RSUD dr Moewardi Solo Batasi Kunjungan Akibat KLB Corona, Begini Ketentuannya
Simulasi penanganan pasien terjangkit virus Corona di RSUD dr. Moewardi Solo, Minggu (31/1/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD dr Moewardi Solo membatasi kunjungan pengantar pasien rawat jalan dan pembesuk mulai Senin (16/3/2020). Pasien dan pengunjung juga diminta menjaga diri dengan memakai masker.

Pantauan Solopos.com, ruang pendaftaran rawat jalan RSUD dr Moewardi Solo lebih lengang dibandingkan biasanya atau sebelum Solo ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona.

Pasien rawat jalan, pengantar pasien, dan petugas terlihat memakai masker. Kepala Subbag Hukum dan Humas RSUD dr Moewardi, Eko Haryati, menjelaskan rumah sakit menanggapi KLB corona dengan membatasi kunjungan ke rumah sakit.

553 Orang Positif Corona, Malaysia Resmi Lockdown

Pembatasan kunjungan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. “Masyarakat kerap membesuk pasien dengan mengendarai bus sehingga potensi penyebaran virus meluas dan banyak pasien rawat jalan yang diantar dua hingga tiga orang anggota keluarga,” kata dia.

Eko menjelaskan pengantar pasien rawat jalan hanya diperbolehkan satu orang dan pasien rawat inap tidak diperkenankan dibesuk. Pembatasan kunjungan di RSUD dr Moewardi Solo ini berlaku selama massa KLB corona.

Efek Solo KLB Corona, BI Waspadai Harga Pangan Tak Stabil Akibat Panic Buying

“Kami mempersiapkan posko yang akan beroperasi Selasa [17/3/2020]. Posko digunakan sebagai ruang pengecekan fisik kepada orang yang pernah kontak langsung dengan pasien [terpapar korona], pasien dalam pengawasan, dan orang yang ingin mengecek sendiri,” ujarnya.

Pembatasan Pengunjung Tingkatkan Kenyamanan Pasien

Menurut Eko, sejumlah warga yang khawatir kondisi tubuhnya melakukan periksa secara mandiri sejak Sabtu pagi lalu. RSUD dr Moewardi melayani warga berinisiatif periksa Covid-19.

Bupati Boyolali Sempat Sesumbar Bebas Corona, 1 Warganya PDP Covid-19

Salah satu pasien rawat jalan, Remini, 42, menjelaskan setiap bulan melakukan kontrol kesehatan di rumah sakit Solo ini. Ia menilai pembatasan pengunjung lebih meningkatkan kenyamanan bagi pasien.

“Pengalaman berobat lebih nyaman karena agak sepi. Enggak banyak yang mengantar pasien. Tapi antreannya sama saja,” kata warga Karangpandan, Karanganyar, tersebut.

Cabup Pilkada Klaten: Didukung 7 Parpol, Pejabat Kementerian PUPR Ini Siap Tantang Sri Mulyani

Salah satu pengunjung, Abi, 33, mengantar ayahnya ke layanan kesehatan dokter spesialis syaraf setiap bulan. Ia merasa nyaman dengan berkurangnya pengunjung rumah sakit.

“Lebih sepi tapi antreannya sama saja lama. Saya biasa memakai masker dan membawa hand sanitizer untuk antisipasi. Enggak perlu khawatir dengan corona,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho