Tutup Iklan
Foto Rizieq Shihab bersama polisi Arab Saudi yang beredar di media sosial. (Twitter/@beritaA1)

Solopos.com, JAKARTA -- Pentolan Front Pembela Islama (FPI) Habib Rizieq Shihab ikut berkomentar soal kondisi https://news.solopos.com/read/20190830/496/1015460/politikus-gerindra-sarankan-jokowi-berkantor-di-papua" target="_blank" rel="noopener">Papua yang masih mencekam karena meletus kerusuhan di bumi Cenderawasi itu akibat isu rasisme. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan.

Menurutnya, ketimbang Papua berniat memisahkan diri dari Indonesia, lebih baik Presiden Jokowi meninggalkan jabatannya. Rizieq mengatakan kalau Papua tidak boleh sampai memisahkan diri. Hal tersebut disampaikannya lantaran nantinya keinginan dari pihak asing akan terpenuhi.

"Papua tidak boleh lepas dari NKRI karena itu yang diinginkan pemerintahan asing," kata Rizieq melalui Kadiv Humas PA 212 Damai Hari Lubis kepada Suara.com, Jumat (30/8/2019).

Justru menurut Rizieq, ketimbang https://news.solopos.com/read/20190830/496/1015484/kelelahan-tri-susanti-batal-diperiksa-soal-pengepungan-asrama-mahasiswa-papua" target="_blank" rel="noopener">Papua memisahkan diri, lebih baik Jokowi yang melepaskan jabatannya sebagai presiden. Pernyataan tersebut, kata Rizieq, disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban seorang presiden atas terjadinya kerusuhan di Papua yang hingga kini masih terjadi secara beruntun.

"Daripada lepas https://news.solopos.com/read/20190830/496/1015398/situasi-kota-jayapura-papua-masih-lumpuh" target="_blank" rel="noopener">Papua, maka lebih bagus dan ideal Presiden Jokowi yang lepas jabatannya, sebagai pertanggung jawabannya atas kekacauan di Papua yang sedang terjadi," ujarnya.

"Biarlah rakyat RI mendapatkan penggantinya [Presiden RI] sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku di negara ini."

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten