Kategori: Sukoharjo

RS Rujukan Covid-19 di Sukoharjo Diminta Tambah 30 Persen Bed


Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono

Solopos.com, SUKOHARJO--Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo meminta setiap rumah sakit rujukan Covid-19 menambah bed di ruang isolasi minimal 30 persen dari total jumlah bed dan 15 bed di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kebijakan ini diambil untuk menekan kasus Covid-19 dan angka kematian pasien positif.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran (SE) Bupati Sukoharjo nomor 400/334/2021 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan Pada Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Sukoharjo.

Dalam aturan itu, setiap rumah sakit rujukan Covid-19 baik pemerintah maupun swasta diminta menambah tingkat ketersediaan ruang isolasi dan ICU untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

Baca Juga: Dana Desa Sragen Tetap Prioritaskan Penanggulangan Covid-19

Mengoptimalkan Ruang Isolasi

Penjabat (Pj) Sekda Sukoharjo, Budi Santoso, mengatakan penambahan bed di ruang isolasi dan ICU dilakukan di sembilan rumah sakit rujukan Covid-19 di Sukoharjo antara lain RSUD Ir. Soekarno, RS Indriati Solo Baru dan RS UNS. Saat ini, tren kasus harian Covid-19 terus meningkat setiap hari.

Kondisi ini diperparah angka kematian pasien positif yang tergolong tinggi. "Kabupaten Sukoharjo kembali berstatus zona merah atau risiko tinggi pada pekan ini. Salah satu upaya untuk menekan kasus Covid-19 dan angka kematian pasien positif adalah menambah ketersediaan bed di ruang isolasi dan ICU setiap rumah sakit," kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (6/2/2021).

Selain menambah bed ruang isolasi dan ICU di setiap rumah sakit, satgas berupaya mengoptimalkan ruang isolasi terpadu di RS UNS, Kecamatan Kartasura. Apabila ruang isolasi RS UNS penuh, pasien positif tanpa gejala dan gejala ringan dibawa ke lokasi isolasi terpadu Soloraya di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali.

Baca Juga: Pengawasan PKL Karanganyar, Apa Tujuannya?

Satgas bakal melakukan monitoring tingkat keterisian ruang isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan Covid-19 secara berkala. "Jika kondisi rumah sempit dan tak ada ruangan khusus maka pasien positif tanpa gejala didorong untuk menjalani isolasi di RS UNS atau Asrama Haji Donohudan," ujar dia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan telah melakukan rapat koordinasi dengan manajemen rumah sakit di Kabupaten Jamu pada pekan lalu. Mereka berkomitmen menambah bed di ruang isolasi minimal 30 persen.

Satgas juga telah mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan di rumahs akit rujukan Covid-19. Selain itu, upaya deteksi dini virus harus dilakukan secara agresif guna memutus mata rantai penularan virus.

"Peningkatan kualitas pelayanan dan penanganan pasien positif di rumah sakit harus dibarengi dengan penguatan kapasitas masyarakat terhadap pencegahan pandemi Covid-19," ujar dia.

Share