Rosetta, Penyaring Meme Hoaks Lewat Facebook
Ilustrasi Facebook (Time.com)

Solopos.com, SOLO – Tim riset Facebook sesumbar telah menemukan senjata ampuh melawan hoaks. Senjata tersebut adalah sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang diberi nama Rosetta. Fungsinya mengidentifikasi teks dalam gambar alias meme yang memuat konten berbahaya, termasuk hoaks.

Dikutip dari CNET, Selasa (18/9/2018), teknologi pendeteksi gambar berbasis kecerdasan buatan seperti Rosetta bukanlah hal baru. Istimewanya, Rosetta mampu menjaring konten tak pantas itu dalam skala besar. Rosetta juga mampu mengekstraksi teks dalam berbagai bahasa dari miliaran gambar dan video secara real time.

Diwartakan Tech Crunch, Rosetta memanfaatkan kemajuan terbaru dalam pengenalan karakter optik untuk memindai gambar dan mendeteksi teks. Titik karakter itu ditempatkan dalam kotak pembatas yang kemudian dianalisis untuk melihat apa yang sedang dikomunikasikan.

Rosetta diperkenalkan Facebook sejak pekan lalu. Facebook melatih Rosetta dengan gambar yang diunggah pelanggan di beranda. Namun, ada sejumlah kendala yang dihadapi selama masa uji coba, salah satunya keragaman bahasa. Rosetta tampak agak kesulitan menerjemahkan bahasa selain Inggris. Meski demikian, Facebook telah menemukan solusi untuk permasalahan tersebut. Nantinya, Rosetta juga bakal dipakai menyaring konten negatif fi Instagram.

Pemberantasan konten negatif di Facebook merupakan isu krusial. Jejaring sosial yang didirikan Mark Zuckerberg itu telah beberapa kali memicu keributan di sejumlah negara akibat konten negatif yang merajalela. Akibatnya, jumlah pengguna Facebook terus menurun.

Melihat kenyataan tersebut, Facebook terus memperbaiki pelayanan demi meningkatkan kepuasan pengguna. Sejak Juli 2018 lalu, Facebook telah meluncurkan sejumlah fitur baru untuk menyaring konten negatif.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan, telah merekrut sekitar 20.000 pegawai khusus untuk memantau berbagai konten di platform-nya. Dia berharap adanya teknologi Rosetta dan sumber daya manusia yang mumpuni dapat menekan persebaran konten negatif.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom