Ilustrasi hasil tes darah orang positif terinfeksi virus corona. (Reuters/Dado Ruvic)

Solopos.com, JENEWA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama resmi virus corona jenis baru, yakni Covid-19. WHO mengatakan ancaman penyebaran virus corona baru ini berpotensi lebih buruk dan mengerikan dibandingkan terorisme.

WHO menambahkan, vaksin pertama untuk mencegah penularan virus corona baru alias Covid-19 ini kemungkinan tersedia dalam 18 bulan mendatang. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan perlu penanganan tepat dan cepat untuk mengatasi infeksi virus corona.

Abash, Pacar Lucinta Luna Ternyata Perempuan! Ini Nama Aslinya

“Sejujurnya, virus ini berpotensi besar menciptakan kekacauan sosial, politik, dan sosial ketimbang serangan teroris,” terang Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikabarkan Detik.com, Rabu (12/2/2020).

Dikutip dari Bisnis.com, saat ini virus corona baru alias Covid-19 telah menewaskan 1.111 orang di China. Sedangkan jumlah total pengidap virus corona baru di Negeri Tirai Bambu tersebut mencapai 44.360 orang.

Berusia 600 Tahun, Masjid di Jabal Kanil Karanganyar Masih Kokoh

Virus Covid-19 telah menyebar ke 27 negara lain. Dengan demikian, Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan status darurat terkait wabah virus corona baru.

“Dengan 99 persen kasus terjadi di China, ini masih menjadi hal darurat bagi negara tersebut. Namun, krisis ini juga memberikan ancaman besar bagi dunia secara keseluruhan,” sambung dia.

Hebat! UMS Solo Peringkat 1 Universitas Swasta Terbaik Se-Indonesia

Sementara itu, nama Covid-19 dipilih untuk menamai virus corona baru atas usulan sejumlah peneliti. Nama ini dipilih untuk menghindari kebingungan.

“Nama Covid-19 diambil dari kata corona, virus, dan disease. Sementara angka 19 merepresentasikan tahun munculnya wabah tersebut. Seperti diketahui, wabah virus corona baru muncul kali pertama di Wuhan, China, yang dilaporkan ke WHO pada 31 Desember 2019.

Sumber: Detik.com, Bisnis.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten