Risiko Covid-19 di Rusun Lebih Tinggi, Wali Kota Solo Ingatkan Warga Selalu Pakai Masker
Ilustrasi melawan Covid-19. (freepik)

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengingatkan penghuni rumah susun atau rusun agar selalu pakai masker karena risiko penularan Covid-19 pada hunian vertikal lebih tinggi daripada rumah tapak.

Rudy, sapaan akrab Wali Kota, mengatakan munculnya klaster rusun Asrama Militer, Kelurahan/Kecamatan Banjarsari, harus membuat warga lebih waspada dan hati-hati. Ia meminta warga rusun wajib memakai masker saat keluar rumah, meski berada dalam satu lingkungan rusun.

“Kami terus sosialisasi protokol kesehatan secara insentif. Jangan sampai muncul klaster baru. Nah, kalau sampai ada kasus tentu langsung isolasi mikro kecil alias lockdown itu. Saat isolasi mikro, kami harus suplai kebutuhan harian sehingga menjadi beban negara. Makanya kami pantau betul jangan sampai ada klaster rusun lagi,” katanya kepada wartawan, Senin (12/10/2020).

Koordinator Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Balai Kota Solo: Yang Kerap Rusuh Bukan Mahasiswa

Warga rusun Solo harus mau mengubah perilaku saat pandemi Covid-19 mengingat tingginya risiko penularan pada hunian itu.

Warga rusun harus menyediakan tempat mencuci tangan dengan sabun pada setiap pintu masuk/keluar. UPT Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Kota Solo juga rutin menggelar inspeksi mendadak guna mengecek kedisiplinan warga.

“Pada koridor juga wajib bermasker. Enggak boleh lepas guna mencegah penularan,” ucap Rudy, sapaan akrabnya.

Kocaknya Pecas Ndahe Di Konser Virtual Panglipur Ati V: Todong Gibran Nyanyi Hingga Minta "Selvi"

Kepala UPT Rumah Sewa Solo, Iswan Fitradias, mengatakan terus memperketat penerapan protokol kesehatan pada rusun maupun rumah deret.

Sarana Cuci Tangan

Hal itu sudah mulai sejak awal Solo masuk masa pandemi Covid-19 mengingat tinggi risiko penularan penyakit pada lingkungan rusun. UPT sudah mewajibkan penyediaan sarana cuci tangan dan penyediaan cairan antiseptik pada rusun dan rumah deret.

Pemakaian masker juga wajib saat berada keluar kamar masing-masing. Selain itu, rutin menyemprot disinfektan secara periodik pada seluruh bagian rumah sewa.

83 Orang Ditangkap Polisi Saat Aksi Damai Tolak UU Cipta Kerja Di Balai Kota Solo

“Dari peranti yang sudah ada, yang belum bisa kami penuhi itu termometer tembak karena harganya mahal, tapi beberapa warga rusun swadaya membeli sendiri,” katanya.

Jika ada warga yang terpaksa menjalani karantina mandiri, tetangga sekitar yang akan memenuhi kebutuhan harian warga tersebut.

“Hal ini sebagai upaya meminimalkan penyebaran. Pernah beberapa waktu lalu ada warga yang suspek, nah wajib karantina 14 hari. Warga sekitar yang menyuplai kebutuhannya,” ucapnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom