Ribuan Bantuan Bibit Pohon Mati
ilustrasi (google img)
ilustrasi (google img)

KLATEN--Ribuan bibit pohon bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mati sebelum ditanam. Hal ini lantaran kualitas bibit pohon buruk.

“Bibit pohonnya tidak ditanam di polybag dari awal tapi dari tanah lalu dipindah ke polybag jadi cepat mati karena akar tunggangnya dipotong. Selain ini [bibit pohon yang belum ditanam], bibit yang sudah ditanam warga pun ada yang mati. Mulai mati itu setelah empat hari tiba di sini,” ungkap Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Barukan, Dirjo Miyoto, kepada wartawan di rumahnya, Selasa (19/3/2013).

Dirjo menuturkan pihaknya mendapat bantuan Rp110 juta dari pemprov. Senilai Rp86 juta untuk bibit dan Rp24 juta untuk hewan ternak. Namun menurut Dirjo, dari bantuan Rp24 juta baru turun Rp10 juta dan sudah dibelikan 12 ekor kambing gembel ekor tebal. “Tapi kami menambah uang Rp3 juta untuk membeli kambing tersebut,” terang Dirjo.

Bibit pohon yang sebagian besar mati adalah bibit jati dan matoa, yakni sekitar 60% dari 8.000 bibit yang diberikan. Dirjo mengaku kecewa dengan bantuan yang diberikan. Selain bibit mudah mati, bantuan tersebut tidak sesuai dengan pengajuan awal. “Kami mengajukan bibit sengon, klengkeng dan matoa tapi diberinya jati, mahoni, klengkeng dan matoa. Kalau jati dan mahoni masyarakat kurang tertarik untuk menanam karena besarnya lama jadi tidak cepat menghasilkan,” terang Dirjo.

Lebih lanjut Dirjo menuturkan pihaknya tidak menyangka bantuan bibit akan sebanyak itu. Pihaknya memperkirakan bantuan bibit sekitar 5.000 bibit. “Bantuan sekian ini [8.000] kebanyakan karena lahan sudah tidak ada. Ini saja sebenarnya bantuan untuk kelompok tani tapi akhirnya kami bagi untuk satu desa karena jumlahnya terlalu banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Manisrenggo, Wahyudi Martono, mengungkapkan pada awalnya pihaknya tidak mengetahui bantuan tersebut. Oleh karena itu dia berharap apabila mendapat bantuan seharusnya pihak kecamatan diberi tahu supaya bisa membantu membagi bantuan tersebut supaya tidak muspro.

“Saya juga mohon masyarakat jangan dibodohi kalau bibit tidak layak dan tidak sesuai dengan standar bantuan jangan diberikan kepada masyarakat. Bantuan tidak perlu banyak tapi yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Kalau sudah seperti ini nanti masyarakat disalahkan karena dikira tidak memanfaatkan bantuan,” tutur Wahyudi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho