Kesibukan di rest area musim mudik Lebaran. (Bisnis-Dedi Gunawan)

Solopos.com, SRAGEN -- Rest Area 519 Jalan Tol Solo-Kertosono (Soker) baik jalur A maupun B wilayah Masaran, Sragen, diprediksi dibanjiri para pemudik pada Lebaran 2019 nanti. Jalur tol tersebut menjadi perhatian serius Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korlantas Polri.

Hal tersebut disampaikan Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat berbincang dengan wartawan, Selasa (7/5/2019) sore. Prediksi tersebut didasarkan hasil rapat persiapan Operasi Ketupat Candi 2019 di Jakarta beberapa hari lalu.

Prediksi yang sama juga disampaikan Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen David Hendrata berdasarkan hasil rapat persiapan Lebaran di Semarang beberapa hari lalu.

“Untuk persiapan operasi ketupat, Kemenhub, dan Korlantas fokus pada jalur jalan tol. Para pemudik dari Jakarta diperkirakan lewat jalur tol semua. Jalur tol akan pecah di Bawen bagi mereka yang akan menuju ke Magelang dan di exit tol Ngasem bagi pemudik yang mau ke Jogja. Nah, analisis kemacetan justru di wilayah Sragen, khususnya di rest area 519A dan 519B Masaran,” ujar Dani.

Dia menjelaskan jalur dari arah utara dari Semarang tidak ada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kecuali di rest area 519A Masaran yang paling dekat. Demikian pula arus dari timur mulai dari Mojokerto-Solo yang paling dekat SPBU hanya di rest area 519B Masaran.

Dani berencana menyiapkan posko pengamanan di dua rest area tersebut. “Sedangkan untuk proyeksi di jalan arteri relatif landai. Khusus di Sragen, kami akan menyiapkan pos pengamanan mulai dari perbatasan Jateng dan Jatim, Pilangsari, Sragen Kota, Pungkruk, dan Gemolong,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Lalu Lintas Dishub Sragen David Hendrata kepada Solopos.com, Rabu (8/5/2019), mengatakan hasil rapat dengan Kemenhub di Semarang, khusus untuk Sragen yang diwaspadai hanya di rest area jalan tol Masaran. Dia mengatakan para pemudik kemungkinan besar ingin menjajal jalur tol trans Jawa.

“Ya, di rest area tol Masaran itu akan penuh pemudik karena dari Ungaran ke timur yang paling dekat hanya di Masaran. Demikian pula sebaliknya dari arah timur ke barat dari Mojokerto yang paling dekat hanya di Masaran,” ujarnya.

Dia mengatakan para pemudik itu sebenarnya hanya sebentar mengunjungi keluarga tetapi lebih banyak berwisata. Dia mengatakan Solo dan Jogja kemungkinan besar menjadi kota tujuan wisata para pemudik.

Sedangkan untuk jalur arteri, David masih menggunakan rekayasa lalu lintas seperti tahun lalu. Dia mengatakan kepadatan di Gemolong sebagai Kota Sragen II menjadi perhatian.

“Kami sudah meminta Jasamarga Solo Ngawi untuk memfungsikan gerbang tol yang ada di Gondangrejo sehingga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di Gemolong,” imbuhnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten