Round Up Covid-19 Wonogiri: Kasus Positif Tetap, Salat Id Berjemaah Dibatasi 15 Orang
Ilustrasi wabah virus corona (Covid-19). (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI — Data yang dirilis Pemkab Wonogiri mencatatkan tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di wilayah ini pada Selasa (19/5/2020). Alhasil, lebih dari pekan total kasus akumulatif tetap 10 orang.

Dari 10 kasus positif Covid-19 di Wonogiri, dua di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kemudian, ada tujuh orang yang sudah dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia.

Terungkap! Gambar Menyeramkan Gadis Pembunuh Bocah Ceritakan Siksaan Pacar

Untuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) di Wonogiri juga tak bertambah, tetap 53 orang. Adapun perinciannya, sejumlah tiga orang menjalani perawatan di rumah sakit, 48 sembuh dan dua meninggal dunia.

Sedangkan untuk kategori orang dalam pemantauan tercatat mengalami lonjakan sebanyak 12 orang menjadai 760. Adapun perinciannya, 92 sedang dipantau dan 668 selesai menjalani pemantauan.

Sebelum Dikirim Ke Lab, Spesimen Swab Pasien Covid-19 Soloraya Wajib Didaftarkan di Aplikasi Ini

Salat Id di Wonogiri

Majelis Ulama Indoenesia (MUI) Wonogiri memperbolehkan salat Idulfitri digelar berjamaah. Namun, MUI mengimbau bagi panitia pelaksanaan salat Id harus membatasi jumlah jemaah.

Kepala Kementerian Agama Wonogiri, Cahyo Sukmana, mengatakan salat Idulfitri secara jemaah bisa dilaksanakan di daerah, perkampungan atau perumahan yang wilayahnya tidak luas dan jumlah penduduk tidak padat.

Gambar Terbaru Gadis Pembunuh Bocah Sawah Besar, Tak Lagi Menyeramkan

Ia mengatakan, batasan yang diperbolehkan untuk melaksanakan salat jemaah sebanyak 15 orang. “Maksimal 15 orang, jika tambah sedikit misal delapan belas atau sembilan belas diperkenankan,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa (19/5/2020)

Pada prinsipnya, menurut dia, pemerintah mengimbau agar pelaksanaan salat Idulfitri dilakukan di rumah bersama anggota keluarga atau sendiri (munfarid). Karena hingga saat ini penularan Covid-19 masih cukup tinggi, sehingga kegiatan yang melibatkan kerumunan perlu dihindari.

Meninggal Di Jakarta, Begini Ceritanya Jenazah Positif Covid-19 Dimakamkan Secara Biasa di Boyolali

“Sebenarnya bisa dilakukan salat jemaah dalam satu kampung, tetapi harus ada identifikasi calon jemaah yang mengikuti secara ketat. Misalnya, warga yang akan mengikuti dites menggunakan rapid test. Tetapi hal itu tidak memungkinkan,” ujar dia.

Pria Lansia Masaran Sragen Dilaporkan Hilang, SAR Gabungan Susur Sungai


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho