Round Up Corona Karanganyar: Positif Jadi 6 Orang, Klaster Gowa Negatif
Ilustrasi petugas medis virus corona. (Reuters)

Solopos.com, KARANGANYAR - Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Soloraya telah mencapai angka 65 pada Rabu (22/4/2020) malam meningkat 7 kasus dari yang dilaporkan pagi hari. Kabupaten Karanganyar sejauh ini memiliki 6 kasus dengan dua diantaranya meninggal dari satu sembuh.

Sedangkan untuk orang dalam pantauan (ODP) berjumlah 137 dan pasien dalam pengawasan berjumlah 30 orang. Kasus positif corona terbanyak di Karanganyar berasal dari Gondangrejo sedangkan sebaran ODP merata di setiap kecamatan dengan penumpukan terbanyak di Jatiyoso.

Positif Covid-19, Tenaga Kesehatan dari Gondangrejo Karanganyar Dirawat di RSUD Moewardi Solo

Tambah Satu Positif Corona Karanganyar

Jumlah pasien positif Covid-19 di Karanganyar bertambah satu lagi per Rabu (22/4/2020) yang berasal dari Wonorejo, Gondangrejo. Pasien tersebut diketahui merupakan seorang pria yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan salah satu rumah sakit di Solo.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, ketika ditemui Solopos.com setelah melantik beberapa ASN di Gedung BKPSDM Karanganyar. Dia mengatakan kondisi terbaru perkembangan persebaran Covid-19 di Karanganyar bertambah satu lagi pada Selasa (21/4/2020) malam.

Adapun tambahan satu pasien positif Covid-19 di Karanganyar itu adalah tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit di Solo. Pasien tersebut sebelumnya menjalani karantina mandiri sambil menunggu hasil swab.

“Sebelumnya yang bersangkutan itu sudah merasa ada gejala. Karena dia tenaga medis, jadi tahu bagaimana penangannya. Dia sudah mengarantina diri sendiri di rumah secara mandiri sembari menunggu hasil swab tenggorokan. Nah, semalam [Selasa] hasilnya keluar dan dinyatakan positif Covid-19,” jelas Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar itu.

Sebelum Mudik Dilarang, 500.000-an Pemudik Jateng Pulang Duluan

PDP Corona Klaster Gowa di Karanganyar

Juliyatmono juga memberikan kabar baik terkait hasil uji swab pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal asal Gawanan, Colomadu, yang merupakan peserta Ijtima Ulama Dunia Zona Asia 2020, Gowa, Sulawesi Selatan yang negatif. Selain itu, hasil uji swab dari tukang pijit yang kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 asal Sewurejo, Mojogedang juga dinyatakan negatif.

Terkait dua informasi warga meninggal dari Jumapolo dan Jatiyoso yang diduga positif Covid-19, Juliyatmono mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, kedua orang tersebut bukan pasien positif Covid-19.

“Tapi karena keluarga meminta bantuan untuk dimakamkan secara protokoler Covid-19 makanya kami bantu sesuai permintaan tersebut,” jelas dia.

Hingga Rabu (22/4/2020) pukul 14.47 WIB jumlah pasien positif Covid-19 di Karanganyar sejumlah enam orang, dua di antara mereka meninggal dunia.

37 Kontak Erat Pasien Positif Covid-19 Kalijambe dan Sragen Kota Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Bupati Karanganyar Ogah PSBB buat Hadapi Corona

Soal wacana Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Bupati Juliyatmono mengaku tak setuju. Menurutnya, menekankan displin ke masyarakat terkait penerapan protokol pencegahan persebaran Covid-19 menjadi cara yang paling tepat dilakukan saat ini.

"Secara pribadi, saya menolak keras PSBB. Solusinya bukan PSBB. Saya ndak setuju. Saya kira dari persyaratan harus PSBB itu belum cukup memadai," ujar Bupati saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2020).

Terkait Usulan Penerapan PSBB, Pemkab Klaten Tunggu Instruksi Gubernur

Bupati Karanganyar menilai PSBB akan mematikan ekonomi. Selain itu, banyak masyarakat yang belum paham PSBB sehingga banyak yang melanggar. Cara yang lebih tepat menurut Yuli adalah menekankan disiplin kepada masyarakat seperti di rumah saja, jaga jarak, pakai masker, hingga cuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir sesering mungkin.

"Saya lebih setuju menggunakan pengetatan dan disiplin secara bersama-sama. Warning bagaimana memutus mata rantai Covid-19. Nah, aktivitas diizinkan jalan sehingga aspek ekonomi tidak lumpuh. Tetapi upaya kita keras memutus mata rantai, seperti mengisolasi, membatasi kontak orang-orang yang terindikasi terkonfirmasi Covid-19. Kami sudah lakukan itu secara substansi," ungkap dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom