Ritual Ngalap Berkah di Pertapaan Pringgodani, Terutama Saat Pemilu

Pertapaan Pringgodani di Tawangmangu, Karanganyar, kerap dijadikan ritual ngalap berkah, terutama saat pemilu.

 Kawasan Pertapaan Pringgodani yang menjadi lokasi meninggalnya Henry Bayu Tumanggor, 54, warga Punggul RT 002/ RW 001, Punggul, Gedangan, Sidoharjo, Jawa Timur. (Solopos/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Kawasan Pertapaan Pringgodani yang menjadi lokasi meninggalnya Henry Bayu Tumanggor, 54, warga Punggul RT 002/ RW 001, Punggul, Gedangan, Sidoharjo, Jawa Timur. (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Pertapaan Pringgodani di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, yang dikenal sakral ternyata kerap menjadi lokasi ngalap berkah, terutama saat momen Pemilihan Umum (Pemilu).

Ada bangunan berbentuk joglo di pertapaan tersebut yang digunakan peziarah untuk bertapa dan meminta permohonan sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Di sini juga terdapat Sendang Manten yang digunakan sebaai tempat untuk bersuci dan meminta izin

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Selain itu, ada pula Pancuran Pitu yang dijadikan sebagai puncak prosesi ritual peziarah. Menurut pengelola akun Instagram @misterisolo, ritual ini dilakukan pada weton tertentu saja.

“Prosesi di pancuran ini biasanya dilakukan mulai tengah malam pada weton tertentu. Tanda-tanda hajat peziarah yang diterimapun juga beraneka ragam. Ada yang didatangi oleh harimau, burung, atau bayangan putih yang bisa berbicara adapula lewat benda pusaka yang tiba-tiba menghampiri,” tulis dia menceritakan ritual di Pertapaan Pringgodani Karanganyar.

Baca Juga:  Banyak yang Mengundurkan Diri, Memang Berapa Gaji CPNS 2022?

Pengelola akun Instagram @misterisolo menyebut konon banyak pemimpin atau pejabat negara yang melakukan ritual di Pertapaan Pringgodani.

“Bahkan ada beberapa dari pejabat tersebut yang masih rutin mengunjungi tempat ini untuk meminta wejangan atau sekedar mengucapkan terimakasih atas kedudukan yang telah diperoleh,” jelas dia.

Baca Juga:  Kahiyang Ayu Hamil Anak Ketiga, Jokowi Bakal Nambah Cucu Lagi Nih

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Pertapaan Pringgodani biasanya ramai dikunjungi saat pemilu. Para calon anggota legislatif (caleg) biasanya datang untuk memanjatkan permohonan agar terpilih di pemilu.

Salah seorang yang rutin bertapa di Pertapaan Pringgodani Karanganyar, Sarwoko, warga Ngawi, Jawa Timur (Jatim) mengatakan tak sembarang orang kuat bertapa di sini.

Baca Juga:  Ini Momen Gibran Dampingi Jokowi Kunjungan ke Solo

Menurutnya, hanya mereka yang berhati bersih dan tulus yang kuat bertapa di Pertapaan Pringgodani. Banyak pelaku ritual yang mencoba ilmu atau sekadar coba-coba, namun akhirnya hanya kesurupan.

“Namun banyak juga yang sukses dan berhasil, naik jabatan, jadi pejabat, pedagang sukses juga banyak,” papar Sarwoko.

Baca Juga: Biodata Anwar Usman, Ketua MK yang Nikahi Adik Jokowi Hari Ini

Meski banyak pihak menyebut tempat itu sebagai pertapaan, Pemkab Karanganyar melalui laman resminya menjelaskan Pertapaan Pringgodani adalah objek wisata sejarah.

Pertapaan Pringgodani merupakan petilasan Eyang Panembahan Koconegoro. Beberapa pihak menganggap sosok Eyang Panembahan Koconegoro tak ada.

Eyang berarti yang dituakan, panembahan berarti tempat, koco atau kaca berarti cermin, dan negoro atau negara berarti diri.

Baca Juga:  Alumni SMA Tertua Indonesia di Jateng, dari Pejabat Negara hingga Artis

Sehingga nama itu disematkan sebagai penegasan bahwa lokasi tersebut adalah tempat yang dituakan atau dikeramatkan untuk bercermin atau memperbaiki diri.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

PPDB Solo: 20 SD Negeri Kekurangan Murid, Ini Solusi Dari Disdik Solo

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menyarankan solusi bagi sekitar 20 SD negeri di Kota Bengawan yang kekurangan pendaftar pada PPDB tahun ajaran 2022/2023.

Pameran Foto Solo Zaman Dulu di Monumen Pers Nasional, Lihat Yuk!

Masyarakat bisa melihat gambaran Solo sekitar tahun 1900an lalu, dalam Pameran Foto Solo Tempo Dulu secara gratis mulai 30 Juni 2022 nanti.

Wah! Mulai Uji Coba, PLTSa Putri Cempo Solo Segera Beroperasi Lur

PLTSa di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, memulai uji coba pengoperasian mesin pengolah sampah menjadi energi listrik pada Selasa (28/6/2022).

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Berawan Tanpa Hujan

BMKG merilis prakiraan cuaca Sragen hari ini bakal cerah berawan tanpa hujan.

Sebelum Beraktivitas Simak Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini Lur

Prakiaan cuaca Karanganyar hari ini akan cerah berawan tanpa turun hujan.

Masih ada 34.000 RTLH di Sragen, Kemiskinan Struktural Jadi Penyebab

Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Sragen masih tinggi meski tiap tahun ada intervensi. Kemiskinan struktural disebut sebagai penyebab.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini Rabu 29 Juni 2022 Potensi Berawan

Inilah prakiraan cuaca wilayah Boyolali sepanjang hari Rabu (29/6/2022) menurut informasi BMKG.

Bersahabat, Cek Yuk Prakiraan Cuaca Kota Solo Hari Ini Rabu 29 Juni

Prakiraan cuaca Kota Solo dari BMKG untuk hari ini, Rabu (28/6/2022), terpantau cukup bersahabat.

Pagi Cerah, Tengok Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Rabu 29 Juni 2022

Simak prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo pada Rabu (29/6/2022) hari ini.

Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Rabu Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Rabu 29 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 29 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Ini 2 Kecamatan Dengan Tunggakan Pajak Kendaraan Tertinggi Di Solo

Tunggakan pajak kendaraan bermotor Kota Solo paling tinggi ada di dua kecamatan ini dengan nilai yang cukup fantastis.

Giliran Pajang Solo Dapat Pembagian Migor Dan Beras Henry Indraguna

Politikus Partai Golkar yang akan maju sebagai caleg DPR pada Pemilu 2024 Henry Indraguna bagi-bagi beras dan minyak goreng di Pajang, Laweyan, Solo.

Penduduknya Paling Sedikit, Kelurahan Laweyan Solo Hanya Punya 3 RW

Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit di Solo hanya terdiri atas tiga RW dan 10 RT.

Suara Ungguli Gabungan 15 Parpol, Modal PDIP Solo Tatap Pemilu 2024

PDIP Solo memiliki modal kuat untuk menatap Pemilu 2024 mendatang jika melihat perolehan suara parpol tersebut pada Pemilu 2019 lalu.

Sempet Terkendala Cuaca, Detour Track Simpang Joglo Solo Sudah 80%

Proses pembuatan detour track atau jalur pengalihan kereta api di Simpang Joglo, Solo, saat ini sudah mencapai 80% meski sempat terkendala cuaca.