Ribuan Diturunkan, Bawaslu Kudus Masih Temukan Pelanggaran APK
Poster calon anggota legislatif yang dipasang di depan sekolah diambil karena melanggar Keputusan KPU No. 74/2018, Selasa (11/12/2018). (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Semarangpos.com, KUDUS — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kudus, masih saja menemukan pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye yang tidak sesuai dengan aturan. Padahal sudah dilakukan sosialisasi aturan pemasangan dan telah pula dilakukan pencopotan terhadap ribuan APK.

"Walaupun sudah banyak APK maupun bahan kampanye yang diturunkan, ternyata masih banyak yang melanggar," ungkap Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Kudus Baharuddin yang ditemui wartawan di sela-sela penertiban APK maupun bahan kampanye di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa.

Ia mencontohkan bahan kampanye berupa poster di depan sekolah. Padahal, ketentuannya pemasangan di dekat sekolah atau tempat ibadah minimal berjarak 10 meter. Selain itu, dalam Keputusan KPU No. 74/2018 tentang Penetapan Tempat/Lokasi Kampanye Rapat Umum dan Pemasangan Alat Peraga Kampanye pada Pemilihan Umum 2019 juga disebutkan tempat pemasangan dan lokasi kampanye.

Untuk menertibkannya, kata dia, harus terlebih dahulu dilakukan inventarisasi, kemudian pemilik APK maupun bahan kampanye tersebut diberikan peringatan untuk dipindah atau diambil sendiri. "Jika dalam waktu 1x24 jam tidak diindahkan, kami yang akan mengambilnya," ujarnya.

Hingga kini, Bawaslu Kudus mencatat 4.132 alat peraga dan bahan kampanye yang ditemukan melanggar Keputusan KPU No. 74/2018 maupun melanggar Peraturan Daerah tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (Perda K3). Ia berharap calon anggota legislatif memahami aturan pemasangannya sehingga upaya mempromosikan dirinya kepada masyarakat bisa tercapai.

Berdasarkan keputusan KPU Kudus, untuk zona rapat umum kampanye Pemilu 2019 terdapat 20 lapangan yang diperbolehkan. Zona pemasangan alat peraga kampanye untuk sembilan kecamatan diperbolehkan di sejumlah tempat, terkecuali di tempat yang dilarang, seperti tempat ibadah termasuk halaman, rumah sakit atau pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah dan lembaga pendidikan.

Selain ditetapkan lokasi yang diperbolehkan untuk memasang alat peraga kampanye, KPU Kudus juga menetapkan lokasi-lokasi yang dilarang, di antaranya di ruas-ruas dan trotoar jalan, taman, serta kawasan Simpang Tujuh, kantor pemerintah desa dan halamannya, menara telekomunikasi, serta di jembatan sungai dan jembatan penyeberangan. Ruas jalan yang menjadi larangan pemasangan APK, yakni Jl. Jenderal A. Yani, Jl. Lukmono Hadi, Jl. Ramelan, Jl. Sunan Kudus, Jl. Wachid Hasyim, Jl. Sunan Muria, dan Jl. Pemuda.

Lokasi lainnya, yakni Jl. Jenderal Sudirman dari Simpang Tujuh hingga persimpangan Taman Penthol, Jl. Gatot Subroto, Jl. Masjid, Jl. Pangeran Puger, Jl. Veteran, Jl. Simpang Tujuh, Jl. Pramuka, Jl. Mejobo hingga Kantor Samsat, Jl. Kiai Mojo, Jl. Tjoet Nya' Dien, dan Jl. GOR. Kontestan Pemilu 2019 juga dilarang melakukan kampanye saat car free day atau hari tanpa asap kendaraan bermotor yang diselenggarakan setiap akhir pekan di Alun-Alun Kudus.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya




Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom