RSU Aisyiyah Ponorogo (rsmuhammadiyahjatim.com)

Madiunpos.com, PONOROGO -- Rumah Sakit Aisyiyah Ponorogo ditetapkan menjadi rumah sakit kelas C terbaik versi BPJS Kesehatan Award. Rumah sakit ini dianggap memiliki keunggulan networking penanganan kegawatdaruratan sehari-hari dan bencana bagi masyarakat awam.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, saat mengunjungi salah satu Fasilitas Kesehatan Terbaik untuk Kategori Rumah Sakit Kelas C di RS Aisyiyah Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019).

BPJS Kesehatan telah memberikan penghargaan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Rumah Sakit (RS) yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam ajang BPJS Kesehatan Award, Kamis (15/8/2019) lalu. Salah satu yang menerima penghargaan itu RS Aisyiyah.

“Di tengah hiruk pikuk perubahan yang terjadi serta tantangan yang harus diselesaikan dalam pengelolaan Program JKN-KIS, saya sangat mengapresiasi, ternyata masih banyak fasilitas kesehatan yang terus memberikan pelayanan terbaiknya kepada peserta JKN-KIS dan terus comply terhadap kebijakan yang ada,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Madiunpos.com.

Fachmi menuturkan RS Aisyiyah Ponorogo menjadi rumah sakit kelas C terbaik versi BPJS Kesehatan Award. Rumah sakit ini memiliki keunggulan untuk networking penanganan kegawatdaruratan sehari-hari dan bencana bagi masyarakat awam.

Rumah sakit ini juga rutin melaksanakan workshop kepada masyarakat sekitar dengan melibatkan RS lain dan Puskesmas.

Dalam hal pelayanan pasien, rumah sakit ini juga memiliki mobil ambulans gratis dari rumah ke rumah sakit dan dari rumah sakit ke rumah.

Keunggulan lainnya, RS Aisyiyah Ponorogo memiliki program Melati Trans yaitu program pengantaran dengan radius 20-30 km serta pengantaran pasien ke rumah gratis dengan transportasi online dengan radius sampai dengan 20 km.

BPJS Kesehatan Award, kata dia, dilaksanakan dalam rangka HUT ke-51 BPJS Kesehatan. Selain itu juga untuk memberikan penghargaan terhadap fasilitas kesehatan yang memiliki komitmen tinggi dalam menyukseskan program JKN-KIS dan memberikan pelayanam yang berkualitas kepada peserta.

Diharapkan pengharagaan ini dapat memberikan motivasi dan semakin meningkatkan komitmen fasilitas kesehatan untuk membrerikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemilihan rumah sakit penerima penghargaan BPJS Kesehatan Award dilakukam dalam empat tahap. Tahap pertama dilakukan di tingkat kantor cabang dan tahap kedua di tingkat Kedeputian Wilayah.

Penilaian tahap pertama dan kedua berdasarkan 5 kriteria yaitu kesesuaian komitmen RS dengan isi kontrak, penilaian hasil survei Walking Through Audit (WTA), kesiapan customer service 24 jam, kecepatan respons dalam penanganan keluhan, dan inovasi RS bagi kemudahan pelayanan pasien.

Setelah melalui penyaringan dari sisi akreditasi rumah sakit, selanjutnya dilakukan tahap penilaian validasi evidence. Penilaian dilakukan dalam bentuk materi powerpoint dan audio visual serta penilaian site visit oleh tim juri terhadap indikator kesiapan customer service 24 jam, kecepatan respon dalam penanganan keluhan, dan inovasi RS.

"Variabel yang dinilai terkait humanisme atau nilai tambah RS terkait kepentingan/kebutuhan pasien dan keluarga. Selain itu dari sisi kebersihan lingkungan di antaranya kebersihan toilet, networking baik secara horizontal dan vertikal, antar petugas kesehatan di internal RS maupun RS lain dan FKTP untuk kepentingan mutu pelayanan pada pasien secara merata, keberadaan ruang administrasi dan pengaduan," jelasnya. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten