Round Up: 15 Kasus Pembuangan Bayi di Sukoharjo yang Menggemparkan

Terhitung sejak 2012, terdapat 15 kasus pembuangan bayi di Sukoharjo. Hanya sebagian kecil dari bayi yang ditemukan masih hidup. Sebagian besar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

 ilustrasi bayi. (Dok. Solopos)

SOLOPOS.COM - ilustrasi bayi. (Dok. Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO – Terhitung sejak 2012, terdapat 15 kasus pembuangan bayi di Sukoharjo. Hanya sebagian kecil dari bayi yang ditemukan masih hidup. Sebagian besar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Berikut Solopos.com sajikan 15 kasus pembuangan bayi yang menggemparkan publik Sukoharjo dan sekitarnya sejak 2012 hingga 2021.

1. Mayat Bayi Dikira Boneka di Grogol

Warga Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, digegerkan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki di pinggir Sungai Bengawan Solo, Jumat (27/10/2017) sekitar pukul 11.00 WIB. Bayi itu diperkirakan baru lahir dengan usia kandungan delapan bulan.

Mayat bayi ditemukan kali pertama oleh Muladi, warga Desa Laban, dan Basir, warga Desa Kadokan. Kala itu, mereka tengah memancing ikan di pinggir sungai. Mereka kaget saat ada benda mirip boneka yang terapung di bawah jembatan. Saat didekati ternyata benda itu adalah mayat bayi.

2. Mayat Bayi di Bawah Jembatan di Tawangsari

Warga Dusun Selo, Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, digegerkan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki, Selasa (22/8/2017) sekitar pukul 15.30 WIB. Bayi mungil itu ditemukan tak bernyawa di bawah jembatan aliran Sungai Bengawan Solo.

Mayat bayi itu ditemukan kali pertama oleh warga setempat, Untung dan Suyatno, yang tengah memancing ikan di pinggir sungai. Mereka kaget saat melihat benda mirip boneka terapung di bawah jembatan.

Baca Juga: Bayi Dibuang Dalam Kardus di Wonogiri Sempat Dehidrasi dan Mengalami Hipotermia

Saat didekati benda itu ternyata mayat bayi. Kedua pemancing itu lantas memanggil warga lainnya dan mengangkat mayat bayi. Mereka membungkus mayat bayi dengan kantong plastik putih.

Kapolsek Tawangsari kala itu, AKP Agus Suharsono, mengatakan petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi mayat bayi tersebut. Petugas membawa mayat bayi ke RSUD dr. Moewardi, Solo.

3. Bayi Dibuang di Teras Rumah Warga Grogol

Warga Dukuh Talang Baru RT 003/RW 011, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Sofiah, 64, menemukan bayi yang baru lahir di teras rumahnya, Jumat (11/11/2016). Bayi itu berjenis kelamin laki-laki dan saat ditemukan masih ada tali pusarnya. Saat ini, bayi itu dirawat di Puskesmas Grogol.

Kapolsek Grogol kala itu, AKP Sarwoko mengatakan polisi masih menyidiki penemuan bayi itu untuk mencari tahu siapa ibu kandungnya. “Polisi masih menyelidiki siapa yang menaruh bayi di teras rumah warga. Peristiwa penemuan bayi ini menjadi pekerjaan rumah kami,” ujar dia.

Kapolsek bercerita bayi dengan tali pusar masih menempel di tubuh itu ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB. Bayi ditempatkan di teras rumah Sofiah. “Bayi itu ditemukan pemilik rumah, Sofiah.”

4. Mayat Bayi Ditemukan di Dekat Kampus UMS

Mayat bayi berbungkus mukena ditemukan di dekat kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Pabelan, tepatnya di Jl Menco Raya, Gonilan, Sukoharjo. Warga Perumahan Nilasari Baru, Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jumat (13/5/2016) digemparkan dengan penemuan mayat bayi di Jl. Menco Raya di dekat rumah dr. Michael Wicaksono.

Baca Juga: Mayat Bayi Dibuang di Sragen Diduga dari Luar Kota

Sosok mayat bayi laki-laki itu dimasukkan tas warna merah dan diperkirakan baru dilahirkan. “Bayi itu dibungkus seperti kain mukena dan diletakkan di depan rumah seorang dokter. Menurut warga sekitar rumah itu memang sering kosong sehingga pelaku ketika meletakkan mayat tersebut tidak diketahui orang,” ujar Kabag Humas Polres Sukoharjo kala itu, AKP Joko Sugiyarto.

5. Bayi Dibuang di Depan Warung Makan Polokarto

Warga Dusun Glondongan, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto digegerkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan, Selasa (12/1/2016) sekitar pukul 03.30 WIB. Bayi mungil itu kemudian dirawat intensif di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Polokarto.

Bayi seberat 3,9 kg itu ditemukan tepat di halaman warung makan milik Sajinah. Kala itu, Sajinah baru saja bangun tidur dan hendak memasak makanan di dapur. Saat memasak, ia mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari halaman warung makan miliknya. Sontak, Sajinah langsung mencari sumber suara tangisan bayi itu.

Dia kaget bukan kepalang ketika mendapati bayi perempuan menangis di halaman warung makan. Saat itu, bayi mungil memakai baju putih dan tergeletak tepat di depan deretan meja dan kursi warung makan. Dia langsung memberi tahu keluarga dan tetangga rumahnya ihwal penemuan bayi perempuan itu.

6. Mayat Bayi Dibuang ke Bak Sampah di Bulakrejo

Kasus pembuangan bayi yang menghebohkan publik Sukoharjo juga terjadi pada September 2019. Bayi laki-laki ditemukan tak bernyawa di dalam kardus di bak sampah RT 003/RW 007 Bulakrejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Kamis (5/9/2019) lalu.

Sempat mencuat dugaan bayi itu dibuang oleh mahasiswa dari kampus tak jauh dari lokasi, namun fakta lain ditemukan polisi. Belakangan polisi berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi itu. Pembuang bayi itu adalah S, warga Kelurahan Bulakan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, yang sehari-hari bekerja sebagai instruktur senam.

7. Bayi Dibuang di Gerbang Rumah Warga di Pabelan

Warga Dukuh Delengan RT 002 RW 007 Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo dihebohkan suara tangisan bayi, Selasa (15/12/2015) malam. Bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu ditemukan terbungkus selimut beserta perlengkapan bayi di depan gerbang rumah Patmini,39, warga setempat.

Bayi yang saat ditemukan mempunyai berat badan 3 kg dan panjang 45 sentimeter tersebut dalam keadaan sehat. Karena itu tak heran jika banyak yang ingin mengadopsinya.

8. Mayat Bayi dalam Kardus Gegerkan Warga Nguter

Warga Pondok RT 003/ RW 002, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, digegerkan penemuan mayat bayi di dalam kardus di pekarangan warga setempat, Senin (29/11/2021). Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut melalui visum di RSUD dr Moewardi, Solo.

Kondisi bayi tersebut dibungkus perlak warna oranye dan kemeja lengan panjang warna merah motif kotak-kotak. Bayi tersebut diperkirakan baru berusia dua hari sejak dilahirkan. Panjangnya 4,8 sentimeter dengan berat 3 kg dengan kondisi tali pusar belum terpotong dengan plasenta masih menempel.

9. Mayat Bayi Ditemukan di Saluran Irigasi Dam Colo

Penemuan jasad bayi terjadi di Saluran Irigasi Dam Colo Timur tepatnya di Dukuh Melikan, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (28/9/2016) malam. Seorang warga bernama Kartoyo, 65, warga Desa Triyagan RT 001/RW 005, Kecamatan Mojolaban penemu jasad bayi berjenis kelamin laki-laki. Penemuan mayat bayi diketahui sekitar pukul 20.30 WIB.

Baca Juga: Pembuangan Bayi di Wonogiri, Sang Ayah Berusia 15 Tahun Dijerat Pidana

Ciri-ciri mayat bayi itu berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia enam bulan. Panjang bayi 15 sentimeter dan berat dua ons. Saat ditemukan kondisi bayi masih utuh. Menurut dokter yang melakukan penanganan di lapangan, mayat bayi diperkirakan sudah dua hari.

10. Mayat Bayi Ditemukan Bocah Pencari Kayu di Baki

Bermaksud mencari kayu bakar, seorang anak bernama Diky, 12, justru menemukan mayat bayi berjenis kelamin perempuan, Sabtu (20/7/2013). Penemuan mayat bayi menjelang waktu berbuka puasa itu menggemparkan warga sekitar.

Penemuan mayat bayi oleh warga Dukuh Tempel RT 003/RW 002, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo itu berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Mayat bayi diduga dikubur sedalam 30 sentimeter namun terendus hewan. Saat ditemukan, kepala bayi terdapat luka koyak yang diperkirakan hasil gigitan anjing yang berkeliaran di sekitar lokasi.

11. Mayat Bayi Dibungkus Kresek di Baki

Sesosok mayat bayi perempuan ditemukan di pinggir sungai di Desa Siwal, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Sabtu (26/1/2019), sekitar pukul 15.30 WIB. Bayi itu dibungkus tas kresek putih dan kardus.

Mayat bayi ditemukan warga setempat bernama Eko saat pulang ke rumah setelah mencari semut kroto. Eko berjalan kaki menyusuri pinggir sungai yang melewati wilayah Desa Siwal lalu menemukan kardus berisi kresek putih yang terbuka.

Baca Juga: Geger Penemuan Bayi Perempuan di Gubug Sawah Probolinggo

“Warga mengira bukan mayat bayi namun boneka atau anak kucing. Setelah diperhatikan seksama ternyata mayat bayi,” kata Kapolsek Baki kala itu, AKP Dani Herlambang. Penemuan mayat bayi itu menggegerkan warga setempat yang kemudian berduyun-duyun menuju lokasi kejadian. Beberapa warga melaporkan penemuan mayat bayi itu ke Polsek Baki.

12. Mayat Bayi Ditemukan di Pinggir Sungai Lemusir Kartasura

Warga Lemusir, Desa Pabelan, Kacamatan Kartasura, Sukoharjo, digemparkan penemuan mayat bayi di pinggir Sungai Lemusir, Minggu (13/1/2019) siang. Bayi tersebut diduga merupakan hasil hubungan gelap yang dibuang oleh orang tuanya.

Mayat bayi laki-laki itu ditemukan seorang tukang pencari rongsokan, Sulaiman, 47, warga Losari, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, sekitar pukul 12.10 WIB. Kala itu Sulaiman sedang mencari rosok di sepanjang Sungai Lemusir. Kemudian dia melihat benda tergeletak di pinggir sungai dengan kondisi sudah dirubung lalat.

Baca Juga: Tega! Jasad Janin Bayi Dibuang Ditutupi Ember di Purworejo

Merasa curiga, Sulaiman mendekati benda tersebut. Dia terkejut melihat sosok mayat bayi laki-laki dalam kondisi mengenaskan tanpa pakaian. Sulaiman kemudian meminta tolong warga dan beberapa berdatangan ke lokasi penemuan mayat bayi.

Warga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Kapolsek Kartasura kala itu, AKP Sarwoko mengatakan aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi penemuan mayat.

Bayi tersebut diduga berusia sekitar tiga hari dengan berat tiga kilogram dan panjang 47 sentimeter. “Saat ditemukan mayat bayi sudah dipenuhi lalat dan dalam keadaan tanpa pakaian apa pun,” kata Kapolsek.

13. Mayat Bayi dalam Kardus Mi Instan

Warga Kampung Wonorawi RT 002/RW 006, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, dikejutkan penemuan mayat bayi yang diduga baru lahir di pinggir jalan kampung tersebut, Sabtu (12/5/2017).

Bayi tersebut ditemukan warga yang hendak pergi ke sawah. Saat ditemukan, bayi itu tergeletak di di dalam kardus mi instan yang ditinggalkan pinggir jalan kampung. Bayi dimasukkan ke dalam kardus dengan alas kain semacam handuk warna biru muda di dalamnya. Masih terdapat bercak darah di tubuh bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut.

14. Mayat Bayi Ditemukan di Sumur di Kartasura

Penemuan mayat bayi di dalam sumur gemparkan warga Keputren RT 004/RW 008, Kelurahan/ Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Kamis (24/10/2013). Diduga bayi yang tali pusatnya masih menempel di perut itu meninggal akibat tenggelam di air dalam sumur sedalam kira-kira 8 meter itu.

Baca Juga: Round Up: Berawal dari Pembalut, Kasus Pembuangan Bayi di Wonogiri Terungkap Kurang dari 24 Jam

“Tali pusatnya memang sudah putus, tetapi bekas putusnya tidak beraturan seperti ditarik begitu saja. Selain itu dahi bayi ini juga mengalami luka lecet, tetapi tidak tahu apa penyebabnya,” ujar Kapolsek Kartasura kala itu AKP IG. Ayu Hartini.

Menurut dia, bayi berjenis kelamin perempuan dengan panjang 50 sentimeter, berat 3,2 kilogram diperkirakan masih bernyawa sebelum diceburkan ke sumur.

15. Bayi Diletakkan di Tepi Jalan Gumpang

Penemuan bayi berjenis kelamin perempuan di Sadakan Kidul, Gumpang RT 003/002, Kartasura, Selasa (3/4/2012) kira-kira pukul 23.30 WIB menggegerkan warga setempat. Diduga bayi berberat badan 3,2 kg itu dibuang seseorang mengendarai sepeda motor.

“Semula saya tidak mengira tangis bayi di luar itu bayi yang dibuang seseorang. Sampai saat ini saya tidak tahu siapa yang meletakkan bayi di tepi jalan dekat klinik ini. Tetapi sebelumnya saya mendengar suara kendaraan yang baru saja meninggalkan tempat,” ujar salah seorang perawat klinik Yasmara Gumpang, Fitri, ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/4/2012).

Baca Juga: Bayi Dibuang Dalam Kardus di Wonogiri Sempat Dehidrasi dan Mengalami Hipotermia

Menurut dia ketika ditemukan bayi dibungkus kain diwadahi kardus disertai kain kasa, alkohol, ari-ari atau tali pusat yang membusuk dan sebagainya. Semua perangkat itu dimasukkan dus yang bertuliskan Darma Husada. Diperkirakan bayi tersebut berusia kira-kira dua hari.

Berita Terkait

Berita Terkini

Polresta Solo Ungkap 8 Kasus Narkoba, 10 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 10 orang pelaku baik pengedar, kurir, maupun pemakai.

Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam.

Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Pemkot Solo berencana membangun gedung pertemuan atau hall yang diklaim sangat besar dan mampu menampung hingga 15.000 orang.

Vaksinasi Anak Dosis II Boyolali Dimulai, Targetkan 5.360 Sasaran

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Boyolali hingga Senin ini sudah mencapai 94.514 sasaran atau sekitar 98,7 persen dari target 95.713 sasaran.

+ PLUS Keraton Pengging, Cikal Bakal Kerajaan Pajang yang Hilang di Boyolali

Joko Tingkir yang menjadi raja pertama Kesultanan Pajang merupakan cucu dari Andayaningrat yang pernah memimpin Keraton Pengging.

Tim Gabungan di Bulu dan Mojolaban Gencarkan Patroli Tegakkan Prokes

Sasaran patroli yakni menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas malam agar tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), terutama saat berada di luar rumah.

Berkat KIP, Mahasiswa asal Miri Sragen Ini Bisa Kuliah Sekaligus Usaha

Berkat Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, seorang warga Miri, Sragen, dari keluarga miskin bisa kuliah bahkan membuka usaha.

Segini Kerugiannya, Gara-Gara Bakul Pasar Tanjung Klaten Mogok Jualan

Sebanyak 256 pedagang Pasar Tanjung, Klaten mendadak mogok berjualan Senin (17/1/2022) sehingga menyebabkan perputaran uang mencapai Rp100 juta per hari terhenti.

Kearifan Lokal Boyolali, Kerajinan Logam Cepogo Kian Mendunia

Produk kerajinan seni kriya logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, merupakan kearifan lokal yang kian mendunia.

Waduh! Pasar Tanjung di Klaten Sepi, Pembeli Kecele

Sejumlah pembeli kecele saat datang ke Pasar Tanjung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin (17/1/2022) pagi.

+ PLUS Piala Dunia U-20 Jadi Momen Emas Eksplorasi Sport Tourism di Kota Solo

Datanganya wisatawan domestik dan mancanegara saat gelaran Piala Dunia U-20 pada 2023 bisa menjadi momen emas untuk pengoptimalan potensi destinasi sport tourism di Kota Solo.

Hipmi Boyolali Punya Ketua Baru, Program ke Depan Ingin Dampingi UMKM

Anggota Hipmi Boyolali sekitar 40 orang, terdiri dari pengusaha jasa kontruksi, pengusaha apotek, pengusaha tempat wisata, kuliner, peternak, konter, dan lain-lain.

Ini Lo Penyebab Retribusi di Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan

256 pedagang di Pasar Tanjung, Juwiring, Klaten, Jateng mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi karena memprotes kenaikan retribusi ugal-ugalan pada awal 2022.

Retribusi Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan, Bakul Mogok Berjualan

Sebanyak 256 pedagang di Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendadak mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi.

Nunggak Semi Boyolali-Sukoharjo Angon Rasa ke Magelang, Ini Tujuannya

Komunitas Nunggak Semi adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial, seni dan budaya.