Kategori: Leisure

Risiko Persalinan Caezar Lemahkan Sistem Kekebalan Tubuh Bayi, Benarkah?


Solopos.com/Astrid Prihatini WD/Newswire

Solopos.com, SOLO-Tak sedikit ibu hamil menginginkan metode persalinan caezar dengan berbagai pertimbangan. Namun sebelum memilih metode persalinan yang tepat sebaiknya ketahui terlebih dulu risiko persalinan caezar.

Risiko persalinan caezar ini bukan hanya terhadap ibu melainkan juga terhadap bayi yang dilahirkan.Namun tentu saja dokter dan kemajuan teknologi kedokteran bisa meminimalkan sejumlah risiko ini ya.

Selain atas keinginan ibu, persalinan caezar biasanya juga diadakan dengan pertimbangan medis. Ada sejumlah alasan dokter melakukan operasi caezar antara lain pinggul terlalu kecil, posisi bayi yang sungsang, hingga adanya kesehatan pada ibu.Tindakan ini tentunya ditujukan demi keselamatan ibu dan bayi di dalam kandungan. Nah ada anggapan salah satu risiko persalinan caezar melemahkan sistem kekebalan tubuh bayi, benarkah? Simak ulasannya di tips kesehatan kali ini.

Pendapat salah satu risiko persalinan caezar lemahkan sistem kekebalan tubuh bayi sepertinya ada benarnya. Dalam sebuah penelitian, seperti dikutip laman Bio Techniques dijelaskan bahwa bayi yang lahir melalui operasi caesar mungkin memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Baca Juga: Intip Yuk Harga Gaun Aurel Saat Prewedding dengan Atta Halilintar 

Itu karena saat dilahirkan, bayi berpotensi tidak terpapar bakteri baik di jalur lahir ibu dan hal tersebut dapat memengaruhi daya tahan tubuh.

"Kami menemukan zat bakteri yang merangsang sistem kekebalan pada bayi yang lahir melalui vagina (lahir normal). Sebaliknya, stimulasi kekebalan pada anak yang dilahirkan caesar justru jauh lebih rendah karena ada bakteri lain yang menghambat reaksi kekebalan awal ini terjadi," ujar Paul Wilmes dari Universitas Luxemburg seperti dikutip dari Liputan6.com, Rabu (17/3/2021).

Selain kata Paul, penelitian yang dipublikasikan Nature Communication juga pernah melakukan studi terhadap bayi yang lahir melalui operasi caesar.

Dalam penelitian itu disebut bahwa selama manusia dilahirkan memang bebas dari kuman. Namun selama proses bayi itu dilahirkan, ada bakteri penting yang berkoloni dalam tubuh. Ya, kolonisasi ini dapat mengubah kesehatan seseorang di kemudian hari. "Ini mungkin menjelaskan mengapa, secara epidemiologis, anak yang lahir caesar lebih sering menderita penyakit kronis terkait sistem kekebalan, dibandingkan dengan bayi yang lahir melalui vagina," jelas Wilmes.

Meski demikian, sistem kekebalan tubuh bayi dapat dioptimalkan melalui pemberian ASI eksklusif yang mengandung Sinbiotik untuk mengembalikan kolonisasi bakteri baik untuk optimalkan daya tahan tubuhnya.

Baca Juga: Mau Payudara Kencang? Coba 4 Olahraga Ini

Dikutip dari alodoc, Rabu (17/3/2021), berikut ini sejumlah risiko pada bayi pada Bayi akibat persalinan caezar:

Gangguan pernapasan

Bayi yang lahir lewat persalinan caesar lebih mungkin mengalami gangguan pernapasan. Biasanya komplikasi ini terjadi jika bayi dilahirkan sebelum berusia 39 minggu, ketika paru-parunya belum berkembang dengan sempurna.

Jika tidak disertai gangguan lain, Bumil tidak perlu khawatir, karena kondisi biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Kulit tergores

Ketika operasi caesar, kulit bayi mungkin saja tergores secara tidak sengaja. Namun, biasanya goresan ini ringan dan bisa sembuh tanpa meninggalkan bekas.

Melahirkan secara caesar maupun normal sama-sama memiliki manfaat dan risiko. Pada beberapa kondisi, seperti janin kembar, kepala janin yang terlalu besar, posisi janin tidak normal, tali pusar yang melilit janin, plasenta yang letaknya menutupi jalan lahir, dan ibu hamil dengan kondisi kesehatan tertentu, pilihan melahirkan secara caesar mungkin lebih aman.

 

Share
Dipublikasikan oleh
Astrid Prihatini WD