Tutup Iklan

Revitalisasi Pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Kota Jogja Segera Dimulai

Revitalisasi pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Jogja akan menghabiskan dana senilai Rp20 miliar.

 Pedestrian Jl. Jenderal Sudirman segera direvitalisasi. (maps.google.com)

SOLOPOS.COM - Pedestrian Jl. Jenderal Sudirman segera direvitalisasi. (maps.google.com)

Solopos.com, JOGJA – Pengerjaan revitalisasi pedestrian Jl. Jenderal Sudirman, Jogja segera berlangsung. Saat ini sedang tahap perencanaan akhir.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Hari Setya Wacana, pekan depan akan ada koordinasi dengan pihak ketiga. Koordinasi ini akan membahas terkait tahapan-tahapan pekerjaan fisik, termasuk memastikan pengerjaan tepat waktu.

Sementara untuk pengerjaan pedestrian dengan anggaran Rp20 miliar dari dana keistimewaan ini kemungkinan berlangsung awal Agustus 2021. Adapun waktu untuk pemenang lelang dalam menyelesaikan revitalisasi selama 150 hari.

“Jika dirasa seluruh persiapannya sudah matang, maka bisa langsung dilakukan pekerjaan fisik di lapangan atau bisa saja dimulai awal Agustus,” kata Hari, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Vaksin With A View, Cara Asyik Gairahkan Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19

Salah satu proses yang menjadi perhatian yaitu ducting untuk kabel fiber optik dan listrik. Proses ini untuk pedestrian Jl. Sudirman dari simpang Galeria Mal hingga simpang Gramedia. Perlu adanya koordinasi dengan PLN. Namun dari revitalisasi sebelum-sebelumnya semua pihak mendukung, termausuk PLN.

Tak Tebang Pohon

Pohon-pohon besar di sepanjang pedestrian juga tidak akan ditebang. Hanya akan ada proses merapikan. Sementara untuk bagian trotoar akan ada proses penataan taman. Bagian taman tidak lagi dibuat dengan pembatas, tetapi ada perubahan agar pedestrian tampak lebih lapang dan nyaman bagi pejalan kaki.

“Lebar existing taman yang ada sekarang dimungkinkan akan dikecilkan sehingga ruang untuk pejalan kaki menjadi lebih luas,” kata Hari.

Baca Juga: 6 UMKM Yogyakarta Ini Layani Pembuatan Suvenir Unik

Pengerjaan awal kemungkinan untuk sisi utara, baru setelah itu sisi selatan. Hal ini mengingat keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Ke depan, akan ada penataan PKL dari tempat semula ke tempat lain yang tidak jauh, salah satunya di Jl. Sam Ratulangi.

“Sebagai gambaran, konsep penataan tahap terakhir ini akan sama seperti penataan pedestrian Jl. Jenderal Sudirman dari ruas Gramedia hingga Jembatan Gondolayu yang sudah kami selesaikan pada 2019,” kata Hari.

Berita Terkait

Berita Terkini

Selamat, ITNY Juara 3 Celebes Geo Summit 2021

Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) meraih kembali juara 3 dalam National Paper Competition Celebes Geo Summit (CGS) 2021.

Mahasiswa Teknik Mesin ITNY Magang di CV Iman Nurcahaya

Empat mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Industri (FTI) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mengikuti Program magang di CV Iman Nurcahaya.

Masuk Yogyakarta, Bus Pariwisata Bakal Diperiksa Ketat

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bakal memperketat pengawasan terhadap bus pariwisata yang masuk ke daerahnya.

Sejumlah Kampus di Jogja Belum Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Alasannya

Sejumlah perguruan tinggi di Kota Jogja masih belum merencanakan kuliah tatap muka di kampus pada masa pandemi Covid-19.

Petani Tembakau di Sleman Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Asosiasi petani tembakau di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menolak rencana pemerintah yang akan menerapkan kenaikan cukai hasil tembakau atau cukai rokok pada 2022.

Terungkap! Pabrik Pil Koplo di Yogya Sudah Beroperasi Sejak 2018

Aparat polisi menggerebek dua pabrik pembuatan obat-obatan psikotropika atau pil koplo yang telah beroperasi sejak 2018 di wilayah Yogyakarta.

2 Pabrik Pil Koplo di Yogya Digerebek, Produksi 2 Juta Pil Per Hari

Aparat kepolisian mengungkap kasus peredaran pil koplo di Yogyakarta, di mana terdapat dua pabrik yang memproduksi dengan kapasitas 2 juta pil per hari.

Pengacara Terdakwa Satai Beracun Minta Nani Dibebaskan

Pengacara terdakwa sate beracun, Nani Apriliani Nurjaman, menyebut pasal yang didakwakan JPU dinilai kabur dan tidak sesuai.

Litto Kantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang, Begini Sikap DPRD Bantul

DPRD Bantul akan meminta kejelasan dan duduk perkara, terkait berdirinya hotel dan restoran Little Tokyo di RT 5 Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul, yang diduga belum mengantongi izin.

Jangan Sampai Terlambat Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Ini Alasannya

BPJS Kesehatan ini bisa digunakan untuk berobat, baik rawat jalan maupun rawat inap di fasilitas kesehatan oleh peserta.

JPU Tuntut Terdakwa Klitih Kotagede Jogja, Penjara 1 Tahun 7 Bulan 

JPU menilai terdakwa KAP dinyatakan bersalah melakukan klitih hingga mengakibatkan korban KS, 16, mengalami luka berat.

Awas! Batu Raksasa Jebol Rumah Warga di Prambanan Sleman

Peristiwa batu raksasa yang menimpa rumah warga tersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Dusun Jali.

Pemkot Jogja Luncurkan Kampung Wisata Melayani Melalui Aplikasi

Pemkot Jogja terus berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi wisawatan untuk berkunjung ke Kota Gudeg tersebut.

Terbebani Biaya Operasional, Gembira Loka Zoo Hanya Buka Akhir Pekan

Gembira Loka Zoo mulai pekan depan hanya buka pada Sabtu dan Minggu.

Dispar Sleman: Hoax 35 Objek Wisata di DIY Sudah Buka

Beredar kabar di media sosial terkait 35 destinasi wisata di wilayah DIY dan sekitarnya yang sudah beroperasi, Dinas Pariwisata Sleman menyebut itu kabar bohong atau hoax.

Gegara Dendam Pribadi, Pegawai Angkringan Pendopo Lawas Ditusuk

Seorang pegawai angkringan di Jogja jadi korban penusukan oleh warga yang diduga menaruh dendam. Pelaku kini sudah ditangkap.