RS Triharsi Solo Bertransformasi, Pasien dan Pengunjung Kian Nyaman
Ilustrasi Tower RS Triharsi Solo (Facebook RS Triharsi Surakarta)

Solopos.com, SOLO -- Rumah Sakit atau RS Triharsi Solo memiliki reputasi sebagai rumah sakit bersalin dan anak yang sangat baik sejak dulu.

Reputasi ini terbangun karena RS yang beralamat di Jl. Monginsidi No. 82 Gilingan, Banjarsari, Solo, ini memiliki perjalanan pelayanan kepada masyarakat sejak 1983.

Dalam kurun waktu 10 tahun, Yayasan Triharsi menerima Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang pemberian izin untuk penyelenggaraan Rumah Sakit Ibu dan Anak Triharsi.

Batuk Bukan Penyakit, Tapi...

RS Triharsi Solo terus berkembang hingga menjadi rumah sakit umum yang ditetapkan pada 1998. Perjalanan rumah sakit semakin maju sejak beralih kepemilikan kepada PT TRIHARSI pada 2016.

Kini RS Triharsi tak hanya mempertahankan reputasi sebagai rumah sakit dengan pelayanan prima pada kesehatan ibu dan anak, namun juga untuk pelayanan kesehatan umum.

Direktur RS Triharsi Solo, Dokter Langi Surjani, menjelaskan rebranding pelayanan kesehatan ini diiringi dengan pembenahan dan peningkatan kualitas dokter, SDM kesehatan lainnya, alat kesehatan, maupun gedung.

Saat ini RS Triharsi memilki 16 poliklinik yang diampu oleh dokter-dokter spesialis yang siap memberikan pelayanan prima kepada pasien.

2 Tower

 

RS Triharsi Solo
Tower RS Triharsi Solo (Istimewa)

Dari sisi infrastruktur, manajemen baru juga berinvestasi lahan seluas 1.200 meter persegi untuk mendirikan satu tower.

“Kami targetkan mendirikan dua tower. Satu tower sudah selesai pada Oktober [2019] lalu. Tower ini memiliki sembilan lantai dan sudah dioperasionalkan. Sedangkan tower kedua segera dibangun di atas lahan bangunan lama,” ujar Langi Surjani.

Manajemen mendesain basement untuk area parkir yang menampung 20 kendaraan roda empat dan sekitar 50 sepeda motor, musala, dan layanan laundri. Lantai I disiapkan untuk area parkir kendaraan dan lobi.

Perhatikan! Ini 4 Nutrisi Penting untuk Ibu Hamil

Dalam waktu dekat akan ada perluasan wilayah parkir di Jalan S. Parman seluas 600 m2, dan juga penambahan area parkir RS Triharsi Solo di Jalan Monginsidi.

Lantai II terbagi untuk ruang laboratorium dan ruang radiologi. Masyarakat yang mengakses layanan rawat jalan pada 16 poliklinik ditempatkan di Lantai III tower barat. Layanan rawat inap yang memiliki kapasitas 80 bed berada di lantai V, VI, dan VII.

Sementara lantai VIII disiapkan untuk ruang bersalin dan ruang Intensive Care Unit (ICU). Lantai IX merupakan kamar bedah sebanyak 4 ruang, yang memiliki fasilitas hepa filter untuk menyaring bakteri dan mengatur sirkulasi udara sehingga ruangan steril.

RS Triharsi Solo juga berinvestasi pada peralatan terbaru, antara lain USG empat dimensi dan dua dimensi; tindakan untuk menangani penyakit batu ginjal dapat dilakukan tanpa sayatan dengan laser endourologi, atau dengan ESWL (extracorporal shockwave lithotripsy) maupun sayatan tidak sampai satu centimeter dengan tehnik Percutaneous Nephrolithotomy atau Nephrolithotripsy (PCNL).

Orang Dewasa Juga Butuh Imunisasi

Untuk layanan ortopedi, RS Triharsi Solo memiliki fasilitas bedah tulang yang mampu menangani trauma akibat kecelakaan yang membutuhkan penanganan segera, maupun akibat penyakit degeneratif yang dilayani oleh dua dokter spesialis.

Manager Marketing RS Triharsi, Dokter Andrew Santoso, mengatakan RS Triharsi Solo segera membangun ruang komersial dengan memanfaatkan rooftop, seperti ATM Center, taman bermain dan dua foodcourt. Sejumlah fasilitas usaha akan bertambah beriringan dengan pembangunan tower baru.

”Kami ingin mengubah pandangan mayarakat yang menganggap semua rumah sakit menyeramkan. Rumah sakit bisa menjadi tepat nongkrong yang nyaman dan menyenangkan,” ujarnya. (BC)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho