Kategori: Sragen

RS Swasta di Sragen Siapkan 83 Tempat Tidur Pasien Covid-19


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN — Sejumlah rumah sakit (RS) swasta di Sragen siap berpartisipasi dalam pelayanan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan menyediakan sebanyak 83 tempat tidur atau bed.

Sementara itu dua RSUD milik Pemerintah Kabupaten Sragen sudah tersedia sebanyak 122 tempat tidur untuk pasien Covid-19, termasuk di dalamnya tujuh tempat tidur di ruang intensive care unit (ICU) Covid-19 di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto saat dihubungi Solopos.com, Senin (18/1/2021), menyampaikan RS swasta di Sragen sedang menyiapkan tempat tidur untuk ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

WHO Peringatkan Kasus Covid-19 Dekati 100.000 Kematian Per Pekan

Hargiyanto menyebut sudah ada kesanggupan ketersediaan tempat tidur di RS swasta mencapai 83 tempat tidur.

Dia menyatakan tempat tidur itu mulai dioperasionalkan pada Februari 2021 mendatang. Sehingga mulai Februari ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Sragen mencapai 205 tempat tidur.

“Untuk nama-nama rumah sakit tidak perlu disebutkan dulu. Nanti saat sudah operasional tidak masalah disebutkan namanya. Ini datanya masih dinamis karena mungkin RS yang akan berpartisipasi bertambah. Untuk ketersediaan RSUD juga ada, seperti di RSSP dan RSUD dr. Soeratno Gemolong,” ujar Hargiyanto di sela-sela kunjungan ke Jenar, Sragen.

Permintaan Dinkes Jateng

Informasi yang dihimpun Solopos.com, jumlah tempat tidur di ruang isolasi RSSP Sragen ada 78 tempat tidur, plus dua tempat tidur di ruang isolasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSSP. Selain 80 tempat tidur isolasi itu, masih ada tujuh tempat tidur di ICU Covid-19.

“Untuk ICU ada permintaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah supaya bisa menambah tempat tidur di ICU Covid-19 sampai 15 unit. Tetapi itu menjadi kebijakan RSSP. Selain itu untuk tempat tidur di Technopark mencapai 280 tempat tidur,” ujar Hargiyanto.

Kades Sekarsuli Klaten Meninggal, Pemakaman dengan Protokol Covid-19

Dia menerangkan peningkatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sragen itu tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan kebutuhan jumlah tempat tidur karena masa perawatannya hanya 10 hari.

Dia menerangkan ketersediaan tempat tidur Covid-19 itu diupayakan 30%-40%. Hargiyanto tidak bisa memasang target untuk kebutuhan tempat tidur Covid-19.

Direktur RSSP Sragen dr. Didik Haryanto berencana menambah jumlah tempat tidur pada ruang ICU Covid-19. Untuk pembangunan ruang ICU Covid-19 dengan tujuh tempat tidur itu saja menelan anggaran sampai Rp3 miliaran.

Duh, Kapal SAR Berbenturan dengan Kapal Lain di Lokasi Evakuasi Sriwijaya Air

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati