Ribuan pesilat dari 14 perguruan silat mengikuti jalan sehat setelah mendklarasikan Sura Damai 2019, Jumat (30/8/2019). (Istimewa-Polres Madiun)

Madiunpos.com, MADIUN -- Ribuan pesilat dari 14 perguruan di Kabupaten Madiun mendeklarasikan Sura Damai 2019 di Lapangan Tribrata Polres Madiun, Jumat (30/8/2019). Deklarasi damai ini untuk memastikan seluruh kegiatan di Bulan Sura aman. 

Empat belas perguruan silat yang mendeklarasikan Sura Damai ini antara lain Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad, IKS Kera Sakti, Perguruan Ki Agung Pandan Alas, Tapak Suci, Pro Patria, Persinas ASAD, Merpati Putih, Pagar Nusa, Cempaka Putih, Persaudaraan Sejati, Pro Patria, dan Persaudaraan Pangastuti Tundung Madiun. 

Ada tiga poin dalam Deklarasi Suro Damai 2019 yang dibacakan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Moerdjoko. 

Pertama, selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur perguruan serta menaati semua peraturan hukum yang berlaku.

Kedua, saling menghormati dan menjalin persaudaraan antar-perguruan pencak silat guna mewujudkan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat.

Ketiga, dengan penuh kesadaran siap mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta mewujudkan Sura Damai 2019 di Kabupaten Madiun. 

"Demikian ikrar ini semoga Tuhan YME meridhoi," kata Moerdjoko. 

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengatakan akan ada ribuan pesilat yang datang ke Madiun pada saat malam satu Sura atau malam 1 Muharam. Bagi para pesilat dari luar daerah yang menggunakan kendaraan bisa menghiasinya dengan menarik. Hal ini supaya lebih menarik dan menghibur masyarakat. 

"Dengan adanya hiasan pada kendaraan yang digunakan pesilat, dengan kirab di masyarakat tidak lagi ada ketakutan tapi justru penonton menunggu di pinggir jalan. Untuk semuanya mungkin nanti kendaraan bisa dihias tampilannya agar seperti karnaval.  Akan seperti itu konsep kebersamaan di 2019, nanti mengarahkan hal seperti itu," kata Kaji Mbing, sapaan akrab Bupati Madiun. 

Ia berharap tidak ada insiden maupun konflik selama kegiatan di Bulan Sura. Komitmen ini sudah disampaikan lewat ketua perguruan silat masing-masing. 

"Kami berharap Bulan Sura ini menjadi bulan yang baik. Pada 2019 ini, mindset masyarakat sudah berubah, bahwa mereka berangkat dari rumah sudah tahu bahwa Bulan Sura ini benar-benar bulan yang mulia. Bulan Sura ini meneladani para pendiri perguruan yang sudah ada. Nanti kalau komitmen sudah kita bangun, tahun 2020 bisa diadakan acara Sura lagi dengan menyelenggarakan kirab budaya," jelas dia. 

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, mengatakan aparat kepolisian di Polres Madiun akan mengawal rombongan ribuan pesilat dari berbagai daerah. Pihaknya juga menempatkan personel di sejumlah titik seperti pintu masuk dari Ngawi dan Ponorogo. Ini untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan Suroan maupun Suran Agung. 

"Kami juga meminta ketua ranting perguruan silat untuk menyampaikan kepada para pesilat supaya menggunakan kendaraan bak tertutup. Bagi para pesilat yang mengendarai sepeda motor diminta untuk bergabung dengan menggunakan kendaraan terutup agar memudahkan pengawalan," terang Ruruh. 

Polres Madiun mengerahkan 959 personel untuk pengamanan malam 1 Sura


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten