Riset BLAM: Tema Muamalah Jarang Dibahas Pada Khutbah Jumat Masjid Perkotaan
Jemaah mengikuti Salat Jumat di Masjid Agung, Solo, Jumat (12/6/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Riset yang digelar Balai Litbang Agama Makassar menemukan tema muamalah jarang dibahas pada khutbah Jumat masjid perkotaan di Kawasan Indonesia Timur. Tema khutbah umumnya membahas seputar iman dan ibadah.

Tema-tema itu dijabarkan ke dalam topik-topik meliputi akidah, fikih, golongan orang kafir, dan haji, dan umrah. Selain itu, ada topik mengenai kurban, infak, sedekah, zakat, hikmah ibadah, kisah para nabi, hingga persatuan umat.

Tak jarang, para khatib masjid perkotaan juga menyesuaikan topik khutbah Jumat dengan momen atau peristiwa yang sedang viral.

"Tema muamalah yang masih kurang disentuh oleh para khatib adalah berkaitan dengan akhlak kepada sesama manusia. Bertoleransi kepada nonmuslim dan kearifan lokal serta isu-isu lokal yang hangat," tulis Balai Litbang Agama Makassar kepada Solopos.com, Senin (3/8/2020).

Wow! Publik Menilai Pelayanan Manasik Haji Kementerian Agama Sangat Efektif

Riset yang digelar pada 2019 itu juga mengungkap penyampaian khutbah jumat di masjid perkotaan mayoritas tanpa membaca teks. Meski, ada pula masjid yang mewajibkan penggunaan teks sebelum khatib tampil di atas mimbar.

Pembacaan teks kadang dilakukan pada momen tertentu, misalnya berdasarkan edaran pemerintah daerah yang memberikan khutbah seragam terkait kesehatan.

Namun, khutbah seragam ini sulit diterapkan di masjid yang masih mempertahankan penggunaan bahasa daerah di tempatnya. Sedangkan, khutbah seragam biasanya dibuat dalam bahasa Indonesia.

Pengawas dan Mutu Pendidikan MA

Hal ini berkaitan dengan budaya keagamaan yang mengitari pelaksanaan Jumatan. Ada masjid yang mementingkan performa pakaian dan menghendaki pakaian islami bagi para khatib. Sebagai contoh mislanya, harus mengenakan surban, sarung, dan baju koko berbalut jas.

"Ada juga yang mengharuskan penggunaan mimbar bukan podium dan dilengkapi dengan penggunaan tongkat pada saat khatib naik mimbar," imbuh Balai Litbang Agama Makassar.

Rekomendasi

Dalam riset itu, peneliti memberikan sejumlah rekomendasi kepada Kementerian Agama terkait tema khutbah Jumat pada masjid perkotaan. Salah satunya yakni perlu adanya suatu lembaga di bawah Kementerian Agama untuk menghimpun seluruh Lembaga Dakwah.

Lembaga ini berfungsi untuk koordinasi dan kerja sama dengan Lembaga Dakwah dan pengurus masjid. Selain itu, memperbaiki sistem perekrutan dan evaluasi anggota lembaga dakwah.

Melalui lembaga ini pula, dilakukan kontrol, evaluasi, dan pengendalian tema-tema dan konten khutbah Jumat.

"Melakukan perekaman dalam setiap pelaksanaan khutbah Jumat sebagai bagian dari pertanggungjawaban khatib dan untuk bahan evaluasi. Selain itu, menggelar pembinaan dan pembimbingan kepada khatib yang moderat, toleran, dan peka kultur," sambung Balai Litbang Agama Makassar.

Lembaga itu juga bertugas melaksanakan pertemuan rutin yang membahas soal strategi dakwah dengan mengacu pada perkembangan situasi dan kondisi jemaah.

Tak hanya itu, lembaga ini juga bertugas mengenai pemetaan distribusi khatib dan tema-tema dakwah. Lalu, pemetaan terkait karakteristik kelompok keagamaan agar dakwah yang disampaikan tidak berkesan provokatif karena berbeda paham.

Literatur Keagamaan SMA di Bawah Yayasan-Yayasan Katolik di Jawa Tengah

Dalam riset itu juga disebut pentingnya penyusunan buku almanak khutbah Jumat untuk dibagikan kepada setiap masjid perkotaan yang membutuhkan. Buku itu diharapkan menjadi pedoman para naib atau imam tetap.

Buku itu sedikitnya berisi tentang topik-topik kearifan lokal yang disesuaikan dengan karakter budaya dan bahasa masing-masing daerah. Kemudian, mengenai pentingnya toleransi antara kelompok organisasi, paham keagamaan, penganut agama dan kepercayaan lainnya.

"[Buku juga berisi tentang] pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia," tulis Balai Litbang Agama Makassar.

Riset mengenai tema khutbah Jumat pada masjid perkotaan itu digelar di lima provinsi di Indonesia Timur yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Papua, dan Maluku.

Begini Strategi Sekolah di Jabar & Banten Tanamkan Pendidikan Karakter Siswa



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom