Warga melintasi lahan untuk rest area milik Pemdes Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, di Dusun Tukluk, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Senin (11/11/2019). (Solopos-Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Desa Kerjo Lor berencana membangun rest area di tanah kas desa di tepi jalan raya Wonogiri-Purwantoro di ruas Dusun Tukluk, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, untuk mendulang pendapatan asli desa (PAD).

Kawasan itu dipilih dengan pertimbangan sejumlah keunggulan, salah satunya adalah lokasinya yang strategis berada di perlintasan utama jalur Wonogiri-Purwantoro.

Selain itu, di kawasan itu rutin digelar sebuah festival kesenian bertajuk Festival Tukluk yang digelar oleh muda-mudi karang taruna Dusun Tukluk. Festival itu sudah digelar dua tahun berturut-turut dengan tema beragam.

“Jadi untuk permulaan kami menumpang nama beken Festival Tukluk. Nama itu diharapkan bisa mendongkrak rest area,” kata Sekretaris Desa Kerjo Lor, Sri Supadmi, saat ditemui solopos.com di kantornya, Senin (11/11/2019).

Pembangunan rest area itu sudah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa dan RKP Desa Kerjo Lor. Pada 2020, Pemdes mengalokasikan Dana Desa senilai Rp250 juta. Pembangunan rest area akan dilakukan secara multiyears.

“Pada tahapan awal pembangunan berupa penyediaan rest area dan stan kuliner produk lokal. Ke depannya ada banyak sekali fasilitas ditambahkan,” imbuh dia.

Di rest area itu pula salah satu produk unggulan Dusun Tukluk akan dipamerkan yakni mete. Selain mete, masih ada aneka kuliner tradisional lain yang ditawarkan di rest area. Pengunjung bisa menikmati sajian itu seraya menikmati hawa sejuk di sekelilingnya.

“Pengguna jalan yang mampir bisa lebih mengenal produk wilayah yang sedang mereka lintasi di sana,” beber Sri.

Pengelolaan rest area itu ke depan akan menjadi tanggung jawab Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Pembentukan BUM Desa itu menyusul setelah ada potensi yang akan digarap menjadi lini usahanya, salah satunya rest area.

“Melalui BUM Desa ini nanti diupayakan ada optimalisasi potensi yang ada di sana. Dari sana, PAD untuk Desa Kerjolor bertambah dan nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui program-program pembangunan lainnya,” harap dia.

Pembangunan rest area itu baru bisa dilaksanakan pada 2020 mengingat pada awal-awal pelaksanaan Dana Desa, anggaran masih fokus pada perbaikan infrastruktur. Kini, 90 persen infrastruktur di desa seluas 800-an hektare itu dalam keadaan baik.

“Kita perlu perlahan-lahan untuk mengubah mindset masyarakat soal infrastruktur. Pembangunan kami mulai menyasar rumah tak layak huni, peningkatan kesehatan, jambanisasi, dan lainnya,” urai Sri Supadmi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten