Rio Pamitan, Pastikan Tak Maju dalam Pemilihan Presiden Pasoepati 2020-2022
Ekya Sih Hananto dan Aulia Haryo Suryo (istimewa)

Solopos.com, SOLO — Aulia Haryo Suryo memastikan diri tak akan maju kembali dalam pemilihan presiden Pasoepati periode 2020-2022. Satu periode sudah cukup bagi Aulia untuk mengabdikan diri di salah satu kelompok suporter terbesar di Indonesia tersebut.

Rio, sapaan akrabnya, bakal sekaligus pamitan saat mengisi talkshow DPP Pasoepati bertema 97 Tahun Persis Solo, Perjalanan Legenda Sepak Bola Indonesia, Sabtu (21/11/2020). Talkshow tersebut digelar secara virtual melalui akun Youtube Putro Mbalelo Entertaintment mulai pukul 19.30 WIB.

Pencinta Moge Merapat, Ini Harga CBR1000RR-R Fireblade di Jawa Tengah

Selain Rio, Wakil Presiden Pasoepati, Surya Panca, dan striker Persis Solo, Tri Handoko, hadir dalam acara bincang santai tersebut. Talkshow akan dilanjutkan konser virtual yang diisi biduan Putro Mbalelo seperti Putri, Reva Revo, Amma Dera dan Angel.

Dikonfirmasi Solopos.com, Rio membenarkan tak berniat maju kembali dalam kongres Pasoepati yang akan digelar seusai Pilkada 2020. “Sudah saya putuskan, pertimbangan utamanya keluarga dan pekerjaan. Mohon maaf jika selama memimpin masih banyak kekurangan,” ujar Rio.

Mundurnya Rio dari pemilihan Presiden Pasoepati cukup mengejutkan mengingat dia masih memiliki dukungan di tataran elit maupun akar rumput. Sejak menakhodai Pasoepati bersama Surya Panca tahun 2018, Rio cukup vokal terhadap manajemen Persis.

Pasoepati bahkan sempat memboikot seluruh laga Persis kecuali melawan PSIM Jogja menyusul carut marut manajemen pada 2019. Namun aksi itu belakangan memicu pro-kontra setelah Sigid Haryo Wibisono meletakkan kepemilikannya. Pengusaha tambang Vijaya Fitriyasa kemudian mengambilalih klub hingga saat ini.

Di sisi lain, Rio sempat dipuji saat berani menjaminkan dirinya agar laga Persis kontra PSIM Jogja di Stadion Wilis, Madiun, Agustus 2019, dapat berjalan. Sebelumnya kepolisian menolak memberi izin laga tersebut karena suporter telanjur meluber di stadion. Pihak keamanan saat itu menghendaki laga tanpa penonton.

Secara organisasi, Rio mulai menginisiasi pembuatan kartu tanda anggota (KTA) Pasoepati multifungsi meski hingga kini belum kelar secara keseluruhan. Hubungan Pasoepati dengan pendukung PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), juga kian membaik di masa kepemimpinan Rio-Panca.

Rio mengatakan kini tengah menyiapkan laporan pertanggungjawaban (LPj) untuk kongres. Namun pihaknya belum dapat memastikan waktu penyampaikan LPj pada Ketua Majelis Pasoepati, Ekya Sih Hananto.

“Bukannya kami enggak mau ngasih LPj, kami masih menunggu jadwal pasti kongres. Kalau tanggalnya sudah ditentukan, kami akan segera menyerahkan LPj tersebut,” ujar Rio.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom