RI Tak Ambil Tambahan Kuota Haji 10.000, Ini Alasannya

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan bahwa penambahan kuota itu hanya diperuntukkan bagi jemaah haji reguler sehingga dari sisi waktu tidak memungkinkan.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA–Kementerian Agama tidak akan mengambil tambahan kuota haji 10.000 dari Arab Saudi.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan bahwa penambahan kuota itu hanya diperuntukkan bagi jemaah haji reguler sehingga dari sisi waktu tidak memungkinkan.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Secara resmi, surat dari Kementerian Haji juga sudah dijawab Kemenag. Mereka memahami kondisi dan sistem yang berlaku di Indonesia. Mereka paham tentang ketentuan porsi, nomor urut dan lainnya. Berdasarkan regulasi, haji memang harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku,” dalam siaran resminya, Kamis (30/6/2022).

Secara proses, lanjut Hilman, berdasarkan regulasi yang ada, waktu yang tersedia memang sudah tidak cukup.

Batas akhir proses pemvisaan jemaah haji regular adalah 29 Juni 2022.

Baca Juga: HAJI 2022: 72.092 Jemaah Calon Haji Indonesia Tiba Mekkah

“Penerbangan terakhir atau closing date keberangkatan jemaah dari Tanah Air itu 3 Juli 2022. Artinya per hari ini hanya tersedia 5 hari. Ini tentu tidak cukup waktu untuk memproses kuota tambahan. Bahkan jika ditarik sejak awal penerimaan surat resmi di 22 Juni 2022, hanya ada waktu sekitar 10 hari. Itu juga tentu sangat tidak mencukupi,” papar dia.

Hilman menambahkan ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan dalam proses pemberangkatan jemaah haji, sejak adanya ketetapan kuota.

Pertama, Kementerian Agama harus menggelar rapat kerja dengan Komisi VIII DPR untuk membahas pemanfaatan kuota tambahan dan pembiayaannya. Hasil kesepakatan dengan DPR itu kemudian dijadikan sebagai dasar untuk penerbitan Keputusan Presiden tentang kuota tambahan.

Setelah itu, harus diterbitkan Keputusan Menteri Agama tentang Pedoman Pelunasan Haji bagi Kuota Tambahan.

Bersamaan itu, lanjut Hilman, Kemenag harus memverifikasi data jemaah yang berhak berangkat untuk kemudian diumumkan sebagai jemaah yang berhak melakukan pelunasan.

Baca Juga: Indonesia Dipastikan Peroleh Tambahan Kuota Haji 10.000 Pada 2022

Tahap selanjutnya adalah masa pelunasan.

“Beriringan dengan pelunasan, Kemenag akan melakukan pengurusan dokumen jemaah, mulai dari paspor, pemaketan layanan, dan visa. Namun, pemaketan tidak bisa dilakukan jika belum kontrak layanan dan pembayaran dengan penyedia layanan di Saudi,” jelas Hilman.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Kemenag Putuskan Tak Ambil 10.000 Kuota Haji Tambahan, Ini Alasannya

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Langit dari Bumi di Observatorium Bosscha dan Ancaman Polusi Cahaya

      + PLUS Langit dari Bumi di Observatorium Bosscha dan Ancaman Polusi Cahaya

      Observatorium Bosscha yang berlokasi di Lembang, Jawa Barat adalah observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara, yang berkatnya pengamatan langit dari bumi dapat mendukung pengembangan astrofisika dalam topik bintang, namun kini terancam polusi cahaya.

      Berita Terkini

      Terkini! Bharada E Pecat Pengacaranya Deolipa Yumara

      Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada RE atau Bharada E mencabut kuasa pengacaranya, yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin mulai Rabu (10/8/2022).

      Solopos Hari Ini: Josua Pegang Kartu Sambo

      Motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Josua (J) yang diotaki Irjen Pol. Ferdy Sambo kian terungkap.

      Tren Mobil Listrik, Teknologi Baterai Jadi Tantangan bagi Periset

      Komponen baterai menjadi kendala utama dalam pengembangan industri kendaraan bermotor listrik. Ini jadi tantangan bagi periset.

      Sejarah Hari Ini: 12 Agustus 1990, Temuan Fosil Tyrannosaurus Rex

      Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 12 Agustus.

      Laporkan Pesulap Merah, Gus Samsudin Diperiksa Polda Jatim Jumat

      Polda Jawa Timur dijadwalkan memeriksa Gus Samsudin terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Pesulap Merah pada Jumat (12/8/2022).

      Dipecat karena Selingkuh dengan Atasan, Polwan Kalah di PTUN

      PTUN Tinggi Makasar menolak gugatan mantan polwan Polda Maluku Utara, Raniandini Yasa, terhadap Kapolda Malut Irjen Pol Risyapudin Nursin karena tidak terima dipecat.

      Kasus Pelecehan di Unri, MA Putuskan Dekan Tak Bersalah

      MA menilai Syafri Harto tidak bersalah atas tuduhan pelecehan seksual dilakukannya kepada mahasiswi Unri.

      Pembunuh Guru TK di Mataram Diduga Pacar Korban

      Pembunuh guru taman kanak-kanak (TK) berinisial H di rumahnya, Gunungsari, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat beberapa hari lalu diduga kuat pacarnya.

      Setahun, Pembunuhan Ibu Anak di Subang Mulai Temukan Titik Terang

      Seorang yang diamankan itu berinisial S, yang diduga berada di lokasi kejadian saat peristiwa pembunuhan ibu anak di Subang terjadi.

      Selama 6 Hari di Magelang, Bharada E dan Brigadir J Tinggal Sekamar

      Bahkan saat mengawal keluarga Irjen Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah dari tanggal 2-7 Juli 2022, mereka tidur sekamar. 

      Pengacara: Ferdy Sambo Janjikan Uang dan Kasus Bharada E Dihentikan

      Ferdy Sambo menjanjikan kasus tersebut akan dihentikan oleh polisi (SP3) karena Bharada E dianggap membela diri dari tembakan Brigadir J.

      Brigadir J Berlutut, Bharada E Tembak 4 Kali atas Suruhan Ferdy Sambo

      Ketika masuk ke ruangan tersebut Bharada E melihat Brigadir J dalam posisi berlutut di depan Ferdy Sambo.

      Kabar Bupati Pemalang Ditangkap KPK, Gubernur Ganjar: Hentikan Korupsi!

      Selain Bupati Pemalang, sumber kuat di KPK menyebutkan aparat tim antirasuah itu juga menangkap puluhan orang lainnya.

      2 Versi Motif Pembunuhan Brigadir J, Mana yang Benar?

      Ferdy Sambo mengaku menghabisi nyawa anak buahnya itu karena marah lantaran harkat dan martabat istrinya, Putri Candrawathi, dilecehkan. 

      Bupati Pemalang Dikabarkan Kena OTT KPK, Begini Reaksi Ganjar

      Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, dikabarkan terkena operasi tangkap tangan atau OTT yang digelar KPK di kompleks Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/8/2022) malam.