Ronda dan Razia Masker Bikin Pedagang Pasar Solo Lebih Tertib Protokol Kesehatan

Pengelola pasar tradisional Kota Solo gencar melakukan ronda dan razia masker supaya pedagang dan pembeli tertib mematuhi protokol kesehatan.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]

Solopos.com, SOLO — Sosialisasi protokol kesehatan dan razia masker guna mencegah persebaran virus SARS CoV-2 gencar di sejumlah pasar tradisional Kota Solo selama masa pandemi Covid-19.

Teknisnya, seperangkat pengurus pasar, petugas linmas, dan pedagang berkeliling lingkungan pasar sambil berorasi dan menabuh kentungan. Pesannya, supaya tidak lupa memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Jika ada pedagang yang kedapatan tidak memakai masker dengan benar, pengurus pasar akan memberi mereka hukuman. Salah satunya menyanyikan lagu kebangsaan dan push up.

5 Pasien Covid-19 Klaten Sembuh, Tapi Masih Ada Tambahan Kasus Baru

Setelah razia itu, petugas memberi masker kepada para pedagang pasar tradisional Solo dan meminta mereka memakai masker tersebut dengan benar.

Lurah Pasar Gede, Agus Suharto, mengatakan hampir seluruh pedagang sudah menyadari bahaya virus corona atau Covid-19 tersebut. Antarpedagang sudah saling mengingatkan, sehingga jarang ada yang melanggar protokol kesehatan.

“Kami juga memasang tempat cuci tangan dengan sabun pada setiap pintu keluar masuk. Sehingga sebelum masuk pasar, mereka sudah terbiasa cuci tangan. Tapi, memang yang agak susah itu menjaga jarak. Khususnya pedagang yang memiliki banyak pelanggan. Konsumen susah diingatkan. Akhirnya, kami menerjunkan satpam,” katanya kepada Solopos.com, Kamis (1/10/2020).

Jadi Klaster Covid-19, Perkantoran Menara Wijaya Sukoharjo Setinggi 10 Lantai Disemprot Disinfektan

Imbauan Lewat Pengeras Suara

Selain menyampaikan protokol kesehatan serta razia masker, ronda juga terus menyuarakan larangan anak kecil, wanita hamil, dan warga lanjut usia untuk datang ke pasar tradisional Solo.

Para pedagang, satuan keamanan pasar, dan pengelola pasar menyisir lorong-lorong pasar untuk mengingatkan kepada pedagang dan pengunjung pasar.

4 Kelurahan Kota Solo Ini Masih Bersih Dari Paparan Covid-19 Loh, Mana Saja?

Lurah Pasar Nusukan, Giyarto, mengatakan upaya memperketat kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan kepada pedagang tak hanya melalui ronda dan razia masker, tapi juga melalui pengeras suara yang menggema pada setiap sudut pasar.

Orasi itu menggema secara periodik lewat pengeras suara. “Kami dan pedagang lebih berhati-hati dengan mematuhi protokol kesehatan mengingat kalau sampai ada kasus pasti berujung penutupan pasar. Ini tentu akan sangat berpengaruh kepada jumlah pengunjung yang datang. Kami terus lakukan itu guna mencegah timbulnya klaster pasar,” katanya.

Berita Terbaru

Pemdes Sendang Wonogiri Hanya Layani Warga Bermasker

Solopos.com, WONOGIRI — Pemerintah Desa (Pemdes) Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri memberlakukan protokol pencegahan penularan Covid-19 dengan ketat kepada...

Libur Panjang Akhir Tahun, Wali Kota Solo Minta Warga Tak Mudik Dulu

Solopos.com, SOLO — Libur panjang akhir tahun dikhawatirkan bakal berdampak pada kenaikan persebaran virus SARS CoV-2. Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Inspiratif! Warga Tangen Sragen Gotong Royong Bantu Keluarga yang Positif Covid-19

Solopos.com, SRAGEN — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah melakukan gerakan satu...

Lewat Wastafel & Hand Sanitizer Otomatis, SMP Birrul Walidain Sragen Kampanye Protokol Kesehatan

Solopos.com, SRAGEN — Wastafel dan hand sanitizer merupakan salah satu perangkat protokol kesehatan untuk membersihkan tangan dari segala virus...

Duh! Warga Sukoharjo Mulai Cuek, Pelanggar Aturan Wajib Pakai Masker Meningkat

Solopos.com, SUKOHARJO -- Warga Sukoharjo mulai cuek terhadap aturan wajib memakai masker. Fenomena ini terjadi setidaknya dalam sebulan terakhir....

Kisah SAR RSM Karanganyar, Rela Membantu Pemerintah Menekan Covid-19 Tanpa Imbalan

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sukarelawan memiliki peran besar dalam upaya menekan persebaran Covid-19 di Karanganyar. Meskipun tidak mendapatkan timbal balik...

Milad Momen RS PKU Muhammadiyah Solo Prioritaskan Covid-19

Solopos.com, SOLO — Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Rabu (18/11/2020) lalu, memperingati milad ke-93 yang bersamaan dengan peringatan milad ke-108...

Gencar Operasi Masker, Forkopimca Colomadu Gandeng Ibu-Ibu

Solopos.com, KARANGANYAR — Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Colomadu menggandeng ibu-ibu yang tergabung dalam Sanggar Senam RM7 menyelenggarakan operasi...

Mulia, PMI Sragen Salurkan Bantuan 250 Paket Sembako untuk Warga yang Positif Covid-19

Solopos.com, SRAGEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menyalurkan bantuan berupa 250 paket sembako kepada keluarga...

Disdikbud Wonogiri: Sebelum PTM Dimulai Tahun Depan, Guru Wajib Tes Swab

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri menilai perlu dilaksanakan tes swab sebelum pembelajaran tatap muka PAUD-SMP dimulai...