Round Up KLB Corona Sukoharjo: Tempat Hiburan & Jalan Kampung Ditutup
Ilustrasi tes virus corona (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona (Covid-19) untuk daerahnya.

Keputusan itu diambil setelah adanya satu pasien asal Grogol, Sukoharjo terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan satu pasien suspect lainnya yang juga berasal dari Grogol meninggal dunia pada pekan lalu.

Penularan

Setelah dilakukan penelusuran, pasien positif penyakit virus corona di Sukoharjo itu ternyata pernah menjalin kontak fisik dengan pasien lain yang juga berstatus positif Covid-19.

Ia diduga terinfeksi Covid-19 dari rekannya yang juga dinyatakan positif. Rekannya itu saat ini menjalani perawatan di RSUD Margono Banyumas.

Suporter Persis Solo Ultras 1923 Bagi-Bagi Masker & Hand Sanitizer Gratis

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah (Jateng), Yulianto Prabowo, menyebut kedua pasien itu diketahui telah menjalin kontak fisik.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kedua pasien itu merupakan karyawan perusahaan kenamaan yang bergerak di bidang pembiayaan atau kredit.

Kedua pasien itu bertemu atau menjalin kontak saat mengikuti acara outbound atau gathering yang digelar perusahaannya.

Kegiatan itu dilakukan di sebuah objek wisata lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, 11-12 Maret lalu.

Sudah Bermutasi, Virus Corona di Luar China Lebih Menakutkan

"Iya, keduanya ada berhubungan di acara itu. Saat ini kami terus melakukan tracking untuk mengetahui apakah hanya dua orang itu yang terinfeksi, atau masih ada yang lain," ujar Yulianto saat dijumpai Solopos.com di kantornya, Senin (23/3/2020).

Yulianto mengaku pihaknya sudah memegang daftar peserta outbound perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan atau perkreditan itu.

“Kita sudah tahu kontak-kontaknya. Kita sudah tahu siapa saja yang menjalin kontak dengan pasien positif itu, baik kontak dekat maupun kontak sosial. Sudah diawasi dan kita tetapkan sebagai ODP [orang dalam pemantauan,” terang Yulianto.

Jalan Kampung Ditutup

Status KLB virus corona itu memicu warga di RT 001/RW 001, Desa Pranan, Polokarto, Sukoharjo, meningkatkan kewaspadaan. Mereka menutup lima akses jalan ke permukiman penduduk.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, Senin (23/3/2020), warga setempat menutup lima portal pintu masuk menuju jalan perkampungan sejak sepekan lalu. Warga setempat yang hendak bepergian keluar rumah harus melewati satu portal yang dibuka.

“Hanya satu portal yang dibuka dan dijaga warga setempat. Penjaga bakal memeriksa kondisi kesehatan warga yang keluar dan masuk rumah penduduk,” kata Ketua RT 001/RW 001, Desa Pranan, Sukino, Senin.

Jam Besuk RSUD Karanganyar Dibatasi, Pengunjung Nekat Lompat Pagar

Meski demikian, warga tak keberatan dengan penutupan jalan kampung itu. Mereka memaklumi tujuan penutupan jalan untuk menekan persebaran virus corona di Sukoharjo.

Tempat Hiburan

Bukan hanya jalan, tempat hiburan di Sukoharjo pun juga akan ditutup sementara. Pengelola tempat hiburan diminta menyemprotkan disinfektan di setiap ruangan.

Di kawasan Solo Baru, Grogol, terdapat puluhan tempat hiburan seperti karaoke, kafe, panti pijat dan spa.

Kebijakan penutupan ini juga berlaku untuk objek wisata di Kabupaten Sukoharjo. “Kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar ditiadakan termasuk tempat hiburan. Ini upaya pencegahan virus corona agar tak meluas," kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Agus Santosa, saat ditemui wartawan, Senin (23/3/2020).

Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Sukoharjo dan pemerintah kecamatan bakal melakukan patroli keliling untuk memastikan tempat hiburan menutup sementara operasional.

Selama ditutup, pengelola tempat hiburan diminta menyemprotkan disinfektan atau membersihkan ruangan, kursi, dan meja.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho