Ribuan Tenaga Honorer di Karanganyar Terancam Nganggur

Para tenaga honorer di Karanganyar resah dengan kebijakan pemerintah pusat yang akan menghapuskan status mereka mulai tahun depan.

 Ilustrasi guru honorer (Dok/JIBI)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi guru honorer (Dok/JIBI)

Solopos.com, KARANGANYAR — Tenaga honorer di Kabupaten Karanganyar resah terkait rencana pemerintah pusat menghapus status tenaga honorer pada 2023 mendatang. Ada ribuan jumlah tenaga honorer di lingkup Pemkab Karanganyar yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Mereka resah karena terancam jadi pengangguran. Para tenaga honorer ini meminta kejelasan nasib mereka kepada pemerintah pusat.

PromosiCitra Nyata Lubang Hitam di Pusat Galaksi Bima Sakti

Salah satu tenaga honorer, Yanto, menyebut kebijakan menghapus tenaga honorer mulai tahun depan sangat tidak manusiawi. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Baca Juga: Bakal Dihapus, Nasib 4.700-an Tenaga Honorer di Sragen Terancam

“Kami sangat resah dan jelas menolak akan kebijakan menghapus tenaga honorer. Kami bisa menjadi pengangguran,” ujar dia ketika berbincang dengan Solopos.com, Kamis (27/1/2022).

Mestinya pemerintah tidak asal menghapus keberadaan tenaga honorer. Apalagi tenaga honorer selama ini membantu pemerintah dalam melaksanakan program kerja. Agus menilai kebijakan penghapusan tenaga honorer seharusnya dibarengi dengan solusi akan nasib para honorer tersebut.

“Harusnya dikasih wadah seperti diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK],” tutur honorer di salah satu OPD di Karanganyar.

Baca Juga: Menpan RB: Pemda Jangan Lagi Rekrut Tenaga Honorer

Tenaga honorer lain, Ahmad, juga mengaku resah dengan kabar pemerintah akan menghilangkan status tenaga honorer tersebut. Kebijakan tersebut sangat memberatkan para tenaga honorer.

“Saya harus bekerja apalagi kalau dihentikan menjadi tenaga honorer. Apalagi ada keluarga yang harus saya tanggung,” katanya.

Dia berharap pemerintah membatalkan rencana penghapusan tenaga honorer di tahun depan. Ribuan tenaga honorer di Karanganyar tidak akan menjadi pengangguran jika pemerintah membatalkannya.

Baca Juga: Tenaga Honorer di Instansi Pemerintah Dihapus pada 2023, Ini Alasannya

Sebagaimana diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, menyampaikan bahwa status tenaga honorer akan selesai atau dihilangkan pada 2023. Dengan demikian, status pegawai pemerintah mulai 2023 nanti hanya ada dua jenis, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di mana keduanya disebut Aparatur Sipil Negara (ASN).

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

+ PLUS Pentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

Setelah puluhan tahun Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) bungkam mengenai fenomena UFO (Unidentified Flying Object) atau benda terbang tak dikenal, akhirnya mereka buka suara pada audiensi publik pertama, Selasa (17/5/2022), yang dapat ditarik kesimpulan bahwa fenomena tersebut bukan fiksi dan dianggap sebagai ancaman serius.

Berita Terkini

Insiden Mobil Nyasar ke Alas Grojogan Sewu, Warga: Bisa Karena Faktor X

Warga sekitar Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar ada yang mengaitkan insiden mobil nyasar korban google map dengan kejadian mistis.

Solo Hari Ini: 19 Mei 2015, Isu Babi Ngepet Hantui Warga Jagalan

Tujuh tahun lalu, tepatnya 19 Mei 2015, Solopos.com menurunkan berita tentang isu babi ngepet di Kota Solo, Jawa Tengah.

GPH Paundra Mendadak Kritik Pedas PMI Solo Lewat IG Story, Ada Apa Ya?

Pangeran Sepuh Mangkunegaran Solo, GPH Paundrakarna mengunggah story di Instagram yang isinya kritik terhadap kinerja PMI Solo.

Korban Google Maps, Mobil Ini Nyasar di Tengah Alas Dekat Grojogan Sewu

Mobil Toyota Avanza berpelat luar kota ditemukan warga di jalan setapak di tengah alas dekat Grojogan Sewu, Karanganyar, tanpa pengemudi. Pengemudi nyasar karena mengikuti google map.

Alhamdulillah, 1.977 Guru PPPK di Klaten Akhirnya Terima SK

Sebanyak 1.977 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru akhirnya menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dan penandatanganan perjanjian kerja.

Picu Macet, Kecelakaan di Penggung Boyolali Libatkan Truk, Mobil, Motor

Kecelakaan melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi AD 1770 OC, mobil berpelat nomor DK 1446 HL serta sebuah sepeda motor yang terparkir di depan warung makan kaki lima.

3 Atlet Asli Klaten Unjuk Gigi di SEA Games Vietnam, Begini Kata Bupati

Setidaknya ada tiga atlet asal Klaten yang masuk kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 di Vietnam.

Ini Kisah Lengkap KKN Rumah Kosong Klaten, Serem Lur!

Inilah kisah lengkap penuh misteri dari pengalaman KKN di Rumah Kosong Klaten.

Tragedi Tabung Gas Bocor di Mojosongo Solo, 2 Nyawa Melayang

Dua orang meninggal dunia akibat luka bakar tersambar api dari gas bocor di lokasi industri tahu dan tempe Mojosongo, Jebres, Solo.

Ini Politikus PDIP yang Berpotensi Gantikan Sukamto di DPRD Sragen

Naniek Budhi Darmawati berpotensi jadi anggota DPRD Sragen menggantikan Sukamto yang meninggal dunia pada Rabu (18/5/2022).

BPS Wonogiri Adakan Sensus Penduduk Lanjutan, untuk Apa?

Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri mengadakan sensus penduduk lanjutan pada Mei-Juni 2022. Sensus tersebut merupakan tahapan kedua sensus penduduk 2020.

Sumeni, Mata-Mata Sragen Legendaris Penakluk Tentara Belanda

Indonesia memiliki salah satu mata-mata legendaris semasa perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. Sumeni salah satunya. Ia dikenal dengan kehebatannya "menaklukkan" tentara Belanda di Sragen.

1 Jam, Bupati Jekek Bicara Rentenir hingga Kemiskinan di Wonogiri

Selama lebih kurang satu jam, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo atau akrab disapa Jekek berbicara banyak soal upaya pengentasan rentenir, kaum boro, hingga pengentasan kemiskinan.

Breaking News! Jalan Solo-Semarang di Boyolali Macet, Ada Kecelakaan

Akibat kecelakaan tersebut arus lalu lintas di jalur Solo-Semarang maupun sebaliknya tersendat.