Riwayat Perjalanan Pasien Positif Corona Sebelum Meninggal di Solo
Petugas medis memeriksa kondisi pasien di ruang isolasi saat simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). Simulasi tersebut untuk memastikan kesiapan sarana ruang isolasi dan peralatan medis sekaligus melatih koordinasi dalam penanganan pasien Covid-19 termasuk diantaranya penggunaan kostum Alat Pelindung Diri (APD). (Antara/Ari Bowo Sucipto)

Solopos.com, SOLO - Seorang pasien meninggal yang sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Moewardi Solo dikonfirmasi positif Covid-19 virus corona. Pasien positif corona Solo ini memiliki riwayat perjalanan dari Bogor, rumah sakit swasta, hingga diisolasi di RSUD Moewardi.

BACA: Hasil Tes Pasien Meninggal RSUD Moewardi Solo Positif Corona

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengonfirmasi hasil pemeriksaan pasien meninggal RSUD Moewardi Solo yang menunjukkan positif Covid-19. Demikian dalam pernyataannya yang dirilis Detik.com.

Bogor

Pasien yang meninggal adalah salah satu dari dua yang dirawat RSUD Moewardi Solo.

Dokter Spesialis Penyakit Paru-Paru RSUD Dr. Moewardi Solo, dr. Harsini, mengungkap pria ini bersama pasien isolasi lain RSUD Moewardi Solo, tidak pernah dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Positif Corona, Istri PM Kanada Jalani Masa Karantina

Namun, keduanya baru saja melakukan perjalanan ke Bogor, Jawa Barat (Jabar), untuk mengikuti sebuah seminar pada 25-28 Februari 2020.

Selepas pulang dari Bogor, kedua pasien ini sempat pulang ke kediaman masing-masing. Keduanya tinggal di dua daerah berbeda di Solo.

Wali Kota Solo Minta Pusat Susun Protokol Penanganan Corona di Daerah

“Tanggal 29, pasien mengalami pilek dan dirawat di rumah sakit. Pada Minggu [8/3/2020], pasien langsung dirujuk di RS Moewardi dan ditempatkan di ruang isolasi dengan status PDP [pasien dalam pengawasan]. Selasa, tanggal 10 [Maret], dia meninggal dunia,” ujar Harsini.

RS Swasta di Solo

Awalnya, mereka masuk ke RS di sekitar Solo sebelum dirujuk ke RS Dr Moewardi. Meski demikian, kedua pasien suspect corona RSUD Moewardi tersebut tidak punya riwayat perjalanan ke luar negeri.

Sedangkan terkait riwayat kontak mereka dengan penderita virus corona, Dinas Kesehatan belum mendapatkan data.

Kumpulan Kisah Misteri

Harsini menambahkan pihak RSUD Moewardi langsung melakukan penanganan sesuai prosedur terhadap pasien yang meninggal tersebut.

Selain dilakukan swab tenggorokan, pihak rumah sakit juga melakukan pemulasaran jenazah sesuai dengan protokol penangganan pasien suspect virus corona.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

“Untuk jenazah pasien juga kita bungkus plastik saat diserahkan ke keluarga. Kita lakukan penanganan seperti itu, karena belum mengetahui penyebab pasien meninggal,” ujarnya.

RSUD Moewardi

Kepala Subbag Hukum dan Humas RSUD Moewardi, Eko Haryati, menjelaskan menerima dua pasien yang mengalami gejala mirip virus corona di Solo pada Minggu malam dari rujukan salah satu rumah sakit.

Pasien Meninggal di Solo Positif Corona, Ini Perintah Jokowi

Satu pasien datang sendiri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) bersama keluarga. Mereka merupakan warga Solo yang berusia sekitar 60 tahun.

“Mereka enggak ada hubungan keluarga atau kerabat. Kondisi pasien saat tiba di rumah sakit baik. Satu datang sendiri dan satu merupakan rujukan dari rumah sakit,” katanya kepada Solopos.com.

Revisi, Ini Jadwal Baru Libur dan Cuti Bersama 2020

Eko menjelaskan, kedua pasien merasa badannya panas setelah melakukan perjalanan luar kota.

Petugas medis melakukan swab tenggorokan pasien pada Minggu malam dan mengirim sampel kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan, Senin (9/3/2020).

Misteri Rumah Sri Si Peri Penunggu Waduk Lalung Karanganyar

“Untuk kontak dengan pasien lain kami tidak tahu. Pasien tidak memiliki riwayat perjalan ke luar negeri. Para pasien hanya melakukan perjalanan dari luar kota. Pasien rujukan langsung menuju Anggrek I dan pasien datang melalui ruang isolasi IGD baru ke Anggrek I,” katanya.

Sekolah di Solo Libur 14 Hari, Hampir Semua Agenda Ditunda Gara-Gara Corona

Seperti diketahui, sebelum diumumkan ada positif corona, Pemkot Solo, lewat DKK sudah langsung melacak riwayat perjalanan pasien. DKK menelusuri dua Kelurahan di Solo.

Kabar Terbaru Virus Corona di Solo


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho