Ritual Ngalap Berkah di Makam Pangeran Samudro Ternyata Ada Sejak 1970

Ritual ngalap berkah berbau esek-esek di makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Sragen, ternyata sudah ada sejak 1970.

 Slambu menutupi makam Pengeran Samudro yang terletak di Kompleks Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Selasa (5/12/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Slambu menutupi makam Pengeran Samudro yang terletak di Kompleks Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Selasa (5/12/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Ritual ngalap berkah di makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, ternyata sudah ada sejak 1970.

PromosiPelibatan Militer dalam Proyek Food Estate Rawan Pelanggaran HAM

Adapun ritual ngalap berkah di Gunung Kemukus yang dimaksud adalah ritual berhubungan intim dengan lawan jenis yang bukan pasangan sahnya selama tujuh kali dalam waktu satu lapan. Menurut Juru Kunci Makam Pangeran Samudro, Hasto Pratomo, hal ini mulai terjadi sejak tahun 1970-an. Dia mengaku tidak lelah memberikan edukasi kepada peziarah sejak dirinya mulai menjadi juru kunci di tahun 1988, namun masih banyak yang melakoni ritual tersebut.

Baca Juga:  Misteri Buto Cakil di Bekas Pabrik Goni Klaten

“Zaman kakek saya dulu belum ada tradisi seperti itu. Kalau yang diajarkan hanya datang, bersuci di Sendang Ontrowulan kemudian berdoa di makam. Tapi sekarang disalahartikan,” cerita dia kepada Solopos.com, 2012 silam.

Ritual ngalap berkah di makam di Gunung Kemukus muncul karena adanya wasiat dari Pangeran Samudro semasa hidupnya. Adapun isi wasiat tersebut adalah sebagai berikut, “Sing sopo duwe panjongko marang samubarang kang dikarepke bisane kelakon iku kudu sarono pawitan temen, mantep, ati kang suci, ojo slewang-sieweng, kudu mindeng marang kang katuju, cedhakno dhemene kaya dene yen arep nekani marang penggonane.”

Baca Juga: Harga Rokok 2022 Naik 12 Persen, Apa Penyebabnya?

Dalam bahasa Indonesia wasiat Pangeran Samudro itu memiliki arti, “Barangsiapa berhasrat atau punya tujuan untuk hal yang dikehendaki maka untuk mencapai tujuan harus dengan kesungguhan, mantap, dengan hati yang suci, jangan serong kanan/kiri harus konsentrasi pada yang dikehendaki atau yang diinginkan, dekatkan keinginan, seakanakan seperti menuju ke tempat kesayangannya atau kesenangnannya.”

Ada satu kata dalam wasiat tersebut, yakni dhemenan, disalahartikan oleh para peziarah Gunung Kemukus. Dalam bahasa Jawa dhemenan dianggap memiliki arti sebagai kekasih lain yang bukan istri/suami sah, kekasih gelap, istri/suami simpanan. Akibatnya, peziarah makam Pangeran Samudro harus membawa dhemenan saat ke Gunung Kemukus.

Baca Juga:  Berapa Tarif Sunat di Juru Supit Bogem Jogja?

Padahal arti sesungguhnya, kata dhemenan dalam wasiat tersebut memiliki makna keinginan yang diidam-idamkan, cita-cita yang ingin segera terwujud atau tercapai seperti seakan-akan ingin menemui kekasih. Sebagaimana dijelaskan dalam  penelitian dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

The New Kemukus, Daya Tarik Wisata Religi Makam Pangeran Samudro di Sragen

Meski dahulu mempunyai cerita mitos nglarap berkah, kini Gunung Kemukus telah bersolek menjadi destinasi wisata baru di Sragen. Mengusung nama baru, The New Kemukus, destinasi wisata di Desa Pendem ini mencoba melepaskan diri dari citra sebagai objek wisata esek-esek yang dulu lekat sekali.

Dengan pembangunan infrastruktur di sana-sini, Gunung Kemukus seolah terlahir kembali. Di objek wisata ini, pengunjung akan bisa menikmati fasilitas baru yang disediakan juga pemandangan alam yang ditawarkan.

Baca Juga:  Hasilnya Mirip Jengger Ayam, Siapa Pernah Sunat di Juru Supit Bogem?

Disparpora Sragen telah menyiapkan event untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sragen pada Mei 2022 di The New Kemukus. Berbagai atraksi seni akan dipentaskan, antara lain pagelaran musik.

Penataan kawasan Kemukus juga tak mengesampingkan kepentingan ekonomi warga sekitar. Di The New Kemukus tersedia selter bagi warga setempat berjualan. Akses objek wisata juga telah didukung dengan berbagai fasilitas pendukung transportasi, antara lain halte baru untuk layanan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Baca Juga:  Banyak Dikoleksi Artis, Berapa Harga Spirit Doll alias Boneka Arwah?

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Tengah Malam di Bangunan Tua Rumah Jagal Solo, Serem Lur!

Rumah jagal atau pemotongan hewan di kompleks Kantor DKPP Solo merupakan salah satu bangunan tua dari awal 1900-an yang masih terjaga keasliannya.

Pandemi Belum Berakhir, Tim Gabungan Solo Gencarkan Lagi Razia Masker

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Solo kembali menggencarkan razia masker untuk mengingatkan masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan padahal pandemi belum berakhir.

Kasus Covid-19 Wonogiri Naik, Jekek Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Jekek menilai perlu ada strategi baru untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan satuan pendidikan.

Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kondisi naskah-naskah atau manuskrip kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Solo hampir rusak sementara upaya penyelamatan terkendala sarpras.

BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

Giliran Soropaten, Mranggen, & Manjungan Klaten Dapat SK Desa Wisata

Tiga desa yang memperoleh SK bupati Klaten tentang desa wisata, yakni Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Tambah Terus, 200-An Pemulung Mengais Rezeki di TPA Putri Cempo Solo

Jumlah pemulung yang mengais rezeki di antara tumpukan sampah TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo, terus bertambah dari tahun ke tahun,

Sibangga Jadi Wadah Polres Sukoharjo Gali Permasalahan Masyarakat

Kapolres menambahkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian melainkan juga ada peran masyarakat di dalamnya.

Molor, Proyek 2021 Jalan Watuondo-Pogog Wonogiri Tak Kunjung Rampung

Hingga Januari ini proyek jalan Watuondo, Kecamatan Bulukerto-Pogog, Kecamatan Puhpelem senilai Rp3,985 miliar belum rampung.

Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan sejumlah pesan kepada warga yang ingin berwisata menikmati keindahan lampion Imlek di Pasar Gede dan Balai Kota Solo.

Kasus Naik Lagi, Jekek: Covid-19 Enggak Bisa Ditangkal dengan Akik

Joko Sutopo menegaskan Covid-19 tidak dapat ditangkal hanya dengan akar bahar, akik, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.

Duh, Kasus Aktif Covid-19 di Wonogiri Naik Lagi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wonogiri menilai kasus aktif Covid-19 di Wonogiri naik lagi lantaran penerapan protokol kesehatan kendur.

Penyelesaian Sengketa Lahan Sriwedari Solo Bisa Jadi Legacy Gibran

Penyelesaian sengketa lahan Sriwedari Solo antara Pemkot dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat bisa menjadi legacy atua warisan Gibran sebagai Wali Kota kelak.

Bupati Wonogiri Buka Ruang Audiensi dengan Tenaga Honorer

Bupati Joko Sutopo menyampaikan sampai saat ini belum mengetahui yang dimaksud pemerintah pusat mengenai penyelesaian masalah tenaga honorer dengan batas waktu 2023.

BIN Gelar Vaksinasi Dosis Kedua di SDN 2 Tegalgede Karanganyar

BIN menggelar vaksinasi dosis kedua untuk anak usia 6-11 Tahun di SDN 2 Tegalgede, Karanganyar.