RSIS Yarsis Kartasura Gratiskan Biaya Operasi Pesepak Bola Asal Jawa Barat
Pintu utama RSIS Yarsis, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. (Solopos/Iskandar)

Solopos.com, SUKOHARJO — Rumah Sakit Islam Surakarta atau RSIS Yarsis, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, menggratiskan biaya operasi seorang atlet sepak bola yang cedera anterior cruciate ligament (ACL).

RSIS Yarsis telah melayani pasien yang mengalami cedera saat berolahraga dengan membuka sport injury dan fisioterapi. Pasien yang menjalani operasi ACL itu adalah seorang atlet sepak bola bernama Dede Angga Nugraha asal Ciamis, Jawa Barat.

Dede merupakan penggawa Persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis (PSGC) pada beberapa tahun lalu. Dede mengalami cedera robek ligamen anterior cruciatum sehingga vakum bermain sepak bola selama dua tahun.

Tim Puslabfor Polda Jateng Olah TKP Kebakaran Pabrik Telukan Sukoharjo, Hasilnya?

RSIS Yarsis Kartasura lantas melaksanakan seleksi pasien yang menderita cedera AGL dengan beberapa kriteria.

“Dede seorang pesepak bola yang layak mendapat layanan operasi lantaran masa depan kariernya masih panjang. Operasi cedera ACL berlangsung pada 28 Agustus tanpa biaya alias gratis,” kata Ketua Tim Sport Injury RSIS Yarsis, Ilham Hariyadi, kepada Solopos.com, Jumat (18/9/2020).

Ilham mengklaim RSIS Yarsis menjadi satu-satunya rumah sakit Soloraya yang menggratiskan biaya operasi ACL. Dede hanya membayar biaya perawatan dan fisioterapi.

Urus Perizinan Ke Polisi, Inisiator Balap Lari Solo Ingin Buka Kelas Wanita dan Kelas Berat

Menurut Ilham, biaya operasi ACL cukup mahal. Pasien harus merogoh kocek pribadi senilai Rp60 juta-Rp70 juta. Mereka juga harus menunggu selama berbulan-bulan untuk menjalani operasi tersebut.

Persoalan ini yang mendasari RSIS Yarsis Kartasura menggeber program gratis biaya operasi ACL bagi pasien yang sesuai kriteria.

Ligamen Robek

Tim dokter spesialis ortopedi dengan ketua Rona Sasetyo mengangkat ligamen yang robek dan menggantinya dengan jaringan baru.

Muscablub Pemuda Pancasila Solo, 7 Orang Siap Gantikan Almarhum Danang Liestianto Jadi Ketua

“Biasanya, pasien yang mengalami cedera ACL merupakan para atlet dan masyarakat yang beraktivitas tinggi setiap hari. Mereka tak bisa melakukan aktivitas berat seperti berolahraga,” ujarnya.

Pasien yang telah menjalani operasi bakal melakukan terapi fisioterapi untuk memperkuat otot dan ligamen. RSIS Yarsis Kartasura memiliki fisioterapi center yang mana para pasien yang memiliki keterbatasan gerak dan fungsi tubuh bisa memanfaatkanya.

Terapi fisioterapi juga berfungsi mencegah cacat fisik serta mengurangi risiko cedera dan gangguan pergerakan tubuh.

13 Puskesmas Solo Dapat Penilaian Terbaik Se-Jateng, Mana Saja?

Sementara itu, Dede Angga Nugraha mengaku sempat putus asa akibat cedera ACL yang ia alami pada 2018 lalu. Kala itu, betis kaki kanannya bengkak sehingga tak bisa berjalan normal.

Dia hanya beraktivitas dalam rumah setelah robeknya jaringan ligamen kaki itu. Dede mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi program operasi gratis RSIS Yarsis Kartasura.

“Saya sempat putus asa karena kaki kanan selalu nyeri saat berjalan. Saat itu, tak bisa beraktivitas normal. Padahal, kalau operasi ACL saya harus menyiapkan uang puluhan juta rupiah. Saya apresiasi program operasi gratis ACL di RSIS Yarsis,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom