Resmi, Dirut PT Hutama Karya Kembali Terpilih sebagai Ketum IKA UNS

Direktur Utama (Dirut) PT. Hutama Karya Ir. Budi Harto, M.M. (kiri) kembali terpilih sebagai Ketum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS Solo.

 Direktur Utama (Dirut) PT. Hutama Karya Ir. Budi Harto, M.M. (kiri) kembali terpilih sebagai Ketum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS Solo. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Direktur Utama (Dirut) PT. Hutama Karya Ir. Budi Harto, M.M. (kiri) kembali terpilih sebagai Ketum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS Solo. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Direktur Utama (Dirut) PT. Hutama Karya Ir. Budi Harto, M.M. kembali terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Sebelumnya, ia merupakan Ketum IKA UNS periode 2015-2020.

Berlanjutnya masa bakti Budi Harto sebagai Ketum IKA UNS ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) V IKA UNS yang digelar di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat dr. Prakosa UNS, Minggu (5/12/2021) siang.

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, IKA UNS memang memerlukan sosok pemimpin yang tangguh dan punya dedikasi tinggi bagi UNS. Menurutnya, Budi Harto disebut memenuhi dua kriteria tersebut.

Saat ini IKA UNS harus memayungi lebih dari 200.000 alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri. Tidak hanya itu, saat ini, IKA UNS juga dituntut berkontribusi untuk membantu masyarakat dan mahasiswa yang membutuhkan di tengah pandemi Covid-19.

“Karena memimpin lebih dari 200.000 alumni itu tidak mudah karena harus punya komitmen yang tinggi untuk keluarga alumni UNS. Pengurus Pusat IKA UNS yang dipimpin Pak Budi ini telah berhasil memerankan peran positif dan aktif demi kemajuan UNS,” ujar Jamal dalam sambutannya dalam rilis yang diterima Solopos.com, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: FP UNS Bahas Model Ketahanan Pangan Bersama Birokrat dan Pengusaha

Lebih lanjut, Jamal juga mengaku senang apabila Ketum IKA UNS dilanjutkan oleh Budi Harto. Secara tegas dan mantab, ia mendukung Pengurus Pusat IKA UNS periode 2021-2025 agar bisa berkontribusi banyak bagi UNS dan masyarakat.

Terlebih, saat ini UNS memerlukan dukungan untuk mewujudkan visi sebagai World Class University (UNS). Visi ini bisa diraih dengan peran aktif alumni UNS yang sudah tersebar di berbagai lembaga negara, instansi pemerintahan, hingga sektor swasta.

“Oleh karena itu, kepengurusan [IKA UNS] ke depan, lanjutkan saja!” ucap Jamal.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, Bisnis, dan Informasi UNS Prof. Sajidan mengharapkan Budi Harto dapat membawa IKA UNS agar selalu kompak dan bekerja sama dengan UNS.

Sajidan menilai Budi Harto adalah sosok yang sukses dan mampu menjalankan amanah dalam memimpin IKA UNS. “Saya ucapkan selamat atas terpilihnya Ir. Budi Harto Ketum IKA UNS periode 2021-2025. Semoga amanah dan sukses,” kata Sajidan.

Baca Juga: Lompatan Kreatif Ajang Unjuk Kreativitas Mahasiswa FSRD UNS

Perlu Dukungan Alumni Muda

Ditemui seusai acara, Budi Harto mengaku bersyukur kembali dipercaya untuk memimpin IKA UNS. Ia ingin dalam Pengurus Pusat IKA UNS masa bakti 2021-2025, alumni muda UNS dapat ikut berkontribusi.

“Saat ini dan ke depan memang tuntutannya generasi muda. Alumni muda harus yang tampil. Jadi, kita harapkan kepengurusan ini nanti bisa diisi tokoh-tokoh muda alumni sehingga lebih baik dan di masa depan saatnya mereka yang tampil sebagai pimpinan,” ucap Budi Harto.

Lebih lanjut, alumnus Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) UNS tahun 1983 ini mengutarakan, keberadaan alumni muda UNS dapat memperkuat sinergi di antara alumni UNS.

Budi Harto juga berharap alumni UNS lainnya dapat mendukung keberadaan alumni muda UNS di Pengurus Pusat IKA UNS 2021-2025 agar mereka bisa mendapat banyak pelajaran dan pengalaman.

“Ada kerja sama yang baik, yang senior memberikan pengalaman kepada yang muda-muda sehingga bermanfaat bagi mereka di bidang medan pengabdian. Kemudian, dengan almamater, kita bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Sedekah Perusahaan ke Yusuf Mansur, Pengusaha Ini Mengaku Kecewa

Belakangan perusahaan tersebut dikembangkan Yusuf Mansur dengan branding Paytren.

Wow, Pebisnis Ini Sedekah Perusahaan kepada Ustaz Yusuf Mansur

Ia menyedekahkan perusahaan miliknya PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) untuk Pondok Pesantren Darul Quran melalui Yusuf Mansur

Faisal Basri Bakal Gugat UU Ibu Kota Negara

Faisal Basri menilai pengesahan UU IKN tergesa-gesa.

Kasus Omicron Melonjak, Ini Pesan Presiden Jokowi

Jokowi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap varian Omicron tetapi tidak perlu bereaksi berlebihan.

Sosok Sabdo Palon, Tokoh yang Dikenal Sebagai Penguasa Tanah Jawa

Inilah sosok Sabdo Palon yang dikenal sebagai tokoh penguasa Tanah Jawa.

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$35,34 M, Tertinggi Sejak 2006

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut neraca perdagangan Indonesia pada 2021 mengalami surplus tertinggi sejak 2006 atau 15 tahun lalu.

Kapolri Impikan Polisi Punya Kemampuan Auditor Keuangan

Kapolri menyebutkan, pentingnya pemberian sertifikat CSFA untuk para perwira menengah dan perwira pertama Polri agar memiliki kemampuan untuk melakukan audit.

Ahli Kepolisian: Penembakan Anggota Laskar FPI Seusai Prosedur

Penembakan empat anggota FPI yang dilakukan oleh dua polisi di Tol KM 50 tidak menyalahi prosedur karena insiden itu masuk kategori situasi ekstrem.

Kisah Dibalik Perubahan Nama Yusuf Mansur, Sama-Sama 2 Kali Dipenjara

Yusuf Mansur membeberkan kisah dibalik perubahan namanya dari Jam'an Nurchotib Mansur menjadi Yusuf Mansur, yakni sama-sama pernah dua kali dipenjara.

Gempa Afghanistan Telan Korban 22 Nyawa

Korban meninggal akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Provinsi Badghis, Afghanistan bertambah menjadi 22 orang, Selasa (18/1/2022).

Vaksin Merah Putih Jadi Prioritas Badan Riset Negara

Vaksin Merah Putih menjadi salah satu jenis vaksin yang diharapkan menjadi vaksin yang dihasilkan oleh anak bangsa.

Perempuan Depresi Turun dari Menara Setelah Kapolsek Panggil "Sayang"

Melalui alat pengeras suara (toa), Kompol Manapar bereaksi dan mengucapkan, 'Sayang ayo turun", sebanyak dua kali, untuk membujuk Julidar.

+ PLUS Periode Maret-September 2021, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Menurun

Tingkat ketimpangan atau pengeluaran masyarakat di tingkat nasional yang diukur oleh rasio Gini pada Maret 2021 dan pada September 2021 menunjukkan penurunan.

Miris, Umrah Batal Gara-Gara Investasi ke Yusuf Mansur Menguap

Padahal, uang tabungan tersebut sengaja mereka investasikan dengan harapan hasilnya bisa dipakai untuk biaya umrah orang tua mereka.

Vonis Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat, Akan Lebih Ringan atau Mati

Vonis Komisaris PT TRAM, Heru Hidayat, terdakwa kasus korupsi dana investasi PT Asabri akan sesuai tuntutan atau lebih ringan tergantung keputusan Pengadilan Tipikor Jakarta Selasa (18/1/2022).