Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya didampingi istri sekaligus Ketua TP PKK Sukoharjo Etik Suryani meninjau salah satu stan produk UMKM di Sukoharjo Expo 2019, Jumat (23/8/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sukoharjo Expo 2019 yang digelar Pemkab Sukoharjo pada 23-27 Agustus membukukan transaksi senilai Rp2,7 miliar dengan total pengunjung 22.750 orang.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Sukoharjo Sutarmo mengatakan gelar potensi ini berhasil menarik pengunjung sebanyak 2.500 sampai 2.700 setiap harinya.

Mereka berkunjung ke stan-stan Sukoharjo Expo 2019. "Ini memang Expo pertama kami yang bertaraf nasional. Dari 200 stan yang kami buka semuanya terisi penuh dengan dua stan yang dijadikan tempat kesekretariatan," katanya, Rabu (28/8/2019).

Produk-produk lokal andalan seperti kerajinan tangan serta batik masih menjadi primadona alias paling banyak diminati pengunjung. Selain itu produk lokal lainnya seperti sarung goyor, gitar, tatah sungging tak kalah menarik perhatian.

Begitu pula produk unggulan olahan di bidang kuliner yang ramai disasar pengunjung. Sedangkan batik masih menjadi produk lokal yang paling banyak diminati dan terlaris selama Expo ini.

"Nilai transaksi bisa mencapai Rp2,7 miliar dan total pengunjung 27.000 orang. Mereka tidak hanya dari Sukoharjo, tapi wilayah lain seperti Klaten, Wonogiri, Karanganyar, dan lainnya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ajang unjuk potensi tingkat nasional ini memang cukup mencuri perhatian. Pemkab berharap gelar potensi tahun depan bisa bertaraf internasional.

"Penyelenggaraan expo ini diharapkan mampu memberi kontribusi kepada masyarakat dan kabupaten. Ada 19.840 UMKM di Sukoharjo yang diharapkan bisa memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi," ungkap Sekda.

Dengan pemberdayaan UMKM di Sukoharjo, Sekda berharap angka pengangguran juga bisa dituntaskan. Angka pengangguran di Sukoharjo mencapai 2,78 persen.

Ia berharap pemuda menjadi termotivasi untuk berwirausaha. Menurutnya, dalam persaingan terbuka kunci sukses usaha bukan hanya modal. Pelaku usaha harus berani bertaruh pada usaha dan cepat menangkap peluang.

Agus memberikan beberapa catatan sebagai evaluasi seperti meningkatkan promosi serta menambah variasi wilayah peserta expo dan variasi produk.

"Meski ini event nasional pertama, capaiannya cukup memuaskan. Omzetnya mencapai Rp2,7 miliar. Memang perlu ada evaluasi untuk perbaikan juga persiapan Gelar Potensi tahun depan yang semoga bisa bertaraf internasional," ujar dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten