Resmi! PPKM di Klaten Dipastikan Diperpanjang Hingga 8 Februari 2021

PPKM di Kabupaten Klaten dipastikan diperpanjang mengikuti instruksi pemerintah pusat. PPKM berlanjut hingga 8 Februari 2021.

SOLOPOS.COM - Infografis PPKM Jawa Bali (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, KLATEN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Klaten dipastikan diperpanjang mengikuti instruksi pemerintah pusat. Selain mengikuti instruksi pemerintah pusat, keputusan memperpanjang PPKM dilakukan menyusul kasus Covid-19 di Klaten masih tinggi.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan draf surat edaran (SE) ihwal perpanjangan PPKM sudah disiapkan. “SE masih dalam bentuk draf. Kami menunggu SE gubernur. Mudah-mudahan bu bupati segera menandatangani SE yang berlaku mulai tanggal 26 Januari 2021,” kata Ronny saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (24/1/2021).

PPKM di Klaten diperpanjang mulai 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021. Sebelumnya, PPKM sudah bergulir di Klaten pada 11 Januari 2021 dan berakhir pada 25 Januari 2021.

BACA JUGA: Mayat Pria Jebres Solo Mengapung di Kedung Kalongan Kebakkramat

Ronny menjelaskan pembatasan yang diterapkan pada perpanjangan PPKM tak jauh berbeda dibandingkan PPKM yang sudah berjalan. Pembatasan yang dilakukan menyesuaikan dengan Instruksi Mendagri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sesuai Instruksi Mendagri ihwal perpanjangan PPKM, beberapa pembatasan yang diberlakukan seperti pembatasan tempat/kerja perkantoran. Perkantoran diminta menerapkan 75 persen bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan 25 persen bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

Kegiatan pembelajaran digelar secara daring. Kegiatan tempat ibadah tetap diizinkan dengan pengaturan pembatasan kapasitas 50 persen. Kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan dihentikan sementara.

Pembatasan kegiatan restoran dengan makan dan minum di tempat sebear 25 persen untuk pelayanan makanan melalui pesan antar atau dibawa pulang tetap diizinkan. Selain itu, ada pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mal.

“Masih sama [pembatasan yang diberlakukan pada perpanjangan PPKM]. Hanya memang [pembatasan] jam operasional dari semula maksimal pukul 19.00 WIB menjadi pukul 20.00 WIB,” kata Ronny.

Evaluasi

Disinggung evaluasi kasus Covid-19 selama PPKM bergulir, Ronny mengatakan kasus Covid-19 yang diumumkan selama hampir dua pekan terakhir merupakan hasil swab test yang dilakukan pengambilan sampel sebelum PPKM berjalan.

“Dari evaluasi sampai Jumat [21/1/2021], ternyata hasil swab test yang dinyatakan terkonfirmasi positif itu masih pengambilan sampel sebelum tanggal 11 Januari 2021. Artinya, mereka terpapar itu sebelum PPKM berjalan. Hanya hasilnya baru keluar kemarin [saat PPKM],” kata Ronny.

Kepala Dinkes Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan dari hasil analisis dan kajian Dinkes, Klaten masih berada di zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19 hingga pekan lalu. Artinya, selama sembilan pekan berturut-turut Klaten berada pada zona merah.

Baca Juga: Cek! Ini Panduan Lengkap Naik KRL Jogja-Solo

“Untuk pekan ini [apakah masih berada di zona merah] kami masih melakukan penghitungan,” jelas Cahyono saat ditemui Espos di gudang farmasi Dinkes Klaten, Minggu.

Soal PPKM, Cahyono juga memastikan diperpanjang. Dia juga menerangkan secara umum pembatasan yang diberlakukan masih sama dengan PPKM yang sudah bergulir. “Sudah ada perpanjangan. Tinggal menunggu administrasinya saja,” kata Cahyono.

Berita Terbaru

Anggota Polres Sragen Ikuti Vaksinasi Demi Buktikan Vaksin Covid-19 Aman

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 578 anggota Polres Sragen sudah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19. Mereka membuktikan bila vaksin aman dipakai...

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...

Dinkes Jateng: Vaksin Untuk Pelaku Ekonomi Ditarget April

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi petugas pelayanan publik mulai Rabu (24/2/2021). Sementara...

Inspiratif, 20 Perempuan Donor Plasma Konvalesen

Solopos.com, SOLO--Tangan kanan Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan  komponen darah pada alat di...

Kuatkan Daya Tubuh Anak di Masa Pandemi, Polres Wonogiri Beri Ratusan Paket Susu

Solopos.com,WONOGIRI -- Polres Wonogiri membagikan ratusan paket susu di Kampung Siaga Candi Covid-29, Selasa (23/2/2021). Susu itu selanjutkan didistribusikan...

Pangdam & Kapolda ke Boyolali demi Dukung PPKM Mikro

Solopos.com, BOYOLALI — Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi,...

Di Klaten, Pasien Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Rumah

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah desa dan kecamatan di Klaten jauh hari sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Nyatanya, warga yang...

Satgas Sukoharjo Optimalkan Posko Covid-19 di Desa

Solopos.com, SUKOHARJO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo mengoptimalkan posko Covid-19 di setiap desa/kelurahan. Hal ini untuk pencegahan,...