Ribuan mahasiswa protes BHP

MAKASSAR: Ribuan mahasiswa gabungan dari berbagai perguruan tinggi di Makassar, turun ke jalan melakukan unjukrasa memprotes diberlakukannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), pada Senin (4/5).

Para pengunjukrasa menutup persimpangan Jl. Tol Reformasi-AP. Pettarani, sehingga menyebabkan kemacetan arus lalulintas sepanjang dua kilometer, selama tiga jam.

Mereka berkumpul sejak pukul 10.00 Wita sambil menunggu kelompok mahasiswa dari sejumlah kampus lain, dan melanjutkan aksinya ke kantor Gubernur Sulsel pada pukul 13.00 Wita.

Unjukrasa tersebut, sedainya akan dilaksanakan pada Sabtu (2/5) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Namun karena keamanan kota diperketat terkait dengan kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Makassar, mahasiswa akhir menunda aksinya pada Senin (4/5) ini.

Dalam aksinya, mereka mengatakan bahwa angka pengangguran terdidik semakin bertambah pada 2008 yang telah mencapai 4,5 juta jiwa.

Angka putus sekolah pun meningkat. Berdasar survei pada 2008, pengunjukrasa merilis data bahwa pada tingkat sekolah dasar (SD) mencapai 841 ribu anak, sementara pada tingkat SLTP mencapai 211.643 anak.

"Putus sekolah itu disebabkan karena kemiskinan," ujar seorang mahasiswa dalam orasinya.

Mahasiswa itu juga mengatakan, Dirjen Dikti pernah mengeluarkan kebijakan diskriminatif terhadap perguruan tinggi dengan menyatakan tidak ada kenaikan SPP, hanya dana tambahan BOP, POM dan Dana Penunjang Pendidikan (DPP) sebagai pembantu peningkatan kualitas pendidikan.

Namun kenyataannya, lanjut mahasiswa, kebijakan tersebut menjadi legalitas untuk melakukan praktek pungli pada kelompok mahasiswa.

Hal tersebut dapat dilihat pada munculnya kelas bilingual yang pada prakteknya tidak sesuai dengan visi-misi pendidikan bilingual.

Mahasiswa mengatakan, praktek pungli itu juga dapat dilihat pada pungutan uang pangkal mahasiswa baru yang dinilainya tidak obyektif serta banyaknya jalur penerimaan mahasiswa baru diluar SPMB.

"Ini adalah gambaran dunia pendidikan yang secara tidak sadar sudah menerapkan praktek BHP," katanya. (Antara)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom