Ribuan Personel TNI Bersiaga Antisipasi Aksi Hitamkan Solo
Danrem 074 Warastratama mengecek kesiapan personel di Makorem 074 Warastratama Solo pada Selasa (22/9/2020) pagi. (Istimewa/Penrem 074 Warastratama)

Solopos.com, SOLO – Ribuan personel TNI bersiaga mengantisipasi kericuhan terkait rencana aksi hitamkam Solo yang beredar pada Selasa (22/9/2020). Hal ini dijelaskan Komandan Korem 074 Warastratama Kolonel (Inf) Rano Tilaar.

Rencana aksi hitamkan Solo beredar sebagai buntut kasus penganiayaan yang mengakibatkan tiga pesilat terluka pada pekan lalu. Berdasarkan informasi yang beredar, malam ini ada pergerakan massa menuju ke kawasan Plaza Manahan Solo.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Korem 074 Warastratama Kolonel (Inf) Rano Tilaar memastikan jajaran TNI dalam kondisi siap untuk menjaga kondusivitas Solo dan sekitarnya.

Dia mengatakan telah ada penandatanganan pernyataan bersama dari pimpinan PSHT sebagai komitmen mewujudkan situasi kondusif serta larangan turun ke jalan. Menurutnya, pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sragen juga sudah mengimbau ke seluruh warga PSHT agar tidak mengerahkan massa ke Solo.

Ini Lho Mbak Ida yang Pamer Celana Dalam Saat Motoran

"Saya sebagai Danrem menyampaikan apabila ada oknum ingin menghitamkan Kota Solo maka kami menjawabnya kami akan menghijaukan dan mencoklatkan Kota Solo ini. Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolresta, bahwa terkait ancaman itu kami jawab dengan kesiapsiagaan," ujar Danrem saat dihubungi Solopos.com, Selasa siang.

Show off force

Ia menambahkan menyikapi kejadian pekan lalu saat massa datang ke Plaza Manahan, Danrem telah menyiapkan pasukan dari Batalion Infanteri Raider 408/Suhbrastha Sragen untuk terjun ke seluruh Kodim jajaran. Lalu, ia juga telah meminta pasukan kepada Dangrup II Kopassus serta Brigif Kostrad atau Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro.

"Kalau kemarin malam itu show off force untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa aparat siap. Lalu, kami menitipkan pesan kepada kelompok anarkistis maka akan berhadapan dengan kami. Jangan dikira tentara tidak bisa menindak. Selagi kegiatan itu di bawah permintaan kepolisian, kepolisian akan menggunakan diskresi kepada personel kami yang di BKO kan," imbuh Danrem.

Jago Bela Diri hingga Main Burung, Ini 5 Fakta Unik Nunggal Si Preman Solo Pimpinan Gondhez’s 

Danrem tidak menyebut jumlah personel pasti yang bakal bertugas menjaga keamanan dari ancaman aksi hitamkan Solo malam ini. Namun, seluruh satuan di Soloraya bisa digerakkan oleh Danrem melalui izin Pangdam IV Diponegoro dan permintaan kepolisian. Namun, ia memastikan ada ribuan personel TNI yang siap bergerak pada malam ini.

"Kemarin bagian kesiapsiagaan kami dan bukti kami bersinergi dalam menegakkan hukum. Memang show off force rangkaian malam ini," papar Danrem.

Menurutnya, seusai show off force, pada Selasa (22/9/2020) ini TNI tetap bersiaga dan menunggu permintaan prosedur BKO.

Ada Balap Lari Liar Wonogiri, Begini Tanggapan Bupati



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom