Tutup Iklan
RS Ponorogo Mulai Penuh, Sejumlah Pasien Covid-19 Isolasi di Rumah
Ilustrasi virus corona atau covid-19 (Freepik)

Solopos.com, PONOROGO - Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan saat ini kondisi rumah sakit di Ponorogo sudah mulai penuh pasien Covid-19. Ada beberapa pasien positif Covid-19 yang terpaksa menjalani isolasi di rumah secara mandiri.

Diketahui, ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 10 orang di Kabupaten Ponorogo pada Rabu (8/7/2020). Dengan penambahan itu, total ada 66 kasus Covid-19 di Ponorogo. Sebanyak 32 pasien dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal dunia.

Hingga kini, masih ada 31 pasien Covid-19 yang masih dirawat. Sebanyak 29 pasien dirawat dan diisolasi di rumah sakit. Sedangkan dua pasien Covid-19 lainnya harus menjalani isolasi di rumah secara mandiri.

Cerita Mbah Tarso Purwokerto 5 Tahun Hidup di Gubuk Reyot dari Karung Bekas di Pinggir Kali

"Untuk masyarakat Ponorgo pada umumnya. Nampaknya saat ini penambahan kasus semakin banyak. Mari semakin waspada. Mari saling jaga. Mari saling mengingatkan," jelas dia.

Tambahan 10 pasien Covid-19 baru di Ponorogo itu mayoritas merupakan santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Sebanyak enam santri dinyatakan positif Covid-19 hari ini. Keenam santri itu berasal dari luar Jawa.

Dua orang berasal dari Makassar (Sulawesi Selatan), satu orang dari Manado (Sulwesi Utara), satu orang dari Banjar (Kalimantan Selatan), satu orang dati Ternate (Maluku Utara), dan satu orang dari Gowa (Sulawesi Selatan).

4 Pasien Lain

Sedangkan empat kasus lainnya adalah seorang perempuan berusia 20 tahun berasal dari Joresan, Kecamatan Mlarak. Pasien ini merupakan anak dari pasien nomor 46 yang sudah meninggal dunia.

Tambahan selanjutnya yakni bocah perempuan berusia sembilan tahun warga Patihan Kidul, Siman. Pasien ini merupakan anak dari pasien nomor 49 bagian dari hasil tracing kasus Ronowijayan.

Ngambek Tak Dibelikan Kue Ultah, Bocah Tanon Sragen Nekat Gowes Sampai Ngawi

Pasien selanjutnya seorang perempuan berusia 27 tahun asal Bedrug, Kecamatan Pulung. Pasien ini merupakan petugas di Bandara Juanda. Dua pekan lalu pasien ini datang ke Ponorogo. Pada tanggal 3 Juli melakukan rapid test karena akan kembali ke Surabaya. Ternyata hasilnya reaktif. Setelah itu, pasin ini menjalani tes swab dan hasilnya ternyata positif.

"Satu pasien tambahan lagi seorang perempuan berusia 25 tahun asal Lengkong, Sukorejo. Dia melakukan pemeriksaan PCR atas permintaan sendiri untuk keperluan pergi ke Papua. Dan hasilnya hari ini dinyatakan positif. Saat ini sedang dilakukan tracing kontak erat," tandas Bupati.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho