Rob Meninggi di Pekalongan, Ratusan Warga Mengungsi
Petugas Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan sedang melakukan proses evakuasi korban banjir rob, Selasa (2/6/2020). (Antara-Diskominfo Kota Pekalongan)

Solopos.com, PEKALONGAN — Hujan deras dan rob atau naikknya air pasang laut melanda Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2020). Akibatnya ratusan warga kebanjiran dan terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi yang dianggap aman.

Derasnya air hujan yang berlangsung dengan naiknya rob atau limpasan air laut ke daratan menyebabkan banjir yang menggenangi tempat tinggal warga Pekalongan. Tingginya mencapai sekitar 30 cm sampai 70 cm.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana dan Pencegahan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Dimas Arga mengatakan bahwa sedikitnya 40 orang mengungsi di musala. Sementara itu, tujuh orang mengungsi di balai pembibitan perikanan Unikal. Sedangkan ratusan orang lainnya mengungsi mandiri.

Pocong Gentayangan, Warga Purbalingga Geger

“Selasa sore ini, kita sedang melakukan proses evakuasi korban karena rob masih menggenangi rumah warga,” kata Dimas Arga saat dihubungi Kantor Berita Antara melalui telepon selulernya.

Wilayah Terdampak

Menurut dia, jumlah pengungsi ini diperkirakan akan terus bertambah karena banyak warga pada siang hari bekerja akan pulang ke tempat pengungsian. Adapun beberapa lokasi terdampak rob ini antara lain Perumahan Slamaran dengan ketinggian mencapai 30 cm hingga 70 cm, Bugisan, Panjang Wetan, Panjang Baru sekitar 30 cm, Jl. Merak, Jl. Semarang, Jl. Surabaya, Jl. Patiunus, dan Jl. Kutilang dengan ketinggian air 15 cm.

Kemudian, wilayah Kelurahan Tirto, Degayu, Pasir Kraton Kramat, Pabean, dan permukiman di sekitar bantaran sungai berdekatan Perumahan Gama Permai. “Melubernya rob ke permukiman warga ini akibat meluapnya Sungai Bremi sedang tanggul darurat penahan air tidak mampu menahan luapan air laut. Demikian juga pompa air tidak berfungsi maksimal,” katanya.

Ini Bedanya Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul Menurut Anak Indigo…

Dimas berharap berharap banjir rob ini bisa segera surut sehingga warga terdampak dapat kembali ke rumahnya masing-masing dan beraktivitas seperti biasa. BPBD, kata dia, selain melakukan proses evakuasi warga terdampak rob, juga mendistribusikan logistik bagi para pengungsi seperti beras, mi instan, gula pasir, susu, dan air mineral.

“Pendistribusian logistik, kami salurkan pada korban rob seperti yang berada di musala dan masjid. Kami berharap para pengungsi bisa terbantu dan banjir rob ini bisa lekas surut,” katanya.

Korban rob Pekalongan, Toefel menilai pemkot tidak peka untuk mengantisipasi banjir maupun rob sehingga warga yang berada di wilayah rawan bencana itu terkena dampaknya. “Setiap hujan lebat maupun air laut pasang maka dipastikan permukiman warga akan tergenang air. Bencana ini sudah terbiasa dihadapi oleh warga, namun pemkot tidak peka untuk menghadapi persoalan ini,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho