Kategori: Internasional

Riset: Pasien Covid-19 Banyak yang Mengalami Kerusakan Ginjal


Solopos.com/Jafar Sodiq Assegaf/Newswire

Solopos.com, JAKARTA - Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cell menyebut pasien positif Covid-19 mengalami penurunan fungsi ginjal. Penelitian itu menjelaskan, virus corona menginfiltrasi tubuh dengan mengikat jenis reseptor pada sel yang disebut ACE2.

"Reseptor ACE2 pada dasarnya adalah "tempat berlabuh" untuk virus tersebut," ujar Dr. George Thomas, seorang nephrologist dari Glickman Urogical and Kidney Instite di Cleveland Clinic.

Razia Kerumunan, Aparat Gulung Tikar & Pasangan Berduaan di Taman Mojosongo Solo

Kerusakan ginjal yang terlihat pada pasien positif corona bisa jadi karena tubuh tidak mampu memberikan oksigen yang cukup ke organ. Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Presiden Asosiasi Ginjal Nasional, DR. Holly Kramer kepada NBC News.

Kramer mengatakan, Covid-19 benar-benar telah "memukul" paru-paru dengan keras, sehingga menyulitkan tubuh untuk mendapatkan okisgen yang dibutuhkan. Artinya, tidak menutup kemungkinan kerusakan ginjal disebabkan oleh efek virus pada darah yang dapat menyebabkan pembekuan. Hipotesis ini cukup masuk akal karena pada dasarnya, salah satu fungsi utama ginjal adalah menyaring darah melalui ribuan kapiler kecil yang sangat rentan terhadap pembekuan.

Dalam arti lain, bila pembekuan darah benar-benar terjadi, para ahli mengklaim bahwa hal tersebut kemungkinan besar karena efek dari sistem kekebalan tubuh yang rusak, serta meningkatnya peradangan yang mereka sebut dengan istilah badai sitokin (cytokine storm).

37 Kontak Erat Pasien Positif Covid-19 Kalijambe dan Sragen Kota Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

"Sitokin-sitokin itu seharusnya menyerang virus, tetapi sistem kekebalan tubuh pada akhirnya melepaskan sejumlah besar sitokin, dan mereka akhirnya malah menyerang sel dan jaringan kita sendiri," kata Thomas.

Ginjal Pasien Covid-19

Lebih lanjut dr. Kramer menjelaskan, ginjal pada dasarnya juga berfungsi mengeliminasi "sampah" di dalam tubuh, serta mendaur ulangnya. Bila kapiler-kapiler kecil itu tiba-tiba tersumbat, dan darah tidak bisa bergerak dengan baik, ginjal tidak akan bisa menyaring darah secara maksimal.

Alhasil, para dokter biasanya akan menggunakan mesin dialisis untuk membantu pasien dengan fungi ginjal yang buruk. Sayangnya, darah dari pasien positif COVID-19 dilaporkan menggumpal terlalu banyak.

36 Tenaga Medis RS di Kudus Positif Rapid Test Covid-19

Dokter mengklaim, kondisi tersebut justru dapat menyumbat filter dalam mesin dialisis (mesin cuci darah), sehingga mereka harus menambahkan pengencer darah ke rejimen pengobatan pasien agar mesin dapat berfungsi dengan baik.

Ketika fungsi ginjal pasien menurun, Dr. Hugh Cassiere mengatakan bahwa kebanyakan dokter ICU cenderung kesulitan dalam memberikan perawatan kepada pasien. Berbeda ketika pasien hanya mengalami masalah pernapasan.

Pasien dengan kondisi seperti ini cenderung lebih mudah ditangani, meski cairan di dalam tubuhnya terbilang rendah. Namun, bila fungsi ginjal tidak berjalan sebagaimana mestinya, dokter tidak dapat mengeluarkan banyak cairan karena pasien kesulitan untuk buang air kecil.

1 Lagi PDP Terkait Covid-19 Sragen Meninggal dan 1 Lainnya Dirujuk ke Solo

Memperburuk Fungsi Ginjal

"Jadi cairan apapun yang kita masukkan tidak keluar, dan itu bisa membuat kondisi paru-paru menjadi lebih buruk," ujar Hugh Cassiere yang juga merupakan ahli pulmonolg dan direktur medis di Respiratory Care Services, North Shore University Hospital, New York.

Cassiere memperkirakan 30-40% pasien positif Covid-19 yang menggunakan ventilator di ruang ICU mengalami masalah ginjal akut. Dan ini merupakan tanda bahwa penyakit yang dideritanya berpotensi memburuk.

"Setiap kali Anda berada di ICU, dan Anda mengalami cedera ginjal, itu adalah penanda untuk peningkatan risiko kematian," kata Cassiere.

Maling Gabah di Karanganyar Demi Sambung Hidup, Pemulung Sragen Makan Beras Curian Lauk Sambal

Ironisnya, menurut laporan NBC News, 37 juta orang di Amerika Serikat diklaim memiliki penyakit ginjal kronis. Pasien dengan riwayat seperti inilah yang berisiko lebih besar terhadap infeksi virus pada umumnya, termasuk virus corona.

Oleh karenanya, National Kidney Foundation merekomendasikan pasien-pasien tersebut untuk memberikan perhatian khusus pada panduan social distancing (menjaga jarak sosial) dan rutin mencuci tangan setiap harinya. Para ahli juga mendesak mereka untuk melanjutkan perawatan dialisis dan obat yang diresepkan.

Share
Dipublikasikan oleh
Jafar Sodiq Assegaf