SOLOPOS.COM - Ilustrasi jalan (/JIBI/Harian Jogja/Dok))

Ilustrasi Jalan Raya (Dok/JIBI/Solopos)

Ilustrasi Jalan Raya (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran senilai Rp42 miliar untuk membangun jalur tembus antarprovinsi.  Proyek peningkatan jalan itu dimulai dari simpang empat Giribelah, Kecamatan Giritontro, Jawa Tengah menuju Mukus, Kecamatan Donorojo, Provinsi Jawa Timur.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri, Selasa (26/11)/2013 di kantornya.  Didampingi Kabid Bina Marga DPU Wonogiri, Prihadi Ariyanto, Sri Kuncoro, menjelaskan awalnya peningkatan jalan di daerah perbatasan akan dilakukan akhir 2013.

“Waktu yang mepet menjadi pertimbangan sehingga pengerjaan proyek peningkatan jalan akan dilakukan tahun anggaran 2014.”

Dijelaskannya, rencananya akan dikerjakan Februari 2014. “Jalur tersebut sering dilewati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika pulang ke Pacitan sehingga ada pemikiran untuk ditingkatkan dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi.”

Menurutnya, pengerjaan proyek tersebut ditangani oleh satuan kerja (satker) pusat. “Pemkab hanya menerima manfaat dan menyiapkan dana sharing. Panjang jalan sejauh 7,5 kilometer dengan lebar jalan 15 meter. Sekarang ini, lebar jalan rata-rata 6 meter hingga 11 meter. Sementara di Pacitan, lebar jalan sudah 24 meter sehingga disesuaikan menjadi jalan standar nasional.”

Kabag Kerja Sama Pemkab Wonogiri, Edi Martomo, menjelaskan, realisasi peningkatan jalan antarprovinsi di Giritontro merupakan wujud kerja sama Pacitan (Jawa Timur) , Wonogiri (Jawa Tengah) dan Wonosari (DIY).  “Memang persoalan infrastruktur jalan menjadi permasalahan di daerah perbatasan. Ternyata pada 2014, salah satu infrastruktur jalan di daerah perbatasan sudah ditangani.”

Asisten bidang pemerintahan Pemkab Wonogiri, Edi Sutopo mengakui, proyek peningkatan jalan tembus Wonogiri-Pacitan dimulai 2014.  Edi menegaskan, kegiatan mendesak adalah sosiliasasi terhadap warga terkait pembebasan tanah.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Wonogiri, Mulyadi mengatakan, segera melakukan survei. Edi Sutopo dan Mulyadi mengatakan, peningkatan jalan alternatif antarprovinsi akan meramaikan ekonomi di dua daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya