RS Indriati Solo Baru Beroperasi Akhir Mei, PKL Selatan Patung Kuda Steril Direlokasi
Kawasan Solo Baru, Sukoharjo (Dok/JIBI/Solopos)

RS Indriati Solo Baru segera beroperasi.

Solopos.com, SUKOHARJO – Kawasan sisi selatan Patung Kuda bakal steril dari pedagang sunday market yang berjualan setiap Minggu. Ini dilakukan menyusul beroperasinya rumah sakit (RS) Indriati, Solo Baru pada akhir Mei.

Camat Grogol, Bagas Windaryatno, mengatakan telah berkoordinasi dengan instansi terkait ihwal rencana relokasi pedagang sunday market. Solusinya, kawasan sisi selatan Patung Kuda steril dari pedagang.

Pintu gerbang RS Indriati terletak di sisi selatan Patung Kuda yang digunakan untuk mengevakuasi pasien maupun akses keluar masuk karyawan rumah sakit. “Jadi pedagang yang berjualan di sisi selatan digeser ke sisi utara Patung Kuda. Ini solusi paling baik bagi pedagang Sunday market maupun manajemen rumah sakit,” kata dia, kepada Solopos.com, Kamis (11/5/2017).

Para pedagang sunday market tetap bisa berjualan di lokasi lama yakni sisi selatan Bundaran Pandawa. Hanya, pedagang yang berjualan di sisi selatan digeser ke sisi utara Patung Kuda. Artinya, lokasi sunday market dipusatkan di sisi utara Patung Kuda hingga Bundaran Pandawa.

Bagas telah mencari lokasi lain untuk berjualan para pedagang namun belum ada yang representatif. “Saya khawatir jika pedagang direlokasi ke kawasan sisi barat Fave Hotel Solo Baru bakal dikomplain para pemilik rumah toko (ruko) atau pelaku usaha. Banyak ruko di belakang hotel, mereka bakal komplain lantaran ada pedagang sunday market yang menganggu akses keluar masuk,” papar dia.

Suasana sunday market Solo Baru tak jauh beda dengan Sunday market di sekitar Stadion Manahan. Masyarakat dapat memilih berbagai jenis makanan dan minuman, perabotan rumah tangga hingga aksesori. Jumlah pedagang yang berjualan lebih dari 500 orang.

Perputaran Uang

Perputaran uang di sunday market diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Masyarakat berjubel saat berbelanja di sunday market. “Kegiatan sunday market berdampak positif dan berimplikasi langsung meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami akan menata agar pedagang bisa berjualan dengan nyaman sehingga jumlah pengunjung makin banyak,” terang dia.

Lebih jauh, Bagas menambahkan setiap pedagang mempunyai kartu tanda anggota (KTA) yang berlaku selama tiga tahun. Lokasi berjualan setiap pedagang telah ditata untuk mencegah saling serobot lahan. Bagas bakal berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Langenharjo untuk menata para pedagang sunday market.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Solo Baru, Sudarsi, mengatakan bakal berkomunikasi dengan para pedagang sunday market untuk membahas lokasi berjualan pascaberoperasinya rumah sakit. Sejauh ini, para pedagang mempunyai pelanggan setia yang kerap berbelanja di sunday market.

Wanita yang akrab disapa Darsi ini berharap setiap pedagang harus punya lahan untuk mengantisipasi agar tak saling serobot. “Saya akan berdialog terlebih dahulu dengan teman-teman [pedagang]. Bisa jadi, mereka akan mengusulkan lokasi yang representatif untuk berjualan,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom