Warga memeriksakan tensi dan gula darah di Masjid Al Iman Tanjungsari, Ngemplak, Boyolali, Minggu (19/11/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Yarsis telah mengimplementasikan program rumah sakit tanpa dinding yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Hal itu dilakukan dengan melaksanakan upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif untuk mencegah orang tidak sakit.

Hal itu diungkapkan Direktur Umum RSIS Yarsis, drg. Tri Iswati, saat berbincang dengan solopos.com, Kamis (5/12/2019).

Program rumah sakit tanpa dinding bertujuan mengoptimalkan peran rumah sakit sebagai pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat dan pengembangan penelitian tenaga ahli.

"Kami kerap menggelar berbagai kegiatan penyuluhan kesehatan sekaligus pengobatan gratis secara kontinyu. Ini sejalan dengan paradigma rumah sakit tanpa dinding," kata dia.

Warga memeriksakan tensi dan gula darah di Masjid Al Iman Tanjungsari, Ngemplak, Boyolali, Minggu (19/11/2019). (Istimewa)

Warga memeriksakan tensi dan gula darah di Masjid Al Iman Tanjungsari, Ngemplak, Boyolali, Minggu (19/11/2019). (Istimewa)Upaya promotif dan preventif yang dilakukan dengan menggelar konsultasi dan pemeriksaan kegiatan di car free day (CFD) Solo di Jl. Slamet Riyadi. Kegiatan ini telah berlangsung sejak 25 Agustus lalu.

Para pengunjung CFD bisa memeriksa tensi dan gula darah. Mereka juga bisa berkonsultasi mengenai beragam penyakit menular dan tidak menular.

"Ada dokter umum dan dokter gigi yang siap memberikan informasi seputar kesehatan. Biasanya, pemeriksaan kesehatan dilayani di depan Hotel Dana saat CFD," ujar Iswati.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di masjid di wilayah Soloraya. Masyarakat bisa memeriksa tensi dan gula darah serta pengobatan gratis. Sementara tim dokter memberikan materi tentang mencegah hipertensi dan diabetes.

Kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis kali terakhir dilaksanakan di Masjid Walisongo, Desa Singopuran, Kartasura, Sukoharjo, pada Minggu (1/12/2019).

"Kami sudah melaksanakan penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis di tujuh masjid mulai Oktober-awal Desember. Pada 2020, kami menargetkan menyambangi 15 masjid," ujar dia.

Iswati ini menyampaikan aksi sosial lainnya berupa penyaluran bantuan air bersih dan pengobatan gratis di wilayah Wonosamudro, Boyolali, pada 6 November. Hal ini bagian dari komitmen rumah sakit untuk memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.

RSIS Yarsis Surakarta juga berkomitmen memberikan pelayanan prima terhadap pasien rawat jalan maupun rawat inap. Selain sumber daya manusia (SDM), pelayanan prima terhadap pasien didukung peralatan medis serta sarana dan prasarana yang memadai.

"Aula rumah sakit bisa digunakan untuk kegiatan kajian ilmiah tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Ini juga komitmen kami agar RSIS menjadi pusat edukasi kesehatan masyarakat," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten