Pemain film, Reza Rahadian (kiri), Jessica Mila (tengah), dan sutradara film, Ernest Prakasa, berbagi pengalaman syuting saat promo film Imperfect di Studio XXI di The Park Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (18/12/2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO – Aktor papan atas, Reza Rahadian, ternyata pernah merasa kurang percaya diri. Bukan soal fisik, aktor yang langganan mendapat Piala Citra itu justru pernah minder dengan kualitas aktingnya di dunia seni peran.

Insecurity atau perasaan kurang percaya pada diri sendiri juga dirasakan para figur publik. Termasuk artis yang biasanya diidentikan dengan penampilan hampir sempurna dan citra positif. Mereka justru sering merasa tertekan karena banyak pasang mata yang serampangan memberi penilaian di media sosial.

Hal tersebut rupanya pernah dirasakan Reza Rahadian. Bintang film terbaru Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan itu mengatakan, sempat terbawa perasaan (baper) dengan komentar miring yang dialamatkan kepadanya.

Reza Rahadian sempat baper saat tiba-tiba ada yang nyeletuk bahwa layar sinema Indonesia didominasi wajahnya. Padahal kalau dikalkulasi secara jeli, ia hanya main beberapa judul film Indonesia saja.

“Iya, misal ada yang bilang Reza lagi Reza lagi, di film baruku. Rasanya itu nyesek juga. Sampai rumah kepikiran. Masak iya gue terus. Ah kayaknya enggak deh, lalu iseng ngitung jumlah filmku. Ya perasaan kayak gitu,” curhatnya seusai nobar film terbaru Imperfect di The Park Mal Solo Baru, Rabu (18/12/2019).

Reza Rahadian menilai bisa jadi orang-orang hanya berkomentar tanpa sadar. Tapi hal itu jelas berdampak besar pada objek yang menjadi sasaran.

Kalau diteruskan bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang karena terus dipikirkan hingga berujung tidak mencintai diri sendiri. Itulah mengapa isu tentang insecurity ini menurut Reza Rahadian perlu diperbincangkan.

Alasan itu juga yang membuatnya mau ikut main di film terbaru Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan. Dia memiliki misi mulia soal ajakan mencintai diri sendiri lewat film Indonesia itu.

“Aku pikir film itu kan juga jadi bagian dari kampanye, movement,” tandasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten