Reuni dengan Teman SMA, Bupati Sragen Kenalkan Trip Asyik di WKO Sragen

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, memperkenalkan trip asyik menikmati pemandangan Waduk Kedung Ombo (WKO) di kawasan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah untuk menjamu tamu dari Jakarta.

 Seorang nelayan menggunakan sampan menjajakan jajanan tradisional kepada para peserta Trip New Kemukus-Boyolayar, Sumberlawang, Sragen, Sabtu (30/7/2022). (Espos/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Seorang nelayan menggunakan sampan menjajakan jajanan tradisional kepada para peserta Trip New Kemukus-Boyolayar, Sumberlawang, Sragen, Sabtu (30/7/2022). (Espos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, memperkenalkan trip asyik menikmati pemandangan Waduk Kedung Ombo (WKO) di kawasan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah untuk menjamu tamu dari Jakarta.

Sebanyak tujuh perahu mengantre di dermaga, tepatnya di bawah Prominade New Kemukus. Perahu-perahu itu didatangkan dari Dukuh Boyolayar, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Jaraknya 40-50 kilometer (Km) ditempuh melalui jalur air.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Bupati Sragen khusus memesan perahu-perahu itu untuk tamu-tamunya dari Jakarta. Tamu tersebut merupakan teman-teman Bupati saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Ada 12 orang teman Bupati Yuni, sapaan akrabnya, bersiap mengikuti trip yang sengaja disiapkan untuk rombongan tersebut. Para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen juga ikut menemani perjalanan tersebut.

Para pejabat menunggu di dermaga kecil yang atapnya bolong pada bagian tertentu, Sabtu (30/7/2022) siang. Waktu itu jarum jam menunjuk pukul 11.00 WIB. Terik matahari cukup menyengat. Mereka menungu kedatangan Bupati dan teman-temannya.

Baca Juga : WKO Sragen Mulai Dipadati Pemancing, Awas Jangan Abai Protokol Kesehatan!

Begitu semua siap, Kepala Desa Ngargosari, Sriyono, memberi pengarahan tentang aturan dalam perjalanan terkait safety atau keamanan. “Rompi pelampung harus dipakai. Sebelum ada imbauan untuk melepas maka jangan melepas rompi pelampung itu. Semoga perjalanan siang ini lancar,” ujar Sriyono.

Satu perahu berkapasitas sampai 20 orang. Rombongan Bupati dan temannya dari Jakarta menaiki perahu pertama. Pejabat lainnya menaiki perahu kedua, ketiga, dan seterusnya. Dari tujuh perahu itu ternyata dua perahu terakhir hanya ditumpangi kru perahu tanpa penumpang. Paket perjalanan Kemukus ke Boyolayar itu dijual Rp50.000/orang.

Kuliner WKO

Sinar matahari yang menyengat kulit saat itu tak terasa karena ada atap di perahu. Suara bising mesin disel perahu menjadi teman selama perjalanan menikmati pemandangan pulau-pulau di pinggiran Waduk Kedung Ombo (WKO) Sragen.

Para nelayan yang mencari ikan menggunakan sampan. Pemandangan lainnya, pemancing yang separuh badannya ada di air saat memancing. Semua itu menjadi pemandangan yang unik sepanjang perjalanan.

Baca Juga : Nikmati WKO, Naik Perahu dari New Kemukus-Boyolayar Bayar Rp50.000

Tak terasa satu jam berlalu. Perahu berhenti di tengah WKO. Kedatangan perahu itupun disambut sampan-sampan yang menjajakan makanan khas Boyolayar. Salah satu sampan itu dinaiki sepasang suami istri, Tardi, 55, dan Karni, 54. Pasangan suami istri itu tinggal di Dukuh Boyolayar RT 028, Desa Ngargosari, Sumberlawang.

wisata perahu wko sragen
Para pemuda menikmati jajanan di tengah WKO dalam perjalanan wisata yang mengasyikan di Kemukus-Boyolayar, Sumberlawang, Sragen, Sabtu (30/7/2022). (Espos/Tri Rahayu)

Karni menawarkan kopi, es teh, teh hangat, nasi pecel, gendar pecel, dan gorengan. Rombongan teman Bupati semasa SMA dan pejabat Pemkab Sragen tertarik dengan jajanan itu. Hmm, memang nikmat makan di atas air WKO ditemani angin semilir.

“Sehari kadang habis beras 3 kilogram. Dapatnya uang kalau sepi Rp300.000/hari dan kalau ramai bisa dapat Rp500.000/hari. Tadi berangkat dari rumah pukul 09.00 WIB. Pulangnya setelah dagangan habis. Biasanya pukul 13.00 WIB atau 14.00 WIB sudah habis. Pelanggannya ya para pemacing-pemancing itu,” kata Karni saat berbincang dengan Solopos.com di tengah WKO, Sabtu siang.

Perjalanan berlanjut sambil menikmati jajanan tersebut. Setelah 30 menit, rombongan tiba di keramba yang memiliki ribuan ekor ikan. Pengunjung bisa memberikan pakan ikan di keramba ikan nila itu. Begitu pelet ditabur, ribuan ikan berebut makan, ikan-ikan menggelepar di air.

Pengunjung bisa membeli ikan air tawar di keramba. “Ini perjalanan wisata yang paling mengasyikan di Kabupaten Sragen. Dalam perjalanan ada petugas SAR [seacrh and rescue] yang standby dengan perahu karetnya. Wisata ini pas bagi anak-anak muda, anak-anak sekolah, dan ternyata berjam-jam di perahu itu tidak terasa,” jelas Kabag Umum Setda Sragen, Dwi Agus Prasetyo.

Baca Juga : Ternyata, Gunung Kemukus Lebih Terkenal Daripada Sragen

Pemandu Wisata

Setelah dari keramba nila, rombongan melanjutkan perjalanan melewati makam Nyi Ageng Serang yang berada di tengah WKO. Selama perjalanan itu akan lebih lengkap bila setiap perahu ada pemandu wisata yang bisa bercerita tentang sejarah WKO maupun Nyi Ageng Serang.

Sebagai informasi, ada Paguyuban Tirtasari, yakni paguyuan warga pemilik perahu wisata di Boyolayar. Ada 17 perahu di Boyolayar. Salah satu perahu itu milik Robiyanto, 39, yang tinggal di Dukuh Boyolayar RT 026.

Robi membeli perahu itu dari Semarang Rp48 juta sekitar empat tahun yang lalu. Perahu itu didesain untuk perahu laut dengan goncangan ombak. Maka dari itu, nyaris tak ada gondangan di perahu saat digunakan di WKO Sragen. Lagipula, tak ada ombak di WKO Sragen sehingga perjalanan nyaman. Tenang, Anda tidak akan mabuk.

“Awalnya perahu ini kami gunakan untuk pelayanan wisata di tiga objek wisata di Grobogan, yakni Embung Bening, Wonosari, dan Tirta Bulak Manyar. Namun sejak pandemi Covid-19 tutup sampai sekarang. Kemudian muncul ide dari Pak Lurah dan Bu Bupati untuk membuka perjalanan Kemukus-Boyolayar ini. Ini masih merintis,” katanya.

Baca Juga : Ada Apa Saja di Wisata Gunung Kemukus Sragen? Cek di Sini…

Dia menjual paket wisata Rp50.000/orang dengan fasilitas perahu, makanan ringan, pecel gendar, ikan bakar, komplet dengan nasi. Jarak tempuh dari Kemukus ke Boyolayar itu satu jam dengan kecepatan 40-50 km per jam.

Nah, Anda dapat menikmati ikan bakar di gazebo-gazebo yang disiapkan di pinggir WKO di Boyolayar. “Karena tadi berhenti di dua lokasi maka lama perjalanannya bisa sampai 2,5 jam,” ujar Robi sesampainya di dermaga Boyolayar.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Pengumuman! Besok Pagi Hindari Simpang Joglo Solo, Ada Penutupan 1 Jam

      Bakal ada penutupan jalan kawasan Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo, selama satu jam pada Rabu (10/8/2022) pagi.

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.