Jonathan Edwardo Cantillana Zorilla. (Facebook)

Solopos.com, SEMARANG — PSIS Semarang resmi memperkenalkan https://semarang.solopos.com/read/20190903/515/1016262/pengganti-matsunaga-datang-sebelum-psis-hadapi-psm-makassar-siapa-dia" title="Pengganti Matsunaga Datang Sebelum PSIS Hadapi PSM Makassar, Siapa Dia?">amunisi barunya, Minggu (8/9/2019). Pemain yang baru saja didatangkan PSIS Semarang itu tak lain adalah Jonathan Edwardo Cantillana Zorilla. Meskipun lahir di Santiago, Chile, pada 26 Mei 1992, Jonathan berstatus warga negara Palestina. Ia merupakan keturunan Palestina yang telah berimigrasi ke Chile sejak lama.

Dikutip dari berbagai sumber, Jonathan memulai karier sepak bolanya pada 2012 lalu bersama klub Segunda Division Chile, San Antonio Unido. Pemain yang menempati posisi gelandang serang itu kemudian bergabung dengan klub Primera Division, Deportivo Palestino pada 2014. Deportivo Palestino merupakan klub sepak bola di Chile yang didirikan para imigran Palestina pada 1920 silam.

Pada 2015, Jonathan dipinjamkan Deportivo Palestino ke klub Palestina, Ahli Al-Khalil. Tampil bersama Al-Khalil menjadi awal ketertarikan Jonathan kepada Palestina. Ia pun akhirnya berpindah kewarganegaraan menjadi warga Palestina dan melakoni debut bersama Timnas Palestina pada 2015.

Catatan yang diperoleh Semarangpos.com, semenjak 2015 Jonathan telah 27 kali membela https://bola.solopos.com/read/20180815/499/934456/serangan-buntu-indonesia-dibekuk-palestina-1-2" title="Serangan Buntu! Indonesia Dibekuk Palestina 1-2">Timnas Palestina. Ia juga telah menyumbangkan 10 gol untuk Timnas Palestina. Kali terakhir ia tampil untuk Timnas Palestina adalah saat melawan Australia pada ajang AFC Asian Cup 2019, 11 Januari lalu. Saat itu, Palestina harus mengakui keunggulan Australia dengan skor telak 0-3.

Sementara itu, karier Jonathan di klub juga tidak terlalu moncer. Setelah bergabung dengan Al-Khalil pada 2015, Jonathan sempat meniti karier di Liga Malaysia, bersama Kuala Lumpur FA. Meski demikian, hal itu tak berlangsung lama. Ia hanya bertahan semusim di Kuala Lumpur FA sebelum akhirnya kembali ke Al-Khalil dengan status free transfer pada 2017.

Dikutip dari transfermarkt.com, Jonathan memang kerap berpindah-pindah klub. Tak lama bertahan di Al-Khalil, ia hijrah ke Liga Mesir, bersama Enppi. Di Enppi, Jonathan juga hanya bertahan kurang dari semusim setelah hengkang ke klub Jerusalem Hilal dengan status bebas transfer.

Kendati kerap berstatus bebas transfer saat bergabung dengan klub barunya, data transfermarkt.com menyebut Jonathan memiliki nilai transfer yang cukup tinggi. Nilai transfer pemain berusia 27 tahun itu mencapai 200.000 euro atau setara Rp3,1 miliar.

Harga itu terbilang fantastis bagi klub-klub Liga 1. Nilai transfer Jonathan ini pun empat kali lipat lebih tinggi dibanding https://semarang.solopos.com/read/20190909/515/1017503/psis-semarang-perkenalkan-pengganti-mota-sebelum-ke-makass" title="PSIS Semarang Perkenalkan Pengganti Mota Sebelum ke Makassar">Patrick Silva Mota, yang baru saja didepak dari PSIS Semarang. Meski demikian, nilai transfer Jonathan ini masih kalah jika dibandingkan eks striker PSIS Semarang, Bruno Silva, yang saat ini bergabung dengan klub Liga Arab, Al-Ain, yang mencapai 300.000 euro atau setara Rp4,6 miliar.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten