Revitalisasi Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo Dihentikan, Kenapa?
Proses revitalisasi Pesanggrahan Langenharjo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, berhenti karena menunggu revisi studi kepurbakalaan rampung. Foto diambil belum lama ini. (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO-- Revitalisasi bangunan cagar budaya (BCB) Pesanggrahan Langenharjo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, harus terhenti. Revitalisasi akan berlanjut setelah revisi studi kepurbakalaan bangunan bersejarah itu rampung.

Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KP Eddy Wirabhumi, mengatakan proses revitalisasi seperti pembongkaran atap sirap bangunan pendapa Pesanggrahan Langenharjo sudah selesai.

Namun, Keraton Solo terpaksa menghentikan revitalisasi tersebut. Hal ini merupakan hasil koordinasi antara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, serta akademisi.

Tambah 18 Kasus Baru, Ini Data Terkini Covid-19 Solo

Eddy mengatakan studi kepurbakalaan menjadi dasar revitalisasi bangunan cagar budaya. "Sementara studi kepurbakalaan untuk Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo itu pembuatannya sekitar dua tahun lalu dan sudah tidak relevan lagi. Sehingga perlu revisi dulu," kata Kanjeng Eddy ketika berbincang dengan Solopos.com, Selasa (1/9/2020).

Saat ini, revisi studi kepurbakalaan Pesanggrahan Langenharjo masih tahap penyelesaian. Revisi studi kepurbakalaan melibatkan unsur akademisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Sangat Memprihatinkan

Ia berharap revisi studi kepurbakalaan tersebut secepatnya selesai sehingga revitalisasi Pesanggrahan Langenharjo bisa berlanjut. Menurutnya, revitalisasi Pesanggrahan Langenharjo sudah mendesak mengingat kondisi bangunan cagar budaya itu sudah sangat memprihatinkan.

Positif Covid-19, Kepala MTs Negeri 2 Solo Meninggal Dunia

Banyak bangunan Pesanggrahan Langenharjo, Sukoharjo, yang rusak dan butuh perbaikan. "Revitalisasi kawasan Pesanggrahan Langenharjo butuh menyeluruh. Karena kondisinya memang memprihatinkan," katanya.

Padahal menilik sejarah, Pesanggrahan Langenharjo merupakan situs kawasan kerajaan yang ada sejak PB IX sebagai kawasan rekreasi keluarga Keraton Solo. Langenharjo artinya perasaan nyaman dan damai sementara pesanggrahan berarti tempat peristirahatan.

Lokasi ini menjadi tempat istirahat PB IX setelah berenang dan mencari ikan di Sungai Bengawan Solo. Fungsi sebagai lokasi peristirahatan juga semakin lengkap dengan adanya sumber mata air panas yang berada pada bagian belakang bangunan Pesanggrahan Langenharjo, yakni pemandian air hangat Langenharjo.

Pembelajaran Tatap Muka Solo: September Sosialisasi, Oktober Simulasi

Eddy menyebut pada masa lalu berbagai acara Keraton Solo diadakan di Pesanggrahan Langenharjo, Sukoharjo. "Jadi di sini disebut juga sebagai Keraton mini," katanya.

Pascarevitalisasi, Eddy berharap ada optimalisasi pengelolaan Pesanggrahan Langenharjo sebagai wisata budaya. Hal ini nantinya akan mendukung potensi pariwisata bagi Kabupaten Sukoharjo. Salah satunya Pemkab perlu menyusun blue print atau perencanaan secara matang tentang pemanfaatan Pesanggrahan Langenharjo.

Umbul Doa

Sebelumnya, puluhan abdi dalem, sentana dalem, dan masyarakat pencinta budaya menggelar proses umbul doa untuk Pesanggrahan Langenharjo, Kamis (30/7/2020). Doa bersama ini sebelum revitalisasi Pesanggrahan Langenharjo yang berada sekitar 50 meter dari bibir Sungai Bengawan Solo.

Kisah Hananto Petugas Pengantar Jenazah Covid-19 Solo, Ikhlas Bekerja Penuh Risiko Tanpa Bayaran

Ulama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menyiapkan dan mendoakan berbagai sesaji saat umbul doa untuk Pesanggrahan Langenharjo, Sukoharjo, itu. Pengageng Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat GKR Sekar Kencono yang merupakan putri PB XII sekaligus adik kandung PB XIII Hangabehi menjelaskan doa bersama berlangsung mulai pukul 10.00 WIB.

"Sudah kami gelar acara umbul donga atau doa bersama wiwitan revitalisasi tahap awal Pesanggrahan Langenharjo. Nanti rencananya revitalisasinya akan memakan waktu sekitar enam bulan," kata GKR Sekar kepada Solopos.com, Jumat (31/7/2020).

Revitalisasi Pesanggrahan Langenharjo ini meliputi pembenahan pagar, penggantian sirap, usuk, reng, talang, serta kayu saka yang rapuh. Kemudian perbaikan tembok bangunan yang roboh karena termakan usia.

Anggaran revitalisasi ini berasal dari masyarakat pecinta budaya. Mereka memiliki tujuan melestarikan bangunan cagar budaya pada Pesanggrahan Langenharjo.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom