekan pengeluaran, pihak rumah sakit melakukan sejumlah efisiensi.

“Kami melakukan efisiensi di air dan listrik, ya. Tunggakan sekitar itu memang pernah terjadi sebelumnya. Kisarannya hampir sama. Namun, kami pastikan pelayanan masyarakat enggak terganggu,” kata dia, saat dihubungi solopos.com, Rabu (16/1/2019).

Eko menyebut pasien RSUD Moewardi 90% di antaranya adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan sisanya pasien umum. RSUD juga menerima pasien miskin yang belum terkaver JKN-KIS atau Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang biasanya rujukan dari rumah sakit sekitar.

Lebih lanjut, Eko menambahkan pada Jumat (18/1/2019) pihak BPJS telah membayar sebagian dari tunggakan klaim tersebut.

Kepala BPJS Solo, Agus Purwono, mengatakan pembayaran klaim BPJS tergantung pengajuan dari pihak rumah sakit. Artinya, apabila pelayanan pada beberapa bulan lalu baru ditagihkan pada bulan ini, maka klaim itu baru bisa dicairkan selambatnya 15 hari sesudah diajukan.

“Artinya begini kalau klaim Oktober-November-Desember 2018 baru diajukan Januari 2019, artinya sudah menunggu tiga bulan. Itu berlaku pula untuk bulan-bulan sebelumnya. Hitungan rumah sakit dan BPJS berbeda. Kami menghitungnya dari tanggal pengajuan. Klaim obat [waktunya] bisa lebih,” kata dia, ditemui solopos.com di ruangannya, Jumat.

Agus mengatakan siklus seperti itu jamak terjadi di rumah sakit rujukan BPJS. Sehingga ketika tagihan menumpuk, umumnya masih dalam proses pencairan.

Kabid Penagihan dan Keuangan BPJS Cabang Solo, Widi Astuti, mengatakan penagihan pada Januari 2019 ini biasanya adalah klaim pelayanan sampai September 2018.

“Begitu klaim masuk, kita enggak melihat itu tagihan bulan apa. Kita bayarkan sesuai klaim. Kalau sudah diajukan pasti segera dibayarkan,” ujarnya.

Di sisi lain, tunggakan iuran mandiri di BPJS Kesehatan Cabang Solo tersisa 20%. Tunggakan itu mencakup wilayah Soloraya, yakni Solo, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri. Widi mengatakan capaian hingga 80% tersebut salah satunya merupakan hasil kerja keras Kader JKN-KIS. Artinya, kesadaran masyarakat untuk membayar iuran BPJS mandiri perlahan tumbuh.

Widi menyebut per 2019 ini, BPJS berupaya menerapkan aturan debit otomatis bagi pelanggan baru. hal tersebut guna mendorong kepatuhan mereka untuk membayar iuran bulanan rutin.

“Sebenarnya aturan ini enggak baru banget, tapi kami coba dorong peserta baru untuk debit otomatis. Sehingga mereka enggak perlu membayar tiap bulan karena terpotong langsung dari rekening terdaftar,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Work From Bali Pulihkan Ekonomi atau Perparah Pandemi?

Program work from Bali atau WFB yang dimaksudkan untuk memulihkan ekonomi menjadi kambing hitam peningkatan kasus Covid-19.

Begini Komitmen Indonesia Turunkan Angka Pekerja Anak

Indonesia tak lelah berupaya menurunkan angka pekerja anak, tetapi bagaimana sebenarnya wujud komitmen Indonesia menumpas pekerja anak?

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.