Ribuan Cacing Keluar dari Tanah, Bertebaran di Trotoar Pasar Gede Solo

Warga melaporkan fenomena aneh yaitu ribuan cacing keluar dari tanah dalam dua hari terakhir di Kota Solo.

 Cacing-cacing merayap di taman sekitar Pasar Gede Solo, Sabtu (18/4/2020). (Instagram @_infocegatansolo)

SOLOPOS.COM - Cacing-cacing merayap di taman sekitar Pasar Gede Solo, Sabtu (18/4/2020). (Instagram @_infocegatansolo)

Solopos.com, SOLO — Warga di sejumlah titik melaporkan adanya fenomena aneh, yaitu ribuan cacing keluar dari dalam tanah dalam dua hari terakhir di berbagai titik Kota Solo.

Cacing-cacing tersebut keluar pada pagi hari dan merayap di permukaan sebelum akhirnya mati, namun ratusan lainnya kembali lagi ke dalam tanah.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Riri Anwari, mengaku cacing tersebut muncul pada Jumat (17/4/2020) sekitar pukul 05.30 WIB.

“Tidak banyak, mungkin puluhan. Tapi menurut saya aneh sekali, karena tidak biasa. Sebagian saya sapu ke bawah pohon mangga, sebagian lagi mati. Menjelang siang, cacing-cacing itu sudah tidak ada. Sebenarnya tidak masalah, tapi anak-anak jijik karena merayap ke mana-mana. Daripada mereka heboh, saya bersihkan saja,” kata dia, kepada Solopos.com, Sabtu (18/4/2020).

Fenomena serupa juga muncul di Pasar Gede pada Sabtu sekitar pukul 05.30 WIB. Cacing itu keluar dari tanah di taman sebelah utara Pasar Gede Solo, lalu merayap hingga ke jalur pedestrian.

Gawat! Produksi APD dan Masker Terancam Berhenti Setelah Juni

Salah seorang pedagang di sekitar lokasi itu, Marsono Hadiwiyono, mengatakan cacing yang keluar mencapai ratusan ekor.

“Kalau dikumpulkan bisa satu ember kecil penuh. Saat saya lihat, langsung saya bersihkan karena takut pembeli jadi tidak nyaman karena saya jualan bakso,” kisahnya, Sabtu.

Januari-April, 57 Pegawai RSUP dr Kariadi Semarang Positif Covid-19

Marsono membersihkan cacing-cacing itu hingga pukul 08.00 WIB. Namun cacing-cacing  masih keluar lagi beberapa ekor namun tak sebanyak sebelumnya.

Kejadian aneh itu juga diunggah oleh akun Instagram @ics__infocegatansolo yang mengunggah ulang video dari pengguna akun @mamad_tpf. Dari video itu tampak ratusan cacing keluar dari tanah dan merayap di jalur pedestrian hingga taman Pasar Gede Solo.

Puluhan Dokter RSUP Kariadi Semarang Diduga Tertular Covid-19 dari Pasien Bedah

Beberapa bahkan bergerak sampai ke tepi Jl. Urip Sumoharjo. Komentar warganet di akun itu bervariasi, salah satunya mengaitkan dengan gerakan penyemprotan disinfektan sebagai langkah pencegahan persebaran virus corona.

"Gonmu cacinge dho metu ora?? Ribuan cacing lur...lokasi pasar gede," tulis pengelola akun @ics_infocegatansolo dalam keterangan di unggahan itu, Sabtu.

Indikator Fenomena Alam?

Fenomena tersebut memancing berbagai spekulasi dari para netizen. Ada yang mengaitkan fenomena ribuan cacing keluar dari tanah di Solo tersebut dengan penyemprotan desinfektan yang masif dilakukan sebulan terakhir.

13 Pasien Covid-19 Dirawat di 4 RS Kota Solo, Ini Sebarannya

"Setelah berminggu2 sering kita melakukan penyemprotan, sisa penyemprotan yg menenpel tsb luruh terguyur oleh air hujan + banyak tempat cuci tangan yg airnya terserap oleh tanah, jadilah cacing2 tsb keluar dari dalam tanah," komentar pengguna akun @annisaekasaputri.

Namun sebagian netizen lainnya mengaitkan cacing-cacing yang keluar dari tanah itu dengan fenomena alam yang lebih besar. Mereka menduga-duga hal itu terkait pergerakan tanah atau pertanda gempa bumi. Namun belum ada penjelasan ilmiah yang membuktikan itu,

Ajak Koordinasi Tangani Corona Disebut Cari Sensasi, Rudy: Saya Fokus Daerah Sendiri Saja

"Mungkin bisa jd indikator akan terjadi gempa ? Atau suhu di dalam tanah smakin panas maka nya keluar .. semoga tidak terjadi apa' atau terjadi hal' yg buruk lagi ? amin," tulis pengguna akun @samflaviio.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by infocegatansolo (@_infocegatansolo) on

Jokowi Melarang Semua Warga Mudik, Bisa Dipenjara Setahun Jika Nekat

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Akhir Petualangan Serigala Berbulu Domba, Ayah Sejuta Anak yang Menjual Anak

      Akhir Petualangan Serigala Berbulu Domba, Ayah Sejuta Anak yang Menjual Anak

      Suhendra sempat mendapat julukan sebagai “Ayah Sejuta Anak” karena menampung 55 bayi yang kelahirannya di dunia tidak diinginkan orang tuanya. Namun, ia akhirnya ditangkap polisi karena terlibat kasus penjualan anak.

      Berita Terkini

      Fakta-Fakta Warga Sukoharjo Olah Sampah Plastik Jadi BBM, Solar Dijual Murah

      Warga Mojolaban, Sukoharjo, membuat inovasi mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

      Harga Tiket Nonton Panggung Hiburan Sekaten Solo, Denny Caknan Termahal

      Harga tiket menonton penyanyi Denny Caknan yang akan tampil di panggung hiburan Sekaten Solo pada Selasa (4/10/2022) mendatang termahal dibanding artis lain.

      DLH Sragen Kini Punya Bank Sampah, Hasilnya Bisa untuk Bayar Retribusi 

      DLH Sragen kini memiliki bank sampah dengan nasabahnya untuk sementara terbatas pada karyawan internal.

      Duh! Sedikitnya 52 Desa di Wonogiri Terdampak Serangan Kera Ekor Panjang

      Warga dan petani di Wonogiri resah dengan serangan hama kera ekor panjang.

      Irung Petruk Boyolali, Spot Selfie Sekaligus Tonggak Sejarah Dakwah Islam

      Tikungan Irung Petruk Boyolali juga dikenal sebagai tonggak sejarah dakwah Islam di Boyolali.

      Taman Irung Petruk Boyolali, Spot Selfie Melegenda di Kaki Merapi

      Taman Irung Petruk Boyolali melegenda karena jalanan yang beliku mirip hidung Petruk dan jadi spot selfie wisatawan.

      Sopir Ngantuk, Mobil Panther Masuk Selokan di Jalur Matesih-Karanganyar

      Diduga sopir ngantuk, mobil Isuzu Panther terperosok masuk selokan sedalam 1,5 meter di jalur Matesih-Karanganyar, Kamis (29/9/2022) dini hari WIB.

      Tabrak Anak SD, Mobil Ditumpangi Anggota DPRD Solo Dirusak Warga di Minahasa

      Mobil yang ditumpangi anggota DPRD Solo dirusak warga setelah menabrak seorang anak kecil yang mendadal lari menyeberang jalan di Pineleng, Minahasa, Sulut, Rabu (28/9/2022).

      Dijajah Belanda, Tapi Tak Bisa Berbahasa Belanda

      Pendidikan tak merata pada masa penjajahan Belanda membuat tak banyak masyarakat Indonesia yang fasih berbahasa Belanda.

      Yuk, Tukar Botol Plastik Jadi Bibit Tanaman di DLH Sragen

      Program tukar botol plastik dengan bibit tanaman merupakan salah satu langkah kecil untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat bahwa sampah masih memiliki nilai ekonomis.

      Beri Kode ke Danrem 052/Wijayakrama, Begini Jawaban Wali Kota Gibran

      Wali Kota Gibran Rakabuming Raka menegaskan pernyataannya Sampai Jumpa di Jakarta sekadar ungkapan biasa lantaran dirinya kerap berkunjung ke Jakarta.

      Pelatihan Desa Wisata Bakal Digelar Lagi, Desa di Wonogiri Diminta Bersiap

      Pemkab Wonogiri akan kembali menggelar pelatihan desa wisata dengan anggaran dari DAK senilai Rp110 juta.

      RSUD Sragen Bersolek, Anggarannya Capai Rp2,7 Miliar

      RS tipe B terbesar di Kabupaten Sragen itu membangun ruang pertemuan berkapasitas 300 orang di lantai III gedung utama senilai Rp1,46 miliar. Pagar depan RSUD juga dibangun dengan menghabiskan dana Rp1,279 miliar.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 29 September 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Kamis (29/9/2022), bisa disimak di sini.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 29 September 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Kamis (29/9/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      KT Dusun Derman Karangmojo Karanganyar Rintis Bank Sampah untuk Biayai Kegiatan

      Inisiasi bank sampah dilakukan Juli 2022 dan hasilnya digunakan untuk operasional KT Dusun Derman Karangmojo Tasikmadu Karanganyar